BYD Atto 1 kembali memimpin penjualan mobil listrik murni di Indonesia pada Juli 2026 setelah membukukan 4.223 unit. Pencapaian ini menempatkannya di atas Jaecoo J5 EV yang mencatat 3.155 unit.
Selisih 1.068 unit memperlihatkan pemulihan penjualan Atto 1 setelah model tersebut sempat mengalami penurunan tajam pada Mei. Penjualan Juli juga menjadi penanda kembalinya Atto 1 ke level lebih dari 4.000 unit dalam satu bulan.
Di tengah persaingan dua model teratas, Wuling Aira EV langsung mencuri perhatian pada awal masa pemasarannya. Mobil listrik ini menempati posisi keempat dengan penjualan 721 unit, meski baru dipasarkan lebih dari dua minggu.
Hasil tersebut memberi Wuling modal awal yang cukup kuat di segmen kendaraan listrik dengan harga di bawah Rp 200 jutaan. Aira EV juga membawa keunggulan fitur yang menjadi salah satu faktor pendukung posisinya di daftar penjualan Juli.
Daftar Penjualan BEV Juli 2026
Data yang dihimpun ridertua.com menunjukkan persaingan penjualan BEV Juli tidak hanya terkonsentrasi pada dua model teratas. Geely EX2 berada di urutan ketiga, sementara persaingan posisi berikutnya juga berlangsung ketat.
| Peringkat | Model | Penjualan Juli 2026 |
|---|---|---|
| 1 | BYD Atto 1 | 4.223 unit |
| 2 | Jaecoo J5 EV | 3.155 unit |
| 3 | Geely EX2 | 1.592 unit |
| 4 | Wuling Aira EV | 721 unit |
| 5 | MG S5 EV | 627 unit |
| 6 | BYD Atto 3 | 611 unit |
| 7 | VinFast VF3 | 377 unit |
| 8 | Geely EX5 | 333 unit |
| 9 | Wuling Darion EV | 219 unit |
| 10 | XPeng X9 | 217 unit |
Geely EX2 mencatat 1.592 unit dan menjadi model terlaris ketiga selama Juli. Angka itu masih terpaut cukup lebar dari Jaecoo J5 EV, tetapi jauh lebih tinggi dibandingkan penjualan model di bawahnya.
Wuling Aira EV unggul 94 unit atas MG S5 EV yang berada di posisi kelima dengan 627 unit. Posisi ini membuat Aira EV melewati BYD Atto 3 yang membukukan penjualan 611 unit.
Peluang Aira EV dan Persaingan di Lapisan Tengah
Untuk mendekati penjualan para pemimpin pasar, Aira EV perlu menjaga volume di atas 1.000 unit setiap bulan. Stabilitas pasokan dan penjualan akan menentukan kemampuan model baru ini dalam menekan jarak dengan EX2 maupun J5 EV.
Persaingan di lapisan tengah juga terlihat dari perbedaan tipis antara MG S5 EV dan BYD Atto 3. Kedua model hanya dipisahkan 16 unit, sehingga perubahan kecil pada penjualan bulanan dapat menggeser posisi keduanya.
Geely EX2 sejauh ini menjadi mobil terlaris Geely di Indonesia dan disebut sebagai hatchback listrik terlaris di pasar nasional. Sebaliknya, Geely EX5 hanya mencatat 333 unit atau terpaut 1.259 unit dari EX2 pada bulan yang sama.
VinFast VF3 membukukan 377 unit dan menjadi satu-satunya merek di luar China yang masuk 10 besar penjualan BEV Juli. Wuling Darion EV serta XPeng X9 melengkapi daftar tersebut dengan masing-masing 219 unit dan 217 unit.
Masuknya XPeng X9 ke posisi 10 besar menunjukkan segmen kendaraan listrik mewah tetap memiliki ruang di pasar. Denza D9 yang sebelumnya kerap masuk daftar penjualan bulanan tidak terlihat dalam peringkat Juli.
J5 EV Masih Unggul Secara Kumulatif
Kendati kalah pada penjualan Juli, Jaecoo J5 EV masih memimpin akumulasi penjualan BEV sepanjang Januari hingga Juli 2026. Posisi itu membuat persaingan tahunan belum dapat ditentukan hanya dari hasil satu bulan.
BYD Atto 1 memiliki peluang mengejar ketertinggalan kumulatif apabila mampu mempertahankan pemulihan penjualannya. Kehadiran Aira EV dan konsistensi EX2 pun menandakan pasar BEV Indonesia semakin terbuka bagi lebih banyak model.






