Jalur longsor pascagempa membuat kendaraan roda empat tidak dapat menjangkau sejumlah wilayah terdampak di Nusa Tenggara Timur. Dalam kondisi itu, Perum Bulog memprioritaskan sepeda motor untuk membawa bantuan pangan ke lokasi yang masih bisa ditembus melalui darat.
Langkah tersebut menjadi bagian dari skema respons darurat yang menggabungkan jalur darat, laut, dan udara. Bulog juga menempatkan beras di dua simpul transportasi Kupang agar bantuan tidak tertahan di gudang saat kebutuhan mendesak muncul.
Motor untuk Menembus Akses Terbatas
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menyatakan sepeda motor menjadi pilihan awal karena banyak ruas jalan mengalami longsor. Kendaraan ini dinilai lebih memungkinkan melintas pada jalur yang belum sepenuhnya terputus dibandingkan mobil roda empat.
“Strategi kami, karena memang di sana banyak jalan longsor, jadi kami lebih menggunakan prioritas untuk yang pertama kendaraan sepeda motor,” kata Rizal saat dikonfirmasi di Jakarta, Selasa, 18 Agustus 2026. Ia mengatakan mobil tidak dapat digunakan untuk mencapai sejumlah titik terdampak.
Pemakaian motor tidak berarti distribusi hanya mengandalkan satu moda angkutan. Jika akses darat semakin sulit atau benar-benar tertutup, penyaluran bantuan akan dialihkan melalui armada udara maupun laut.
Bulog telah berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana, termasuk Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto, untuk menyiapkan pilihan pengangkutan tersebut. Dukungan antarlembaga diperlukan ketika kerusakan infrastruktur menghambat perjalanan menuju lokasi pengungsian.
Stok Sudah Ditempatkan di Kupang
Selain menyiapkan moda angkut yang lentur, Bulog menempatkan pasokan beras setiap hari di bandara dan pelabuhan Kupang. Penempatan ini ditujukan untuk memangkas waktu tunggu ketika bantuan harus segera dikirim ke wilayah terdampak.
| Simpul Logistik | Pasokan Siaga | Fungsi Utama |
|---|---|---|
| Bandara Kupang | 10 ton beras per hari | Mendukung pengiriman bantuan melalui udara |
| Pelabuhan Kupang | 10 ton beras per hari | Mendukung pergerakan bantuan melalui laut |
| Jalur darat terdampak | Sepeda motor diprioritaskan | Menjangkau lokasi yang tidak dapat dilalui mobil |
Pimpinan Wilayah Bulog di NTT telah mendorong pasokan agar tersedia di dua titik itu setiap hari. Dengan beras sudah berada dekat jalur keberangkatan, keputusan pengiriman dapat diambil tanpa menunggu penarikan stok dari tempat penyimpanan.
Keberadaan stok di bandara memberi pilihan lebih cepat apabila wilayah tujuan hanya dapat dijangkau lewat udara. Sementara itu, pelabuhan menjadi titik penting untuk pergerakan logistik melalui laut saat jalur darat menghadapi hambatan.
Belajar dari Penanganan Bencana Sebelumnya
Pola mendekatkan persediaan ke simpul transportasi bukan kali pertama diterapkan Bulog. Rizal menyebut pengalaman penyaluran bantuan ketika banjir dan tanah longsor di Aceh, Sumatera Utara, serta Sumatera Barat menjadi dasar pendekatan tersebut.
Menurut laporan VIVA, Bulog menilai posisi stok yang dekat dengan bandara dan pelabuhan membuat penyaluran lebih fleksibel ketika informasi kebutuhan berubah cepat. Bantuan dapat segera digerakkan mengikuti kondisi lapangan dan perkembangan akses menuju daerah terdampak.
Kesiapan Bulog di Kupang juga ditujukan untuk mendukung kebutuhan dapur umum selama masa tanggap darurat. Cadangan pangan tidak hanya diperlukan untuk distribusi langsung kepada warga, tetapi juga untuk menjaga penyediaan makanan bagi pengungsi.
Tantangan utama dalam penanganan Gempa NTT adalah perubahan kondisi akses yang dapat terjadi sewaktu-waktu. Karena itu, kombinasi motor, angkutan laut, dan armada udara menjadi pilihan agar distribusi bantuan tidak bergantung pada satu jalur saja.
Kelancaran distribusi beras akan bergantung pada koordinasi Bulog, BNPB, dan unsur penanggulangan bencana lain di lapangan. Stok yang telah disiagakan di Kupang diharapkan dapat segera bergerak sesuai kebutuhan warga di wilayah terdampak.






