Persaingan Grup D langsung menempatkan dua wakil Indonesia dalam situasi berbeda pada laga pembuka turnamen di Bali. Nathan Barki meraih kemenangan, sedangkan Renaldi Aquila Salim harus mengejar ketertinggalan setelah kalah dari Azuma Visaya asal Amerika Serikat.
Nathan mengalahkan Thomas Patton dari Australia dengan skor 6-4, 7-5 dalam pertandingan selama 1 jam 25 menit. Hasil itu membuatnya mengawali fase round robin dengan modal penting, terutama karena setiap kemenangan berpengaruh pada posisi klasemen grup.
Renaldi belum memperoleh hasil serupa setelah menyerah 1-6, 5-7 kepada Visaya. Meski kalah telak pada set pertama, ia memberikan perlawanan yang lebih ketat pada set kedua sebelum lawannya menuntaskan pertandingan.
Grup D Menjadi Ujian bagi Wakil Indonesia
Kemenangan Nathan membuatnya sementara memimpin Grup D dengan satu kemenangan. Visaya memiliki catatan kemenangan yang sama dan berada tepat di belakangnya, sementara Renaldi perlu memburu hasil positif pada pertandingan berikutnya.
Situasi ini membuat laga-laga lanjutan di Grup D memiliki arti besar bagi peluang Indonesia. Nathan dan Renaldi berada dalam grup yang sama, sehingga hasil setiap pertandingan dapat memengaruhi persaingan kedua pemain menuju fase berikutnya.
| Petenis Indonesia | Grup | Lawan | Hasil |
|---|---|---|---|
| Nathan Barki | D | Thomas Patton, Australia | Menang 6-4, 7-5 |
| Anthony Susanto | A | Gautam S. Venkatraman, India | Menang 6-3, 6-2 |
| Renaldi Aquila Salim | D | Azuma Visaya, Amerika Serikat | Kalah 1-6, 5-7 |
Anthony Memimpin Grup A
Di Grup A, Anthony Susanto juga membuka turnamen dengan kemenangan meyakinkan atas Gautam S. Venkatraman dari India. Petenis berusia 29 tahun itu menang 6-3, 6-2 dalam waktu 1 jam 18 menit.
Set pertama berlangsung cukup ketat sebelum Anthony menemukan ritme permainannya. Reli-reli panjang yang ia bangun kemudian efektif menekan pertahanan Gautam hingga pertandingan selesai dalam dua set.
Kemenangan tersebut membawa Anthony ke posisi teratas klasemen Grup A. Ia memiliki jumlah kemenangan yang sama dengan Aarjun Pandit, tetapi menempati urutan pertama di grupnya.
Anthony dan Nathan sama-sama memegang pijakan awal yang kuat, tetapi keduanya masih harus menjaga konsistensi. Format round robin memberi kesempatan untuk memperbaiki posisi, sekaligus membuat satu hasil kurang baik dapat memengaruhi persaingan berikutnya.
Kembalinya Nathan Setelah Cedera
Bagi Nathan, kemenangan atas Patton memiliki nilai tersendiri karena ia baru kembali berkompetisi setelah cukup lama absen akibat cedera pergelangan tangan. Ia mampu mempertahankan permainan saat Patton memberi tekanan hingga penghujung set kedua.
Menurut VIVA, kemenangan awal Anthony dan Nathan menjadi modal berharga dalam perjalanan menuju fase berikutnya. Namun, persaingan belum selesai karena para pemain masih memiliki pertandingan lain untuk menentukan posisi akhir di klasemen grup.
Turnamen UTR PTT Amman Men’s World Tennis Championship 2026 berlangsung di Bali Beach Country Club, Nusa Dua, Bali. Ajang ini merupakan bagian dari rangkaian Amman Men’s World Championship 2026 yang diikuti 20 petenis dari sembilan negara.
Total hadiah dalam turnamen tersebut mencapai US$20 ribu. Dengan sistem round robin dan persaingan yang masih terbuka, kemenangan berikutnya akan menjadi penentu penting bagi Anthony, Nathan, maupun Renaldi.






