Enam ruas utama di Jakarta Pusat berpotensi mengalami kepadatan saat aksi mahasiswa terkonsentrasi di kawasan Bundaran HI pada Selasa, 18 Agustus 2026. Pengguna jalan perlu mempertimbangkan perubahan rute karena mobilitas massa diperkirakan berlangsung sejak pagi hingga siang.
Jalan MH Thamrin, Kebon Sirih, Sutan Syahrir, Jenderal Sudirman, Imam Bonjol, dan KH Wahid Hasyim menjadi ruas yang perlu diwaspadai. Jalur-jalur tersebut berada di sekitar lokasi aksi atau menjadi akses menuju pusat kegiatan demonstrasi.
Alternatif bagi Pengendara
Kendaraan dari arah Jakarta Selatan atau Semanggi menuju Jakarta Pusat dapat mempertimbangkan Jalan Gatot Subroto, HR Rasuna Said, Prof Dr Satrio, dan Casablanca. Sementara pengendara dari arah utara menuju selatan Jakarta dapat melintasi kawasan Menteng dan Jalan Rasuna Said.
Pengalihan rute dapat menjadi pilihan untuk menghindari titik keramaian selama aksi berjalan. Kondisi perjalanan di pusat kota perlu terus diperhatikan, khususnya bagi warga yang melintas di sekitar Bundaran HI.
Jadwal Pergerakan Sejumlah Kampus
Kelompok mahasiswa dari beberapa perguruan tinggi dijadwalkan memulai kegiatan dari titik keberangkatan yang berbeda. Waktu mulai aksi berkisar dari pukul 09.00 WIB hingga 12.00 WIB.
| Perguruan Tinggi | Waktu Mulai | Titik Awal |
|---|---|---|
| BEM UI | 10.00 WIB | Lapangan FISIP UI |
| Politeknik Negeri Jakarta | 12.00 WIB | Tidak disebutkan |
| Universitas Bung Karno | 11.00 WIB | Bawah Patung Bung Karno |
| Fakultas Hukum Universitas Pancasila | 09.00 WIB | Lobi fakultas |
BEM UI dijadwalkan bergerak dari Lapangan FISIP UI menuju lokasi aksi mulai pukul 10.00 WIB. Mahasiswa Universitas Bung Karno memulai kegiatan pukul 11.00 WIB dari bawah Patung Bung Karno.
Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Pancasila dijadwalkan bergerak sejak pukul 09.00 WIB dari lobi fakultas. Adapun mahasiswa Politeknik Negeri Jakarta dijadwalkan memulai aksi pada pukul 12.00 WIB, tanpa titik awal yang disebutkan.
Delapan Tuntutan dalam Aksi
Aksi mahasiswa tersebut mengusung tema #merebutkemerdekaan dan berlangsung sehari setelah peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Massa membawa delapan tuntutan yang ditujukan kepada pemerintah pusat.
Salah satu tuntutan yang dibawa adalah penghentian penjajahan negara atas rakyat. Mahasiswa juga meminta pemberantasan korupsi, kolusi, dan nepotisme.
Isu biaya hidup turut menjadi bagian dari agenda aksi melalui tuntutan penurunan harga kebutuhan pokok dan bahan bakar. Tuntutan itu ditempatkan bersama persoalan kebijakan pembangunan dan tata kelola pemerintahan.
Mahasiswa meminta evaluasi total terhadap Program Strategis Nasional atau PSN. Mereka juga menuntut penghentian Program Makan Bergizi Gratis atau MBG serta Koperasi Desa Merah Putih atau KDMP.
Agenda lain menyangkut pengembalian otonomi daerah. Dalam tuntutannya, massa meminta penghentian pemusatan kekuasaan dan pemangkasan transfer ke daerah atau TKD.
Menurut laporan tirto.id, kawasan Bundaran HI diperkirakan menjadi titik dengan konsentrasi massa terbesar selama demonstrasi berlangsung. Kepadatan di sekitar Jakarta Pusat berpotensi meningkat seiring pergerakan mahasiswa dari sejumlah kampus menuju kawasan tersebut.
Warga yang memiliki keperluan di pusat Jakarta perlu mengatur waktu perjalanan dan mempertimbangkan jalur alternatif. Perhatian terhadap kondisi lalu lintas menjadi penting karena aksi memusatkan massa dan agenda tuntutan di salah satu kawasan utama ibu kota.






