PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR) memimpin kenaikan saham Kompas100 pada perdagangan Jumat (14/8/2026). Saham ini melonjak 7,01 persen dan menutup sesi di Rp 1.680, saat pergerakan sejumlah saham berkapitalisasi besar masih berada di zona pelemahan.
Penguatan ADMR terjadi ketika Indeks Kompas100 naik 5,89 poin atau 0,72 persen ke level 829. Sepanjang perdagangan, indeks tersebut bergerak pada rentang 818 hingga 831.
Kenaikan indeks tidak berlangsung merata di seluruh konstituen. Namun, saham dari sektor mineral, telekomunikasi, semen, timah, dan nikel mencatatkan penguatan paling menonjol pada akhir pekan.
Ringkasan 5 Saham Penguat Terbesar
| No. | Saham | Perubahan | Harga Penutupan |
|---|---|---|---|
| 1 | PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR) | Naik 7,01 persen | Rp 1.680 |
| 2 | PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (EXCL) | Naik 6,46 persen | Rp 2.800 |
| 3 | PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) | Naik 4,64 persen | Rp 1.580 |
| 4 | PT Timah Tbk (TINS) | Naik 4,57 persen | Rp 3.890 |
| 5 | PT Vale Indonesia Tbk (INCO) | Naik 4,50 persen | Rp 5.225 |
1. ADMR
ADMR menjadi saham dengan kenaikan tertinggi di kelompok Saham Kompas100 setelah naik 7,01 persen ke Rp 1.680. Aktivitas perdagangan saham ini mencapai 8.820 kali transaksi, dengan volume 47 juta saham dan nilai sekitar Rp 77 miliar.
2. EXCL
PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (EXCL) mengikuti di posisi kedua dengan kenaikan 6,46 persen ke Rp 2.800. Saham telekomunikasi ini diperdagangkan sebanyak 6.350 kali, dengan volume 19 juta saham dan nilai transaksi sekitar Rp 53 miliar.
3. SMGR
PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) menguat 4,64 persen dan ditutup pada Rp 1.580. Perdagangan SMGR tercatat sebanyak 4.278 kali dengan volume 23 juta saham serta nilai sekitar Rp 35 miliar.
4. TINS
PT Timah Tbk (TINS) mencatat kenaikan 4,57 persen ke Rp 3.890. Selain masuk jajaran penguat tertinggi, TINS juga membukukan nilai transaksi sekitar Rp 521 miliar.
5. INCO
PT Vale Indonesia Tbk (INCO) melengkapi lima besar setelah naik 4,50 persen ke Rp 5.225. Nilai transaksi saham nikel ini mencapai sekitar Rp 70 miliar selama sesi perdagangan.
Likuiditas Tinggi Tidak Selalu Berujung Penguatan
Data Bursa Efek Indonesia yang dikutip Kompas menunjukkan PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) menjadi saham dengan frekuensi transaksi tertinggi sekaligus nilai transaksi terbesar dalam kelompok Kompas100. Meski demikian, CUAN justru turun 1,79 persen ke Rp 825 dengan frekuensi sekitar 88.000 kali, volume sekitar 1 miliar saham, dan nilai transaksi Rp 871 miliar.
PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) juga mencatat transaksi bernilai besar, yakni sekitar Rp 861 miliar. Saham TPIA terkoreksi 2,43 persen ke Rp 2.010, dengan frekuensi sekitar 72.000 kali dan volume 427 juta saham.
Dari sisi volume, PT Bumi Resources Tbk (BUMI) membukukan perdagangan sekitar 2 miliar saham dan naik 1,69 persen ke Rp 181. PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) juga mencatat volume sekitar 2 miliar saham, sekaligus menguat 2,02 persen ke Rp 101.
RAJA Memimpin Pelemahan
Di tengah kenaikan indeks, PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) menjadi saham Kompas100 dengan koreksi terdalam. RAJA turun 2,91 persen ke Rp 835, dengan frekuensi transaksi sekitar 15.000 kali dan nilai perdagangan sekitar Rp 108 miliar.
Pelemahan lain terjadi pada PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA) yang turun 2,22 persen ke Rp 1.760 serta PT Rukun Raharja Tbk (RATU) yang melemah 1,49 persen ke Rp 4.630. Pergerakan beragam tersebut memperlihatkan bahwa penguatan indeks pada akhir pekan ditopang saham tertentu, sementara tekanan jual masih muncul pada sejumlah emiten lain.






