Pengibaran Bendera Merah Putih bukan satu-satunya bagian penting dalam upacara 17 Agustus 2026. Momen utama tersebut berada di tengah rangkaian 20 tahap yang perlu dijalankan berurutan agar peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI berlangsung tertib dan khidmat.
Susunan acara ini dapat menjadi acuan bagi sekolah, instansi, perguruan tinggi, hingga masyarakat yang menggelar upacara kemerdekaan. Setiap laporan, penghormatan, serta perpindahan posisi petugas memiliki fungsi untuk menjaga jalannya prosesi.
20 Tahap Upacara 17 Agustus 2026
Rangkaian berikut mengacu pada pedoman peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI yang diberitakan Kompas.com. Panitia dapat melakukan penyesuaian teknis sesuai kondisi lokasi tanpa mengabaikan ketentuan pelaksanaan upacara.
| No. | Tahap Kegiatan |
|---|---|
| 1 | Pasukan upacara memasuki tempat upacara. |
| 2 | Komandan Pasukan menyiapkan barisan. |
| 3 | Komandan Upacara memasuki tempat upacara. |
| 4 | Inspektur Upacara memasuki tempat upacara. |
| 5 | Perwira Upacara menyampaikan laporan. |
| 6 | Inspektur Upacara tiba di tempat upacara. |
| 7 | Penghormatan kepada Inspektur Upacara. |
| 8 | Laporan Komandan Upacara. |
| 9 | Pengibaran Bendera Merah Putih diiringi Lagu Kebangsaan Indonesia Raya. |
| 10 | Mengheningkan cipta. |
| 11 | Pembacaan naskah Pancasila. |
| 12 | Pembacaan Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. |
| 13 | Pembacaan naskah Proklamasi. |
| 14 | Pembacaan doa. |
| 15 | Laporan Komandan Upacara. |
| 16 | Penghormatan kepada Inspektur Upacara. |
| 17 | Inspektur Upacara meninggalkan tempat upacara. |
| 18 | Perwira Upacara menyampaikan laporan. |
| 19 | Komandan Upacara membubarkan pasukan. |
| 20 | Upacara selesai. |
Setelah pasukan dan pejabat upacara memasuki lokasi, rangkaian awal ditandai laporan Perwira Upacara serta penghormatan kepada Inspektur Upacara. Komandan Upacara kemudian menyampaikan laporan sebelum bendera dikibarkan.
Pada tahap kesembilan, Bendera Merah Putih dikibarkan dengan iringan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Peserta selanjutnya mengikuti mengheningkan cipta sebagai bagian dari penghormatan dalam peringatan kemerdekaan Indonesia.
Prosesi dilanjutkan dengan pembacaan naskah Pancasila, Pembukaan UUD 1945, dan naskah Proklamasi. Karena ketiga dokumen dibacakan secara beruntun, panitia perlu memastikan naskah tersedia dan telah disiapkan untuk petugas masing-masing.
Posisi Doa dan Persiapan Petugas
Pembacaan doa berada setelah naskah Proklamasi dan sebelum laporan akhir Komandan Upacara. Penempatan ini membuat petugas pembaca doa perlu menyiapkan teks sejak awal agar tidak terjadi jeda yang mengganggu alur upacara.
Contoh doa bernuansa Islam dalam rangkaian upacara HUT ke-81 RI memuat rasa syukur atas kemerdekaan, permohonan menjaga persatuan, serta penghormatan kepada para pahlawan. Isi doa juga mencakup harapan bagi pemimpin, generasi muda, rakyat, dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Doa tersebut memohon agar bangsa dijauhkan dari bencana, wabah, perpecahan, korupsi, kemiskinan, kebodohan, dan kerusakan lingkungan. Teksnya dapat disesuaikan dengan kebutuhan penyelenggara sambil tetap menjaga kekhidmatan acara.
Setelah doa, Komandan Upacara kembali menyampaikan laporan dan pasukan memberikan penghormatan kepada Inspektur Upacara. Inspektur lalu meninggalkan tempat upacara, Perwira Upacara menyampaikan laporan, dan Komandan Upacara membubarkan pasukan.
Peringatan 17 Agustus 2026 mengusung tema “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”. Pembagian susunan acara kepada seluruh petugas sebelum prosesi dimulai dapat membantu setiap tahap berjalan lancar hingga upacara dinyatakan selesai.






