Program penurunan berat badan tidak semata-mata mengubah angka di timbangan. Dokter mengingatkan, berkurangnya lemak tubuh dapat berkaitan dengan menurunnya sejumlah vitamin yang larut dalam lemak.
Empat vitamin yang perlu mendapat perhatian ialah vitamin A, vitamin D, vitamin E, dan vitamin K. Kelompok zat gizi ini disebut dapat ikut berkurang ketika lemak tubuh dibuang dalam proses diet.
Dokter Spesialis Gizi Klinik dr Igus Ulfa Yaze, SpGK, menilai kondisi tersebut menjadi alasan kebutuhan vitamin dan mineral tidak boleh diabaikan. Pengaturan makan untuk menurunkan berat badan tetap perlu mempertimbangkan kecukupan mikronutrien.
“Kalau multivitamin, tetap penting. Karena kalau kita mau turun dari badan, biasanya ada lemak yang mau kita buang,” ujar dr Yaze.
Menurutnya, sasaran diet penurunan berat badan umumnya mencakup pengurangan lemak tubuh. Namun, lemak tidak hanya berkaitan dengan simpanan energi, karena terdapat vitamin tertentu yang memiliki kaitan dengan komponen tersebut.
Empat vitamin yang menjadi perhatian
Vitamin A, D, E, dan K termasuk dalam kelompok vitamin larut lemak. Dalam penjelasannya, dr Yaze menyebut vitamin-vitamin tersebut dapat ikut hilang bersama lemak yang dibuang.
| Vitamin | Kelompok | Kaitan saat lemak tubuh berkurang |
|---|---|---|
| Vitamin A | Larut lemak | Dapat ikut berkurang bersama lemak yang dibuang |
| Vitamin D | Larut lemak | Dapat ikut berkurang bersama lemak yang dibuang |
| Vitamin E | Larut lemak | Dapat ikut berkurang bersama lemak yang dibuang |
| Vitamin K | Larut lemak | Dapat ikut berkurang bersama lemak yang dibuang |
“Lemak yang kita buang itu biasanya ada beberapa vitamin larut lemak yang ikutan hilang. Seperti A, D, E sama K,” jelasnya.
Peringatan ini menempatkan diet sebagai proses yang lebih luas daripada sekadar membatasi asupan untuk mengejar target berat badan. Pengurangan lemak perlu berjalan beriringan dengan perhatian pada kebutuhan zat gizi esensial bagi tubuh.
Asupan mikronutrien mencakup vitamin dan mineral yang tetap diperlukan selama seseorang mengatur pola makan. Karena itu, penurunan berat badan tidak sebaiknya hanya diukur dari seberapa banyak lemak yang berhasil dikurangi.
Multivitamin sebagai pendamping diet
dr Yaze memandang multivitamin dapat digunakan sebagai pendamping dalam proses diet. Perannya adalah membantu menjaga perhatian terhadap potensi kekurangan mikronutrien dari vitamin dan mineral.
Penjelasan yang dimuat health.detik.com itu juga menepis anggapan bahwa vitamin selalu mengganggu upaya menurunkan berat badan. Dalam konteks yang disampaikan dr Yaze, multivitamin justru dipandang sebagai pelengkap saat asupan makanan sedang diatur.
Penggunaan multivitamin dalam konteks ini tidak mengubah tujuan utama diet, yaitu menurunkan berat badan melalui pengurangan lemak tubuh. Namun, keberadaannya dinilai dapat membantu agar kebutuhan gizi tidak luput dari perhatian selama proses tersebut berlangsung.
Fokus pada kecukupan vitamin dan mineral menjadi penting karena tubuh memerlukan lebih dari sekadar pengurangan kalori dan lemak. Pola makan yang diatur untuk diet perlu tetap memperhatikan kemungkinan berkurangnya zat gizi yang berkaitan dengan lemak tubuh.
“Jadi biasanya didampingi dengan multivitamin itu lebih bagus. Supaya tidak terjadi kekurangan mikronutrien tadi dari vitamin dan mineral,” tutup dr Yaze.






