Pengadilan di Texas memerintahkan agar seorang bayi dengan kelainan jantung bawaan berat tetap memperoleh perawatan medis dan tidak dibawa keluar dari wilayah tersebut. Putusan ini diambil setelah Jaksa Agung Texas Ken Paxton mengajukan petisi untuk memastikan bayi itu mendapat tindakan penyelamatan jiwa segera setelah lahir.
Bayi bernama Gabriel kini dirawat secara intensif di Texas bersama tim dokter spesialis jantung. Ia telah diserahkan kepada orang tua biologisnya, Nausheen Gilkar dan Omar Ahmed, yang mendampingi proses perawatannya.
Perintah pengadilan melarang pihak mana pun menunda penanganan medis Gabriel. Pengadilan juga melarang bayi itu dibawa ke luar Texas selama kebutuhan perawatannya masih berlangsung.
Kondisi Jantung Membutuhkan Tindakan Cepat
Gabriel didiagnosis mengalami Hypoplastic Left Heart Syndrome atau HLHS, kelainan bawaan langka yang menyebabkan bagian kiri jantung tidak berkembang sempurna. Kondisi ini mengganggu kemampuan jantung dalam memompa darah ke seluruh tubuh.
Bayi dengan HLHS membutuhkan penanganan medis segera setelah dilahirkan agar dapat bertahan hidup. Operasi jantung pada masa awal kelahiran menjadi bagian penting dari perawatan kondisi tersebut.
| Kondisi Penanganan | Dampak bagi Bayi dengan HLHS |
|---|---|
| Tanpa operasi segera setelah lahir | Bayi disebut tidak akan bertahan melewati minggu pertama |
| Dengan operasi medis | Kelangsungan hidup mencapai 75 persen hingga usia 5 tahun dan 90 persen hingga usia 18 tahun |
Data tersebut menunjukkan bahwa waktu menjadi faktor penting dalam penanganan bayi dengan kelainan jantung ini. Kebutuhan tindakan cepat menjadi dasar utama intervensi hukum di Texas.
Kehamilan Memicu Perselisihan
Kasus Gabriel bermula dari keputusan McKenna West, seorang ibu pengganti asal Alaska, untuk mempertahankan kehamilan. Janin yang dikandungnya telah didiagnosis memiliki kelainan jantung berat sebelum persalinan.
West kemudian pergi ke Texas untuk melahirkan Gabriel. Langkah itu menempatkan kehamilan tersebut di tengah perselisihan mengenai keputusan reproduksi, perjanjian ibu pengganti, dan kebutuhan medis bayi yang akan lahir.
Menurut laporan health.detik.com yang mengutip The Guardian, West menuduh Gilkar dan Ahmed meminta kehamilan tersebut dihentikan. Pasangan orang tua biologis dari California itu membantah pernah meminta West menggugurkan kandungan.
West menyatakan sempat mengkhawatirkan kewenangannya dalam menentukan keputusan medis bagi bayi setelah persalinan. Posisi ibu pengganti membuat persoalan itu semakin rumit karena bayi tersebut memiliki orang tua biologis.
“Sangat menakutkan untuk berpikir bahwa saya, sebagai orang yang melahirkan, mungkin menjadi pihak yang tidak dapat membuat keputusan tentang pengobatannya,” ujar McKenna West. Pernyataan itu menggambarkan kekhawatirannya mengenai perawatan bayi setelah kelahiran.
Pengasuhan Beralih kepada Orang Tua Biologis
West melahirkan Gabriel di sebuah rumah sakit di Dallas County, Texas. Ketika bayi itu berusia dua hari, ia diserahkan kepada Gilkar dan Ahmed untuk diasuh.
Kuasa hukum mengonfirmasi bahwa orang tua biologis kini mengambil alih pengasuhan Gabriel. Sementara itu, fokus utama tetap berada pada perawatan intensif bayi dan pengawasan dokter spesialis jantung.
Kasus ini menyoroti batas kewenangan yang dapat muncul dalam perjanjian ibu pengganti ketika bayi membutuhkan tindakan medis mendesak. Bagi Gabriel, penanganan jantung yang cepat menjadi kebutuhan paling utama dalam masa awal kehidupannya.






