Warga Kudus dapat mengikuti pertandingan sepak bola putri tanpa harus berada di dalam Supersoccer Arena. Srikandi Fair di Lapangan Rendeng menyediakan layar monitor raksasa yang menayangkan laga Srikandi Merdeka Cup dari kawasan tepat di seberang stadion.
Konsep tersebut membuat suasana turnamen internasional tidak hanya berpusat di arena pertandingan. Pengunjung juga dapat menikmati kuliner, hiburan, serta wahana anak sambil menyaksikan laga yang berlangsung.
Putri Nusantara Menelan Kekalahan
Di tengah kemeriahan kegiatan, Putri Nusantara atau Indonesia U-16 belum memperoleh hasil positif pada lanjutan Grup B Srikandi Merdeka Cup. Tim muda Indonesia itu kalah 0-2 dari Singapura.
Pelatih Takumi Taniguchi menyampaikan permintaan maaf atas hasil tersebut dan menilai para pemain sudah memperlihatkan kemampuan terbaik. Ia berharap Putri Nusantara dapat meraih kemenangan pada pertandingan berikutnya.
Taniguchi menekankan bahwa skuadnya masih dihuni pemain berusia sangat muda. Bagi sebagian besar pemain, turnamen ini menjadi pengalaman pertama tampil dalam pertandingan level internasional.
“Masa depan mereka masih panjang,” kata Taniguchi. Kekalahan dari Singapura menjadi bagian dari proses kompetitif yang dihadapi para pemain muda Indonesia di ajang tersebut.
Fair Memperluas Akses Warga
Srikandi Fair digelar untuk memeriahkan perayaan Hari Kemerdekaan Indonesia ke-81 di Kudus. Lapangan Rendeng menjadi titik berkumpul warga karena memadukan kegiatan nonton bersama, panggung hiburan, area kuliner, dan permainan anak dalam satu kawasan.
Deretan 35 booth UMKM Kudus menjadi salah satu bagian utama di area fair. Kehadiran pelaku usaha lokal menghubungkan penyelenggaraan turnamen dengan aktivitas ekonomi warga selama rangkaian acara berlangsung.
| Area | Fasilitas | Fungsi bagi Pengunjung |
|---|---|---|
| Kuliner | 35 booth UMKM Kudus | Menyediakan beragam pilihan makanan |
| Hiburan anak | Bianglala dan komidi putar | Menjadi arena bermain ramah anak |
| Nonton bersama | Panggung hiburan dan layar monitor raksasa | Memfasilitasi warga menyaksikan pertandingan dari luar stadion |
Panitia juga menampilkan replika raksasa trofi Srikandi Merdeka Cup persembahan Caffino. Sementara itu, bianglala dan komidi putar disiapkan sebagai pilihan hiburan ramah anak bagi keluarga yang datang.
Pembukaan fair ditandai dengan kirab kebudayaan dari Alun-alun Simpang 7 Kudus menuju Lapangan Rendeng. Marching band SMK Wisudha Karya turut memeriahkan barisan kirab tersebut.
Bupati Kudus Sam’ani Intakoris dan Wakil Bupati Kudus Bellinda Birton ikut dalam kegiatan itu. Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation Yoppy Rosimin serta Program Director Srikandi Merdeka Cup Teddy Tjahjono juga hadir dalam rombongan.
Sport Tourism dan Ekonomi Warga
Menurut detik.com, penyelenggaraan turnamen sepak bola putri level internasional ini dipandang memperkuat posisi Kudus sebagai destinasi sport tourism. Kegiatan tersebut juga dikaitkan dengan pengembangan ekonomi kerakyatan dan dorongan terhadap prestasi pesepak bola putri Indonesia.
“Ini menjadi suatu keberkahan dan rahmat bagi Kabupaten Kudus dengan terselenggaranya turnamen sepak bola putri level internasional yang disponsori Bakti Olahraga Djarum Foundation dan Caffino,” kata Sam’ani dalam keterangan pers. Ia menilai ajang tersebut menguatkan citra Kudus sebagai destinasi sport tourism pada momentum HUT Kemerdekaan Republik Indonesia.
Keberadaan layar raksasa membuat warga yang berada di area fair tetap terhubung dengan jalannya pertandingan. Dengan demikian, Srikandi Fair menghadirkan ruang bersama yang mempertemukan olahraga putri, hiburan keluarga, dan produk UMKM Kudus.






