Tunggakan Utang Argentina Tiga Kali Lipat saat Inflasi Turun di Era Milei

Sebanyak 5,8 juta warga Argentina tercatat menunggak pembayaran utang lebih dari 90 hari, di tengah laporan bahwa angka tunggakan meningkat hingga tiga kali lipat dalam setahun. Lonjakan itu terjadi ketika pengendalian inflasi berjalan bersamaan dengan tekanan biaya hidup yang masih berat bagi rumah tangga.

Bank Sentral Argentina mencatat sekitar 21 juta dari total 46 juta penduduk memiliki utang dalam berbagai bentuk. Pinjaman pribadi dan kartu kredit menjadi sumber utama masalah karena mencakup lebih dari 70 persen total kredit bermasalah.

IndikatorDataKeterangan
Jumlah penduduk46 juta orangTotal populasi Argentina
Warga memiliki utang21 juta orangBerbagai bentuk pinjaman
Penunggak lebih dari 90 hari5,8 juta orangKeterlambatan pembayaran utang
Pinjaman bermasalah dominanLebih dari 70 persenPinjaman pribadi dan kartu kredit

Data tersebut menunjukkan tekanan tidak hanya dialami peminjam dengan kewajiban besar. Pinjaman bernilai kecil pun dapat membengkak cepat ketika bunga terus berjalan selama pembayaran tertunda.

Tagihan Rumah Tangga Makin Sulit Dikejar

Banyak keluarga kini harus membagi pendapatan untuk kebutuhan pokok, utilitas, transportasi, obat-obatan, dan cicilan. Pendapatan yang stagnan membuat sebagian warga terpaksa menunda pembayaran saat pengeluaran harian lebih mendesak.

Claudia Debaste, seorang ibu tunggal berusia 40 tahun dengan pekerjaan bergaji rendah, menghadapi beban tersebut dalam kesehariannya. Ia mulai menunggak kartu kredit empat bulan lalu dan berusaha menjadwalkan ulang utangnya.

“Saya tidur dan bangun dengan memikirkan bagaimana cara melunasinya,” kata Debaste mengenai tagihan kartu kreditnya. Kondisi itu menggambarkan tekanan psikologis yang muncul ketika kewajiban kredit bertumpuk dengan kebutuhan dasar.

Andrea, ibu berusia 32 tahun, juga mengalami kenaikan tagihan setelah tempatnya bekerja di toko alat tulis tutup. Ia mengambil pinjaman untuk membeli oven dan memulai usaha katering, tetapi kemudian kesulitan mengikuti pembayaran.

Utang Andrea disebut naik dari satu juta peso menjadi lima juta peso setelah ia menunggak selama beberapa bulan. “Saya menunggak bayar tagihan, dan dalam beberapa bulan utang itu membengkak hingga terlalu besar untuk dilunasi,” ujarnya.

Efisiensi dan Perbedaan Pandangan soal Utang

Pemerintahan Presiden Javier Milei menjalankan kebijakan efisiensi untuk menekan inflasi, termasuk melalui pemangkasan sejumlah subsidi. Pengurangan subsidi transportasi, gas, obat-obatan, serta kebutuhan pokok ikut menambah beban pengeluaran keluarga.

Presiden Banco Provincia di Buenos Aires, Juan Cuattromo, menilai persoalan utang tidak dapat dibebankan sepenuhnya kepada perilaku peminjam. Menurut dia, tunggakan berkaitan dengan “konteks makroekonomi yang memperburuk pendapatan, lapangan kerja, dan aktivitas ekonomi.”

Milei mengambil sikap berbeda dalam sebuah wawancara ketika menanggapi persoalan utang masyarakat. “Apakah ada yang menodongkan senjata ke kepala mereka untuk memaksa mereka berutang?” tanyanya.

Perbedaan pandangan tersebut muncul ketika periode pembayaran yang lebih panjang belum tentu meringankan beban debitur. Tagihan tetap dapat meningkat apabila bunga dan denda keterlambatan terus terakumulasi.

Akses Kredit Digital Memperluas Kekhawatiran

Risiko utang juga meningkat seiring makin mudahnya akses kredit melalui dompet digital, termasuk layanan Mercado Pago. Unit pembayaran digital milik Mercado Libre itu menawarkan akses uang tunai instan, bahkan kepada remaja berusia 13 tahun.

Gabriel Solano, pemimpin Workers’ Party, mengajukan gugatan pidana terhadap CEO Mercado Libre Marcos Galperin atas tuduhan praktik rentenir. Melalui platform X, Solano menyebut total biaya keuangan efektif pinjaman Mercado Pago mencapai 1.375 persen.

Center for Argentine Political Economy menyebut tingkat tunggakan pinjaman pribadi dan kartu kredit ini sebagai yang tertinggi dalam dua dekade terakhir. Situasi tersebut memperlihatkan bahwa inflasi yang lebih terkendali belum otomatis memulihkan kemampuan bayar jutaan warga.

Baca Juga