Hembusan angin hingga 154 mil per jam tercatat di puncak Mauna Kea ketika Topan Lala membawa cuaca ekstrem ke Hawaii. Kondisi tersebut terjadi bersamaan dengan penghentian layanan TheBus Oahu pada Sabtu malam demi keselamatan penumpang dan pengemudi.
Gangguan badai tidak hanya memengaruhi transportasi umum, tetapi juga mengancam pasokan listrik, akses jalan, serta keselamatan warga di sejumlah pulau. Pohon dan tiang listrik dilaporkan tumbang di Big Island, sementara beberapa ruas jalan tidak dapat dilalui.
Layanan Bus Dihentikan Mulai Pukul 20.31
Dinas Perhubungan Kota dan Kabupaten Honolulu menghentikan seluruh perjalanan TheBus Oahu yang memiliki jadwal keberangkatan pukul 20.31 waktu setempat atau lebih lambat. Kebijakan itu diterapkan saat angin kencang dan hujan deras memburuk di kawasan kepulauan.
Bus yang telah memulai perjalanan sebelum pukul 20.30 tetap melanjutkan rute hingga mencapai tujuan akhir. Dengan demikian, penghentian hanya berlaku bagi perjalanan yang belum dimulai setelah batas waktu tersebut.
Operasional angkutan umum akan kembali dijalankan setelah kondisi cuaca dinilai aman untuk kegiatan normal. Warga yang bergantung pada layanan bus diminta memperhatikan penangguhan perjalanan selama dampak badai masih berlangsung.
Angin Kencang Melanda Maui hingga Oahu
Pusat Badai Nasional mendeteksi dinding mata Topan Lala bergerak melintasi sisi selatan Big Island. Di wilayah pegunungan Maui dan Oahu, kecepatan angin berada pada kisaran 50 hingga 90 mil per jam.
Catatan paling ekstrem berasal dari stasiun pemantau di puncak Mauna Kea dengan hembusan mencapai 154 mil per jam. Kecepatan tersebut memperlihatkan risiko tinggi bagi aktivitas luar ruang, jaringan listrik, dan mobilitas antarkawasan.
| Wilayah | Kondisi yang Dilaporkan | Potensi Dampak |
|---|---|---|
| Pegunungan Maui dan Oahu | Angin 50-90 mil per jam | Gangguan aktivitas dan transportasi |
| Puncak Mauna Kea | Hembusan hingga 154 mil per jam | Angin sangat kencang |
| Maui dan Big Island | Hujan 8-12 inci | Banjir bandang dan tanah longsor |
| Area pegunungan | Hujan hingga 25 inci | Risiko bencana meningkat |
Di Big Island, angin kuat telah menumbangkan pohon dan tiang listrik serta memutus akses jalan di sejumlah bagian pulau. Kerusakan infrastruktur itu meningkatkan kemungkinan pemadaman listrik berlangsung lebih lama.
Pemerintah mengimbau warga di kawasan rawan untuk menyiapkan diri menghadapi gangguan listrik dan keterbatasan akses. Kondisi jalan yang berubah cepat juga dapat menyulitkan perjalanan ketika hujan dan angin masih melanda.
Hujan Lebat Memicu Penutupan Jalan
Curah hujan di Maui dan Big Island diperkirakan mencapai 8 hingga 12 inci. Akumulasi hujan di kawasan pegunungan bahkan berpotensi menyentuh 25 inci.
Badan Meteorologi Nasional memperingatkan bahwa hujan berintensitas tinggi dapat memicu banjir bandang dan tanah longsor. Ancaman itu terutama perlu diwaspadai pada wilayah dengan kontur pegunungan.
Genangan air telah menyebabkan penutupan sejumlah rute lalu lintas di Kota Hilo, Mountain View, dan Hawaiian Paradise. Penutupan tersebut menambah tekanan terhadap mobilitas warga ketika layanan bus di Oahu ikut dihentikan sementara.
Warga pesisir juga diminta mewaspadai banjir rob akibat gelombang tinggi yang menyertai dampak Topan Lala. Layanan transportasi publik akan tetap ditangguhkan hingga cuaca membaik dan kondisi perjalanan kembali aman.






