Apple harus menempuh jalur berbeda untuk membawa kecerdasan buatan generatif ke China. Alih-alih memakai konfigurasi global secara utuh, perusahaan menyiapkan sistem lokal yang melibatkan model Qwen milik Alibaba.
Penyesuaian itu penting karena layanan AI dari perusahaan asing menghadapi pengawasan ketat di China. Apple Intelligence baru memperoleh jalan menuju perangkat lokal setelah memenuhi tahapan regulasi yang diperlukan.
Cyberspace Administration of China atau CAC disebut telah mendaftarkan layanan AI generatif Apple pada Juli. Lembaga pengawas internet China itu berperan dalam proses yang memungkinkan layanan tersebut ditawarkan secara resmi kepada pengguna.
Apple juga dilaporkan telah menyelesaikan pelatihan large language model atau LLM untuk pasar China. Versi lokal Apple Intelligence diperkirakan hadir dalam beberapa bulan mendatang melalui pembaruan perangkat lunak.
Pengalaman AI yang disesuaikan
Pembaruan tersebut berpotensi menjangkau iPhone, iPad, Mac, dan Vision Pro yang kompatibel. Dengan demikian, pengguna perangkat Apple di China dapat memperoleh fitur yang selama ini belum tersedia sejak Apple Intelligence diluncurkan secara global pada 2024.
Model Qwen disebut terlibat dalam pengembangan Apple Intelligence untuk China, meski pembagian peran teknisnya belum diungkapkan. Integrasi itu memberi sinyal bahwa Apple akan membangun pengalaman AI yang disesuaikan dengan kebutuhan pasar setempat.
Tanda awal integrasi pernah muncul dalam panduan berbahasa Mandarin bagi pengguna Mac yang memenuhi syarat di China daratan. Menurut Kompas Tekno, panduan itu menerangkan cara menghubungkan Qwen dengan Siri dan Writing Tools.
| Wilayah | Rancangan layanan AI Apple | Konteks pendukung |
|---|---|---|
| Pasar internasional | Teknologi dan mitra AI global | Konfigurasi layanan global |
| China | Sistem khusus mengikuti aturan lokal | Alibaba dan model Qwen |
Berbeda dari pasar internasional
Perbedaan pendekatan itu berkaitan dengan aturan China terhadap layanan AI generatif. Teknologi yang hendak ditawarkan kepada pengguna harus melewati proses pengawasan pemerintah terlebih dahulu.
Kondisi tersebut juga membuat Apple tidak dapat mengandalkan layanan AI asal Amerika Serikat yang digunakan atau tersedia di negara lain. ChatGPT dari OpenAI dan Claude dari Anthropic tidak tersedia secara resmi di China.
Karena itu, kerja sama dengan perusahaan lokal menjadi bagian dari strategi Apple untuk memasuki pasar tersebut. Sistem yang dibangun tidak hanya perlu bekerja pada perangkat Apple, tetapi juga harus dapat berjalan dalam kerangka regulasi China.
Peran Alibaba menguat
Chairman Alibaba Joe Tsai telah mengonfirmasi kerja sama Apple dan Alibaba untuk proyek AI pada Februari 2025. Ia menyatakan Apple sempat berdiskusi dengan beberapa perusahaan teknologi China sebelum menentukan Alibaba sebagai mitra untuk kemampuan AI pada iPhone di negara itu.
Reuters sebelumnya melaporkan bahwa teknologi Baidu juga sempat disebut akan masuk ke ekosistem AI Apple di China. Perkembangan terbaru mengenai Qwen menempatkan Alibaba sebagai elemen utama dalam layanan yang sedang disiapkan.
Apple disebut menjadi perusahaan asing pertama yang memperoleh persetujuan untuk menawarkan model AI proprietary di China. Model proprietary adalah teknologi AI yang dikembangkan dan dimiliki sendiri oleh perusahaan, bukan layanan terbuka bagi penggunaan bebas pihak lain.
Keberadaan Apple Intelligence versi China akan menjadi ujian bagi strategi lokal Apple di pasar perangkat yang sangat penting. Nilai tambah fitur AI bagi pengguna nantinya akan bergantung pada kelancaran integrasi antara teknologi Apple, Qwen, serta layanan bawaan seperti Siri dan Writing Tools.






