Rupiah Menyentuh Rp 17.877, Kursnya Rp 377 di Atas Asumsi RAPBN 2027

Nilai tukar rupiah sempat menyentuh Rp 17.877 per dolar AS pada perdagangan Rabu, 12 Agustus 2026. Posisi tersebut berada Rp 377 di atas asumsi kurs Rp 17.500 per dolar AS yang digunakan pemerintah dalam RAPBN 2027.

Tekanan terhadap rupiah memang mereda pada akhir pekan, tetapi kurs belum kembali ke posisi awal periode. Pada Jumat, 14 Agustus 2026, rupiah ditutup di Rp 17.827 per dolar AS setelah menguat 50 poin.

Penutupan Jumat itu masih menunjukkan rupiah berada Rp 327 di atas patokan pemerintah dalam rancangan anggaran. Perbedaan ini menjadi perhatian karena asumsi kurs merupakan salah satu indikator makroekonomi dalam penyusunan anggaran negara.

Rupiah Melemah dalam Sepekan

Sepanjang pekan, nilai tukar rupiah melemah 72 poin atau 0,40 persen. Kurs bergerak dari Rp 17.755 pada awal periode menjadi Rp 17.827 per dolar AS pada penutupan Jumat.

Rupiah sebenarnya memulai perdagangan dengan penguatan cukup besar pada Senin, 10 Agustus. Namun, penguatan tersebut tidak bertahan ketika tekanan muncul pada perdagangan berikutnya.

Hari, TanggalPembukaanPenutupan
Senin, 10 AgustusMenguat 87 poin ke Rp 17.810Menguat 142 poin ke Rp 17.755
Selasa, 11 AgustusMelemah 41 poin ke Rp 17.796Melemah 106 poin ke Rp 17.861
Rabu, 12 AgustusMelemah 7 poin ke Rp 17.868Melemah 16 poin ke Rp 17.877
Kamis, 13 AgustusMelemah 2 poin ke Rp 17.879Stagnan di Rp 17.877
Jumat, 14 AgustusMenguat 4 poin ke Rp 17.873Menguat 50 poin ke Rp 17.827

Tekanan paling besar terjadi pada Selasa sore saat rupiah melemah 106 poin hingga ditutup di Rp 17.861 per dolar AS. Pelemahan berlanjut pada Rabu dan membawa kurs penutupan mencapai Rp 17.877 per dolar AS.

Pada Kamis, rupiah dibuka sedikit lebih lemah di Rp 17.879 per dolar AS. Perdagangan kemudian berakhir stagnan di Rp 17.877 per dolar AS.

Penguatan pada Jumat memberi ruang pemulihan setelah tekanan selama beberapa hari sebelumnya. Meski demikian, kurs penutupan akhir pekan tetap lebih lemah dibandingkan posisi penutupan Senin.

Asumsi Makro RAPBN 2027

Pergerakan Nilai Tukar Rupiah berlangsung ketika perhatian publik tertuju pada persiapan pengumuman RAPBN 2027 oleh Presiden Prabowo Subianto. Rancangan anggaran itu memuat sejumlah asumsi dasar makroekonomi sebagai acuan kebijakan pemerintah.

Dalam RAPBN 2027, pemerintah menggunakan asumsi pertumbuhan ekonomi sebesar 6 persen. Asumsi inflasi ditetapkan pada level 2,5 persen.

Pemerintah juga mematok asumsi suku bunga Surat Berharga Negara tenor 10 tahun sebesar 6,9 persen. Untuk kurs, pemerintah menggunakan patokan Rp 17.500 per dolar AS.

Patokan tersebut lebih rendah dibandingkan penutupan rupiah pada Jumat maupun titik terlemah rupiah selama pekan itu. Jarak antara asumsi anggaran dan pergerakan kurs aktual memperlihatkan rupiah masih berada di atas target yang dipakai pemerintah.

Selain indikator makroekonomi, RAPBN 2027 mencantumkan target Defisit Anggaran sebesar Rp 671,2 triliun. Nilai itu setara 2,4 persen dari produk domestik bruto atau PDB.

Data pergerakan harian rupiah serta asumsi RAPBN 2027 tersebut dilansir Investor Daily. Perkembangan kurs pada pekan itu menunjukkan penguatan pada hari terakhir belum sepenuhnya menutup pelemahan yang terjadi setelah awal perdagangan.

Baca Juga