ROSA Membuat Operasi Lutut Lebih Terukur, Keputusan Tetap di Tangan Dokter

Teknologi robotik ROSA® membantu dokter membuat pengukuran dan perencanaan operasi lutut secara lebih rinci. Namun, perangkat ini tidak mengambil alih keputusan medis maupun tindakan utama di ruang operasi.

Dokter tetap menentukan kebutuhan operasi, metode yang dipilih, hingga target penanganan berdasarkan kondisi masing-masing pasien. ROSA® berperan sebagai asisten yang menyediakan data dan panduan selama prosedur berlangsung.

Pemakaian perangkat tersebut menjadi salah satu pendekatan dalam operasi penggantian sendi lutut di RS Premier Bintaro. Sistem ini membantu tim bedah menyesuaikan rencana penempatan implan dengan bentuk tulang, posisi sendi, dan karakteristik anatomi pasien.

Setiap lutut memiliki kondisi yang berbeda, sehingga tindakan penggantian sendi tidak dapat diperlakukan dengan satu pola yang sama. Pengukuran selama operasi dapat digunakan dokter untuk mengevaluasi posisi implan serta target keseimbangan sendi.

Peran ROSA® dalam tahapan operasi

Dalam prosedur operasi lutut, teknologi ini mendukung sejumlah kebutuhan teknis yang berkaitan dengan perencanaan dan evaluasi tindakan. Fungsi tersebut ditujukan agar dokter memiliki informasi yang lebih terukur saat menyesuaikan tindakan dengan anatomi pasien.

FungsiPeran dalam Prosedur
Penempatan implanMembantu dokter merencanakan dan menempatkan implan secara lebih terukur dalam operasi penggantian sendi lutut.
Penyesuaian anatomiMenyediakan data untuk menyusun rencana tindakan sesuai bentuk dan karakteristik lutut pasien.
Keseimbangan sendiMendukung evaluasi pengukuran untuk mencapai target keseimbangan sendi selama prosedur.
Pemulihan fungsiTindakan yang disesuaikan dengan kondisi pasien diharapkan dapat mendukung pemulihan fungsi lutut setelah operasi.

dr. Andito Wibisono, Sp.OT, Subsp. PL, dokter bedah pinggul dan lutut, menegaskan bahwa teknologi robotik tetap berada di bawah kendali dokter. Menurutnya, perangkat tersebut membantu pengambilan keputusan dan tindakan melalui dukungan data serta perencanaan yang lebih detail.

Penjelasan mengenai penggunaan ROSA® disampaikan dalam acara “ROSA® Robotic Surgical Assistant: Safer & Smarter Knee Surgery” di RS Premier Bintaro pada Kamis, 13 Agustus 2026. Dalam keseluruhan proses medis, teknologi ini diposisikan sebagai alat pendukung, bukan penentu hasil penanganan.

Penggunaan robotik juga tidak menjamin hasil operasi yang identik bagi setiap pasien. Kondisi medis, kebutuhan tindakan, serta pertimbangan dokter tetap menjadi faktor utama dalam menangani gangguan lutut.

Rehabilitasi Disiapkan Sejak Sebelum Operasi

Keberhasilan penanganan lutut tidak berhenti saat prosedur bedah selesai dilakukan. Rehabilitasi diperlukan untuk membantu pasien mengembalikan fungsi sendi dan menjalankan aktivitas sehari-hari secara bertahap sesuai kemampuan.

dr. Anita Ratnawati, Sp.KFR, Subsp. KR(K), dokter spesialis kedokteran fisik dan rehabilitasi konsultan, menyatakan program rehabilitasi perlu dirancang sejak sebelum operasi. Persiapan awal memungkinkan target pemulihan disesuaikan dengan kondisi fisik serta aktivitas yang ingin dicapai pasien.

Kolaborasi antara dokter bedah dan dokter rehabilitasi menjadi bagian penting dari rangkaian perawatan. Pendekatan itu mencakup persiapan sebelum operasi, tindakan operatif, hingga perawatan setelah pasien menjalani prosedur.

ROSA® hadir sebagai bagian dari pengembangan layanan berbasis teknologi di RS Premier Bintaro, rumah sakit swasta di Tangerang Selatan yang beroperasi sejak 12 Oktober 1998. Selain layanan ortopedi, rumah sakit ini juga menyediakan layanan tulang belakang, olahraga dan kebugaran, jantung, vaskular, stroke, serta klinik kulit dan laser.

Konsep layanan terpadu memungkinkan pasien menjalani konsultasi, pemeriksaan penunjang, tindakan operatif, perawatan inap, hingga layanan setelah perawatan inap dalam satu rangkaian. Teknologi, dokter, dan tim medis ditempatkan sebagai unsur yang bekerja bersama untuk memberikan penanganan yang aman, terukur, dan sesuai kebutuhan pasien.

Baca Juga