Dari Ketakutan ke Kebebasan, Prass Tuangkan Empat Tahun dalam Enam Lagu

Prass merangkum proses berdamai dengan ketakutan, kehilangan, dan beban masa lalu melalui EP Free as a Bird. Rilisan berisi enam lagu itu tersedia di berbagai platform streaming digital mulai 24 Juli 2026.

Perjalanan emosional yang direkam dalam karya tersebut berlangsung selama empat tahun. Musisi solo asal Jatinangor, Jawa Barat, itu menempatkan setiap lagu sebagai tahapan untuk menuju penerimaan diri dan kebebasan.

Setelah EP dirilis, Prass menjadwalkan showcase perdana di Kyoto, Jepang, pada 29 Juli 2026. Dalam penampilan itu, mayoritas lagu akan tetap dibawakan dalam bahasa Indonesia karena ia menilai bahasa ibu memiliki daya emosional yang dapat menjangkau pendengar lintas budaya.

Jurnal Audio dari Proses Pemulihan

Free as a Bird tidak disusun semata-mata sebagai kumpulan materi baru. EP ini menjadi jurnal audio yang menyimpan pertanyaan, kecemasan, dan pelajaran yang ditemui Prass dalam proses pemulihan dirinya.

Gagasan tersebut berawal pada 2023, ketika seorang psikolog menyarankan Prass melakukan journaling. Alih-alih menuliskan pengalaman itu dalam catatan pribadi, ia memilih lagu sebagai medium untuk mengolah berbagai emosi yang dihadapi.

Hipnoterapi juga menjadi bagian dari perjalanan Prass untuk menerima diri dan melepaskan beban masa lalu. Pengalaman itu kemudian diterjemahkan ke dalam lirik yang memandang masa lalu bukan sebagai sesuatu yang harus dihapus, melainkan perlu dihadapi.

Dalam keterangan resminya, Prass menyatakan bahwa Free as a Bird berbicara tentang berdamai dengan masa lalu, bukan melupakannya. Ia berharap lagu-lagu tersebut dapat menemani pendengar yang tengah berjuang dan mengingatkan bahwa setiap akhir dapat membuka awal baru.

Enam Tahap Menuju Penerimaan

Enam trek dalam EP ini disusun sebagai satu alur yang bergerak dari pencarian makna hingga pembebasan diri. Urutan lagunya memperlihatkan perubahan emosi dari keraguan, keterikatan, penerimaan, hingga harapan.

Judul LaguPosisi dalam Narasi
What If…Pencarian makna hidup dan eksistensi
WorthyMelepaskan keterikatan emosional
Pada Akhirnya Kita kan MatiAjakan menjalani masa kini sepenuhnya
Long Winding RoadPenerimaan atas panjangnya perjalanan hidup
Keep Fire in Your SoulMenjaga harapan
Free as a BirdBerdamai dengan masa lalu dan menemukan kebebasan

Trek pembuka What If… mengangkat pencarian mengenai makna hidup dan eksistensi. Cerita kemudian berlanjut melalui Worthy, yang menyoroti upaya melepaskan ikatan emosional.

Prass memilih Pada Akhirnya Kita kan Mati sebagai fokus utama EP ini. Meski judulnya terdengar muram, lagu tersebut membawa pesan untuk menghargai waktu bersama orang-orang terdekat selagi kesempatan masih ada.

Setelah itu, Long Winding Road menggambarkan penerimaan terhadap panjangnya perjalanan hidup. Keep Fire in Your Soul hadir sebagai pengingat untuk tetap menjaga harapan di tengah proses tersebut.

Lagu penutup Free as a Bird menjadi titik akhir dari seluruh narasi yang dibangun Prass. Posisi itu menegaskan bahwa penerimaan tidak berarti meniadakan pengalaman lama, tetapi melanjutkan hidup tanpa terus terbebani olehnya.

Dukungan Produksi dari Lingkaran Terdekat

Pengerjaan EP ini berlangsung di tengah tantangan yang umum dihadapi pelaku musik independen, terutama biaya produksi dan pembagian waktu dengan pekerjaan penuh waktu. Prass menyebut dukungan teman-temannya, yang ia panggil “barudak”, sebagai unsur penting yang menjaga proyek tersebut tetap berjalan.

Hilmi Adriansyah terlibat sebagai produser dan mendampingi pengembangan materi sejak tahap demo hingga mastering. Rekaman dilakukan secara organik di Binaural Studio, Ardan Studio, serta kamar kos pribadi.

Bantuan dari orang-orang terdekat membantu Prass menjaga anggaran produksi agar tidak membengkak. Dukungan itu juga memperkuat alasannya untuk meneruskan perjalanan bermusik yang dimulainya pada 2023.

Untuk promosi, Prass menyiapkan konten bertutur dan video sesi langsung setelah perilisan EP. Langkah tersebut melengkapi perjalanan Free as a Bird sebagai karya personal yang kini dibuka untuk didengar lebih luas.

Baca Juga