Cindy Gulla menyampaikan kekecewaannya setelah foto dirinya muncul dalam materi promosi sebuah event lari yang dikaitkan dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga. Mantan anggota JKT48 yang aktif sebagai pegiat lari itu menilai penggunaan foto tersebut berlangsung sebelum ia memberikan persetujuan.
Keberatan Cindy berpusat pada waktu permintaan izin yang, menurut keterangannya, datang ketika materi promosi telah hampir atau bahkan sudah beredar. Baginya, komunikasi setelah materi digunakan tidak dapat menggantikan persetujuan dari pemilik foto sejak awal.
Pesan Izin Datang Saat Materi Beredar
Dalam unggahan di Threads, Cindy menjelaskan bahwa pihak Kementerian Pemuda dan Olahraga sempat menghubunginya melalui pesan singkat terkait pemakaian foto tersebut. Namun, ia belum memberikan jawaban ketika materi promosi yang memuat fotonya lebih dahulu tersebar.
Situasi itu membuatnya mempertanyakan prosedur penggunaan materi pribadi untuk keperluan publikasi. Cindy menekankan bahwa izin seharusnya diperoleh sebelum foto dipakai dalam kampanye promosi kegiatan.
Ia juga menyoroti perbedaan antara konteks penggunaan yang ia pahami dengan bentuk publikasi akhirnya. Menurut Cindy, foto itu disebut akan dimanfaatkan untuk edukasi, tetapi kemudian tampil dalam promosi event lari.
“Tapi kalau foto aku dipake tanpa izin dan bilangnya utk edukasi ternyata malah promosi event lari bahkan oleh Kemenpora… jujur kecewa,” tulis Cindy dalam unggahannya. Pernyataan tersebut menjadi penegasan bahwa keberatannya bukan semata pada kemunculan foto, melainkan juga pada tujuan penggunaan yang disebutkan kepadanya.
Tidak Mengetahui Event dan Tidak Mendapat Undangan
Cindy menyatakan dirinya tidak mengetahui penyelenggaraan race yang dipromosikan dengan menggunakan fotonya. Ia juga mengatakan tidak menerima undangan untuk terlibat dalam kegiatan tersebut.
“Aku pun tidak tau menau tentang race ini. Diundang pun engga,” lanjutnya. Keterangan itu menunjukkan bahwa ia tidak memperoleh informasi mengenai event tersebut sebelum materi promosi beredar.
Suara.com melaporkan bahwa Cindy menyampaikan keberatannya secara terbuka melalui Threads. Dalam unggahan yang sama, ia tidak menjelaskan keterlibatan apa pun dalam perencanaan maupun pelaksanaan event lari tersebut.
Kecintaan terhadap Indonesia
Di tengah kritiknya terhadap penggunaan foto tanpa izin, Cindy turut menjelaskan kedekatannya dengan identitas Indonesia dalam aktivitas lari. Ia mengaku kerap berupaya menampilkan unsur Indonesia saat mengikuti race di luar negeri.
“Aku cinta banget sama Indonesia.. Bahkan tiap race di luar negeri, selalu berusaha untuk menunjukan sisi Indonesia dengan pakai baju Batik/pun kebaya,” tulisnya. Pernyataan itu memperlihatkan bahwa kekecewaannya muncul dalam konteks kepeduliannya terhadap representasi Indonesia di kegiatan olahraga.
Cindy dikenal sebagai mantan anggota JKT48 yang juga aktif sebagai pegiat lari. Karena itu, penggunaan fotonya dalam promosi kegiatan lari menjadi perhatian tersendiri, terutama terkait kejelasan komunikasi antara penyelenggara dan pihak yang fotonya digunakan.
Hingga keterangan tersebut disampaikan, fokus keberatan Cindy tetap pada penggunaan foto tanpa persetujuan terlebih dahulu. Ia juga menegaskan tidak mengetahui adanya event itu serta tidak mendapatkan undangan untuk ikut terlibat.






