Persib Bandung berpotensi masuk ke grup yang tidak mudah di ACL 2 2026-2027 apabila mampu menyingkirkan Manila Digger pada laga playoff. FC Seoul menjadi calon lawan paling berpengalaman, sementara Melbourne Victory dan The Cong-Viettel membawa tantangan dengan karakter berbeda.
Jalan menuju fase grup pun belum terbuka bagi Maung Bandung sebelum pertandingan di Stadion GBLA pada Senin, 31 Agustus 2026. Pemenang duel melawan wakil Filipina itu akan langsung mendapatkan satu tempat di fase grup kompetisi antarklub Asia tersebut.
Undian yang berlangsung di AFC House, Kuala Lumpur, telah membagi 31 tim dan satu calon pemenang playoff ke dalam delapan grup. Grup A hingga D berada di wilayah Barat, sedangkan Grup E hingga H ditempatkan di wilayah Timur.
Jika Persib lolos, tiga klub tersebut akan menjadi lawan yang perlu dihadapi dalam persaingan fase grup. Rekam jejak mereka menunjukkan perbedaan pengalaman, tetapi seluruhnya memiliki alasan kuat untuk tampil kompetitif pada musim ini.
| Tim | Rekam Jejak Asia | Jalur ke ACL 2 |
|---|---|---|
| FC Seoul | 11 kali tampil, dua kali runner-up Liga Champions Asia | Finis keenam liga musim lalu |
| Melbourne Victory | Delapan musim tampil, dua kali mencapai 16 besar | Peringkat keempat A-League |
| The Cong-Viettel | Pernah tampil di Liga Champions 2021 | Runner-up V.League 2025-2026 |
1. FC Seoul Membawa Standar Tertinggi
FC Seoul menonjol sebagai calon pesaing dengan pengalaman kontinental paling dalam di antara tiga tim tersebut. Klub berjuluk Dark Red Warriors itu telah enam kali menjadi juara Liga Korea Selatan dan mencatatkan 11 penampilan di kompetisi Asia.
Prestasi mereka mencakup dua kali posisi runner-up Liga Champions Asia. Catatan tersebut memperlihatkan bahwa FC Seoul memiliki tradisi menghadapi tekanan pertandingan besar di tingkat regional.
Pada musim lalu, FC Seoul masih bermain di ACL Elite dan sanggup mencapai babak 16 besar sebelum dihentikan Vissel Kobe. Mereka kemudian turun ke ACL 2 setelah hanya menempati posisi keenam dalam kompetisi domestik.
Menurut bola.kompas.com, FC Seoul menjadi calon lawan terkuat Persib bila ditinjau dari riwayat mereka di kompetisi Asia. Pengalaman mengelola laga lintas negara dapat menjadi modal penting bagi klub Korea Selatan itu di fase grup.
2. Melbourne Victory Kembali Memburu Pembuktian
Melbourne Victory kembali tampil di arena Asia setelah melalui penantian panjang selama enam musim. Klub Australia itu sebelumnya gagal lolos ke Liga Champions, ACL Elite, maupun ACL 2 dalam rentang tersebut.
Posisi keempat A-League membuka jalan Melbourne Victory menuju fase grup ACL 2 musim ini. Penampilan tersebut sekaligus menjadi kiprah perdana mereka dalam format kompetisi ACL 2.
Big V memiliki pengalaman delapan musim di kompetisi antarklub Asia. Pencapaian terbaiknya adalah dua kali menembus babak 16 besar, sebuah bekal yang tetap patut diperhitungkan oleh setiap lawan di grup.
Status sebagai klub yang baru kembali ke panggung kontinental dapat memberi dorongan tersendiri bagi Melbourne Victory. Bagi Persib, duel melawan wakil Australia itu berpotensi menentukan persaingan untuk posisi terbaik di grup.
3. The Cong-Viettel Mengusung Momentum Runner-up Liga
The Cong-Viettel lolos ke ACL 2 setelah menjadi runner-up V.League 2025-2026. Hasil tersebut membawa klub Vietnam itu kembali ke kompetisi Asia setelah terakhir kali tampil pada 2022.
Klub ini pernah bermain di Liga Champions 2021 sebagai juara V.League. Pada kompetisi 2020-2021, The Cong-Viettel membukukan dua kemenangan dari enam pertandingan yang dijalani.
Setelah periode tersebut, performa The Cong-Viettel sempat menurun hingga beberapa kali berada di luar dua besar liga domestik. Raihan runner-up pada musim lalu menjadi titik penting untuk mengembalikan mereka ke persaingan regional.
Persib tetap harus lebih dulu menuntaskan tugas melawan Manila Digger sebelum menghitung peluang di fase grup. Kemenangan di GBLA akan membawa wakil Indonesia itu ke kompetisi yang menuntut kesiapan menghadapi pengalaman FC Seoul, kebangkitan Melbourne Victory, dan ambisi The Cong-Viettel.






