Global Sevilla School menempatkan sekolah sebagai ruang aman agar anak dapat berpikir, bertanya, menyampaikan pendapat, dan belajar dari kesalahan. Gagasan ini menjadi penekanan dalam peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Bagi sekolah, kemerdekaan tidak berhenti sebagai peringatan sejarah atau seremoni tahunan. Nilai tersebut diterjemahkan ke dalam pengalaman belajar yang memberi ruang bagi peserta didik untuk berkembang dengan rasa aman dan dihargai.
Upacara bendera bertema “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur” berlangsung pada Selasa, 18 Agustus 2026. Kegiatan itu juga menjadi momentum untuk menguatkan pembentukan karakter generasi muda di lingkungan sekolah.
Kebebasan yang Disertai Tanggung Jawab
Ketua Yayasan Budi Pekerti Luhur, Andrew J Jules Soebali, menyatakan pemaknaan kemerdekaan tersebut sejalan dengan pesan Presiden Prabowo Subianto dalam Pidato Kenegaraan pada 14 Agustus 2026. Pesan itu menekankan bahwa kemerdekaan tidak hanya berhenti pada proklamasi, melainkan harus dapat dirasakan oleh rakyat.
Dalam pendidikan, Andrew memandang sekolah memiliki tanggung jawab untuk memastikan setiap anak memperoleh kesempatan belajar dan bertumbuh. Anak perlu merasa aman, dihargai, serta mendapatkan ruang untuk mengembangkan dirinya.
“Anak perlu memiliki ruang untuk bertanya, menyampaikan gagasan, dan membangun pemikirannya sendiri,” kata Andrew J Jules Soebali. Ia menilai kebebasan tersebut harus berjalan bersama kemampuan mengelola diri dan memahami konsekuensi dari setiap pilihan.
Global Sevilla School memandang kebebasan berpendapat sebagai bagian dari proses belajar yang perlu dilatih sejak dini. Namun, kebebasan itu tidak dipisahkan dari tanggung jawab untuk menggunakan pilihan secara bijaksana.
Makna Berdaulat, Adil, dan Makmur
Nilai berdaulat diterjemahkan melalui kemampuan anak untuk berpikir jernih dan memakai teknologi secara bijak. Peserta didik diarahkan agar mampu menentukan sikap dengan kesadaran atas pilihan yang mereka buat.
Nilai adil diwujudkan melalui kesetaraan dalam lingkungan sekolah. Sementara itu, makmur dimaknai sebagai pertumbuhan pengetahuan yang berlangsung dalam suasana damai.
Head of School Pulo Mas sekaligus Sekretaris Yayasan Budi Pekerti Luhur, Purborini Sulistiyo, menegaskan pentingnya sekolah sebagai tempat yang aman bagi anak. Menurutnya, peserta didik perlu diberi kesempatan untuk berpikir, bertanya, menyampaikan pendapat, dan belajar dari kesalahan.
Purborini menilai kemerdekaan berpikir tidak berarti kebebasan tanpa batas. Anak tetap perlu mampu memilih secara sadar, menghargai orang lain, dan bertanggung jawab atas tindakannya.
Sebagai sekolah berbasis mindfulness, Global Sevilla menjalankan misi Nurturing Global Students with Character. Pendekatan itu menanamkan kepedulian dan pengendalian diri melalui penerapan nilai P.R.I.D.E. kepada seluruh siswa.
Peran Siswa dalam Upacara
Rangkaian upacara turut memberi ruang bagi siswa untuk menjalankan peran penting dalam peringatan kemerdekaan. Keterlibatan tersebut memadukan penghormatan terhadap sejarah nasional dengan pengalaman membangun karakter di sekolah.
| Nama | Peran dalam Kegiatan |
|---|---|
| Omi Komaria Madjid | Pembaca Teks Proklamasi |
| Shanika Thanaa Stokhorst | Petugas pengibar bendera |
| Cleo Deomora Sihotang | Penampil tarian modern |
Omi Komaria Madjid membacakan Teks Proklamasi, sedangkan Shanika Thanaa Stokhorst bertugas sebagai pengibar bendera. Acara juga dimeriahkan penampilan tarian modern oleh Cleo Deomora Sihotang.
Pelibatan siswa dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari cara sekolah memaknai kemerdekaan dalam kehidupan sehari-hari. Ruang untuk berperan, menyampaikan gagasan, dan bertanggung jawab atas pilihan menjadi nilai yang terus ditekankan kepada peserta didik.






