XRP kembali jatuh di bawah level psikologis US$1 pada 15 Agustus 2026, ketika tekanan jual di pasar kripto masih kuat. Penurunan ini beriringan dengan merosotnya harapan pelaku pasar terhadap kepastian regulasi aset digital di Amerika Serikat.
Dampaknya terlihat langsung pada nilai investasi pemegang XRP sepanjang tahun ini. Investasi senilai US$1.000 pada 1 Januari disebut kini hanya bernilai US$543,47, sehingga mengalami pengurangan US$456,53.
| Indikator | Nilai atau Perubahan | Periode |
|---|---|---|
| Harga XRP | Di bawah US$1 | 15 Agustus 2026 |
| Kinerja bulanan | -9,3 persen | Sebulan terakhir |
| Kinerja sejak awal tahun | -45,50 persen | Sepanjang 2026 |
| Nilai investasi US$1.000 | US$543,47 | Sejak 1 Januari |
Dalam sebulan terakhir, XRP melemah 9,3 persen dan menjadi aset dengan performa terburuk di antara sepuluh kripto berkapitalisasi pasar terbesar. Sejak awal 2026, nilai aset ini telah turun 45,50 persen dibandingkan harganya pada awal tahun.
Penjual Agresif Menguasai Perdagangan
Tekanan di pasar spot tercermin dalam data Binance yang menunjukkan rasio Taker Buy/Sell XRP berada di angka 0,86. Angka tersebut merupakan level terendah dalam beberapa bulan dan menunjukkan penjual agresif lebih dominan daripada pembeli agresif.
Likuiditas perdagangan harian XRP juga turun hingga US$885 juta. Pelemahan volume ini terjadi ketika arus modal menuju ETF XRP melambat akibat ketidakpastian yang masih membayangi pasar.
| Data Pasar | Nilai | Arti bagi Pasar |
|---|---|---|
| Peluang CLARITY Act di Polymarket | Dari 82 persen menjadi di bawah 20 persen | Harapan pengesahan menurun tajam |
| Volume perdagangan harian XRP | US$885 juta | Terjadi saat arus ETF melambat |
| Rasio Taker Buy/Sell XRP di Binance | 0,86 | Penjual agresif lebih dominan |
Penundaan Regulasi Menambah Beban
Sentimen negatif menguat setelah peluang pengesahan CLARITY Act di Polymarket turun dari 82 persen menjadi di bawah 20 persen. Rancangan undang-undang itu sebelumnya dinilai berpotensi memberikan kejelasan status bagi aset digital, termasuk XRP.
CLARITY Act sempat dipandang dapat membuka kemungkinan XRP diklasifikasikan sebagai komoditas digital di bawah pengawasan CFTC. Namun, pembahasannya tidak masuk ke tahap pemungutan suara sebelum Senat AS memasuki masa reses pada Agustus.
Pemungutan suara prosedural untuk RUU tersebut kini dijadwalkan ulang pada 15 September 2026. Penundaan itu menjadi faktor yang diperhatikan pasar karena kejelasan regulasi dinilai penting bagi arus modal ke produk ETF XRP.
Area Dukungan dan Aktivitas Dompet Besar
Sejumlah analis menempatkan area US$0,94 hingga US$0,95 sebagai dukungan penting bagi XRP. Jika harga bergerak menembus ke bawah rentang tersebut, penurunan dapat berlanjut ke kisaran US$0,80 hingga US$0,85.
Tekanan harga juga memengaruhi keputusan sebagian pelaku pasar besar. Analis kawakan Peter Brandt secara terbuka menyatakan memilih mengonversi kepemilikan XRP dalam jumlah besar ke Bitcoin.
Di tengah pelemahan harga, data jaringan XRPL justru memperlihatkan peningkatan aktivitas dari kelompok pemegang besar. Jumlah dompet yang menyimpan sedikitnya satu juta XRP bertambah 32 dompet dalam tiga bulan terakhir.
Alamat aktif harian di jaringan XRPL juga meningkat dari sekitar 24.000 menjadi lebih dari 43.500 alamat pada periode yang sama. Pertumbuhan dompet besar dan aktivitas jaringan menunjukkan akumulasi serta penggunaan yang tetap berjalan, meski risiko penurunan harga belum hilang.






