Liga Europa Jadi Alarm Juventus, John Elkann Menuntut Tradisi Menang Kembali

Juventus harus mengawali musim baru di Liga Europa setelah gagal merebut tiket Liga Champions. Kondisi tersebut menjadi tekanan besar bagi Bianconeri, yang kini dituntut segera menghidupkan kembali tradisi kemenangan.

Patron Juventus, John Elkann, menegaskan pembenahan klub tidak cukup hanya dilakukan melalui perubahan struktur internal. Ia meminta tim kembali menghasilkan kemenangan di kompetisi Italia maupun Eropa agar fondasi baru dapat berkembang.

“Kami harus mulai menang lagi. Karena dengan menang kami mendapatkan hasil yang lebih penting. Baik di Italia maupun Eropa,” ujar Elkann. Pernyataan itu menunjukkan bahwa Juventus memasang tuntutan hasil di tengah proses perubahan yang sedang berjalan.

Musim Penentu bagi Proses Rekonstruksi

Elkann memandang Juventus sedang berada dalam fase rekonstruksi yang penting untuk menentukan arah klub. Ia menilai perubahan merupakan bagian dari siklus sepak bola yang tidak bisa dihindari oleh tim mana pun.

Fase tersebut mencakup penataan orientasi taktik dan struktur skuad. Juventus juga perlu menjaga langkahnya di seluruh turnamen agar proses pembangunan tidak berhenti pada perubahan administratif semata.

“Tahun ini akan sangat penting untuk terus melaju di setiap turnamen. Kami sedang berada dalam fase rekonstruksi,” tutur Elkann. Ia menyatakan seluruh elemen di dalam klub memiliki tekad yang sama untuk membawa Juventus kembali ke puncak.

Langkah pembenahan terlihat dalam pergerakan klub pada bursa transfer musim panas. Juventus merekrut Giovanni Carnevali dari Sassuolo untuk mengisi jabatan direktur olahraga baru.

Elkann menilai Carnevali merupakan pilihan tepat berkat pengalaman serta pemahamannya terhadap sepak bola Italia. Penunjukan tersebut menjadi bagian dari upaya manajemen menata ulang arah klub di tengah tuntutan untuk kembali kompetitif.

Spalletti Mulai Membentuk Kerangka Tim

Gambaran awal tim utama terlihat dalam pertandingan persahabatan melawan Juventus Next Gen di Allianz Stadium pada Senin, 17 Agustus 2026. Laga tradisional antara skuad senior dan tim junior yang berkompetisi di Serie C itu berakhir lebih cepat dari rencana.

Pertandingan dihentikan sebelum babak kedua dimulai setelah suporter melakukan invasi damai ke lapangan pada masa jeda. Situasi tersebut membuat duel Juventus melawan Juventus Next Gen tidak dapat diteruskan.

Sebelum dihentikan, tim senior telah unggul 2-0 melalui gol Francisco Conceicao dan Weston McKennie. Keunggulan itu memberi gambaran awal mengenai komposisi pemain yang digunakan pelatih Luciano Spalletti menjelang musim baru.

Spalletti menerapkan formasi 4-2-3-1 dengan Kenan Yildiz, Randal Kolo Muani, Conceicao, dan McKennie sebagai bagian dari lini serang. Susunan tersebut memperlihatkan upaya membentuk keseimbangan baru dalam tim yang tengah memasuki masa transisi.

Elkann menyaksikan laga itu dari pinggir lapangan bersama Spalletti. Menurutnya, posisi tersebut memberi kesempatan untuk mendengar langsung pemikiran pelatih selama pertandingan berlangsung.

“Saya sangat menikmatinya. Karena saya juga bisa mendengar langsung apa yang dia pikirkan selama pertandingan,” kata Elkann kepada Sky Sport Italia. Ia juga menilai pengalaman menyaksikan pertandingan dari sisi lapangan memberinya sudut pandang yang berbeda.

Tantangan Eropa Makin Besar

Keikutsertaan Juventus di Liga Europa menjadi konsekuensi kegagalan klub menembus zona Liga Champions pada musim sebelumnya. Bagi klub dengan sejarah panjang di kompetisi elite Eropa, situasi itu memperbesar tuntutan untuk memperlihatkan kemajuan dalam waktu dekat.

Juventus kini harus menjalani dua agenda sekaligus, yakni membangun ulang kekuatan tim dan mengejar hasil di setiap kompetisi. Target yang disampaikan Elkann menempatkan kemenangan sebagai ukuran utama dari keberhasilan proses rekonstruksi tersebut.

Baca Juga