TelkomGroup mengerahkan tim teknis khusus dan logistik pendukung ke titik-titik kerusakan setelah gempa mengguncang Flores dan wilayah sekitarnya. Pekerjaan diprioritaskan pada infrastruktur yang dibutuhkan untuk memulihkan komunikasi di Nusa Tenggara Timur.
Jalur komunikasi vital menjadi perhatian utama karena berperan dalam arus informasi, koordinasi penanganan bencana, serta komunikasi masyarakat. Gangguan pada layanan telekomunikasi dan digital terjadi ketika perangkat jaringan terdampak dan listrik utama terputus.
Pemulihan Bergantung pada Pasokan Listrik
Pasokan listrik yang belum stabil menjadi hambatan terbesar bagi pemulihan Jaringan NTT. Pemadaman massal setelah gempa langsung memengaruhi kinerja pemancar dan perangkat transmisi data di wilayah terdampak.
Executive Vice President Telkom Regional III, Rachmad Dwi Hartanto, mengatakan proses pemulihan layanan masih bergantung pada kestabilan arus listrik. Tanpa pasokan yang andal, jaringan utama belum dapat sepenuhnya diandalkan.
“Proses pemulihan saat ini masih bergantung pada stabilitas pasokan listrik,” kata Rachmad dalam keterangannya. Ia menyebut TelkomGroup mengaktifkan genset tambahan berkapasitas terbatas untuk memperkuat suplai daya perangkat jaringan.
Genset tersebut ditempatkan di lokasi-lokasi strategis untuk menjaga operasional perangkat penting. Langkah ini bersifat sementara sambil pemulihan jaringan dan kondisi kelistrikan di daerah terdampak terus berjalan.
Guncangan Merusak Sejumlah Perangkat
Penurunan kualitas layanan tidak hanya terjadi akibat terputusnya pasokan energi. Sejumlah perangkat jaringan juga mengalami kerusakan karena Gempa Flores.
Rachmad menjelaskan dua persoalan itu menjadi penyebab utama gangguan layanan TelkomGroup. “Penurunan kualitas layanan TelkomGroup terutama disebabkan oleh kendala pasokan listrik di wilayah terdampak dan sejumlah kerusakan perangkat akibat gempa,” ujarnya.
Kerusakan infrastruktur membuat penanganan tidak cukup dilakukan dengan menyediakan daya cadangan. Tim di lapangan juga perlu mempercepat perbaikan perangkat dan jalur komunikasi yang terdampak guncangan.
TelkomGroup menyatakan terus mengerahkan sumber daya yang diperlukan untuk mendukung pemulihan. Upaya tersebut diarahkan agar layanan telekomunikasi dan digital dapat kembali normal di wilayah terdampak.
Daya Cadangan untuk Masa Darurat
Informasi yang dikutip dari Liputan6 menyebut penambahan genset dilakukan karena jaringan utama belum dapat diandalkan secara penuh selama listrik belum stabil. Daya cadangan itu ditujukan untuk menopang perangkat penting dengan kapasitas yang terbatas.
Penggunaan genset membantu menjaga perangkat tetap aktif di tengah kondisi darurat. Namun, keberlanjutan pemulihan tetap terkait dengan stabilitas pasokan listrik di wilayah terdampak.
TelkomGroup menempatkan penguatan daya dan perbaikan infrastruktur sebagai bagian dari penanganan gangguan layanan. Kedua langkah itu berjalan bersamaan untuk mendukung kebutuhan komunikasi masyarakat.
Manajemen Sampaikan Permohonan Maaf
Manajemen TelkomGroup menyampaikan simpati kepada pelanggan dan masyarakat yang mengalami kendala komunikasi. Perusahaan juga mengapresiasi pengertian warga selama pemulihan layanan di NTT masih berlangsung.
“TelkomGroup menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh pelanggan dan masyarakat atas kejadian ini,” tutur Rachmad. Ia juga menyampaikan terima kasih atas dukungan yang diberikan selama proses pemulihan.






