Pemakaian listrik di Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum atau SPKLU mencapai 62,4 juta kilowatt hour (kWh) hingga Juni 2026. Angka dalam enam bulan tersebut sudah melampaui konsumsi sepanjang 2025 yang tercatat 48,5 juta kWh.
Lonjakan penggunaan SPKLU sejalan dengan pertumbuhan penjualan kendaraan listrik dan hybrid yang dilaporkan naik lebih dari 40 persen secara tahunan. Pertumbuhan segmen elektrifikasi itu bahkan melampaui laju sektor otomotif nasional yang tumbuh 33,3 persen secara tahunan.
Aktivitas Pengisian Menguat Lebih Cepat
Perbandingan konsumsi listrik menunjukkan kebutuhan pengisian kendaraan listrik meningkat dalam waktu yang relatif singkat. Sepanjang 2025, konsumsi listrik SPKLU sebesar 48,5 juta kWh tercatat tumbuh 28 persen.
| Indikator | Realisasi | Perubahan |
|---|---|---|
| Konsumsi listrik SPKLU | 62,4 juta kWh hingga Juni 2026 | Melampaui 48,5 juta kWh sepanjang 2025 |
| Kendaraan listrik dan hybrid | — | Naik lebih dari 40% secara tahunan |
| Sektor otomotif | — | Naik 33,3% secara tahunan |
| Total penjualan listrik | — | Naik 10,8% secara tahunan |
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan pertumbuhan kendaraan elektrifikasi berada di atas kenaikan industri otomotif secara umum. Pernyataan itu disampaikan dalam Konferensi Pers Nota Keuangan dan RAPBN Tahun Anggaran 2027 di Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak, Jakarta, Jumat (14/8).
“Kalau kami lihat dari sektor otomotif naik 33,3 persen year-on-year (secara tahunan), dan khusus untuk kendaraan elektrik ataupun kendaraan hybrid itu naiknya lebih dari 40 persen,” ujar Airlangga. Data tersebut menempatkan kendaraan listrik dan hybrid sebagai segmen yang bertumbuh lebih cepat dalam penguatan pasar otomotif.
Penjualan Mobil Juli Ikut Bertambah
Penguatan pasar juga terlihat pada distribusi mobil dari pabrik ke dealer selama Juli 2026. Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia atau Gaikindo mencatat wholesales mencapai 81.115 unit, naik 4,5 persen dari 77.603 unit pada Juni 2026.
Penjualan ritel dari dealer kepada konsumen turut naik menjadi 77.412 unit pada Juli 2026. Jumlah itu meningkat 3,6 persen dibandingkan 74.758 unit pada bulan sebelumnya.
| Jenis Penjualan | Juni 2026 | Juli 2026 | Perubahan |
|---|---|---|---|
| Wholesales | 77.603 unit | 81.115 unit | Naik 4,5% |
| Ritel | 74.758 unit | 77.412 unit | Naik 3,6% |
Secara tahunan, wholesales Juli 2026 tumbuh 33,3 persen dari 60.837 unit pada Juli 2025. Kenaikan distribusi dan penjualan ritel ini memperlihatkan penguatan permintaan mobil tidak hanya terjadi pada segmen kendaraan elektrifikasi.
Konsumsi Listrik Menjadi Indikator Aktivitas
Pemerintah juga menggunakan pertumbuhan konsumsi listrik sebagai salah satu gambaran pergerakan ekonomi riil. Total penjualan listrik meningkat 10,8 persen secara tahunan, sedangkan penjualan semen naik 13,5 persen.
Kenaikan pemakaian listrik berlangsung di sejumlah kelompok pelanggan. Konsumsi rumah tangga naik 12,3 persen, konsumsi bisnis bertambah 10 persen, dan konsumsi sektor industri meningkat 6,5 persen.
“Kenaikan ekonomi juga bisa dilihat dari kegiatan yang mengonsumsi listrik,” kata Airlangga. Pertumbuhan penjualan mobil, kendaraan listrik dan hybrid, serta penggunaan SPKLU memperlihatkan elektrifikasi menjadi bagian dari penguatan aktivitas otomotif.






