Sebanyak 80 orang dilaporkan meninggal setelah sebuah kapal yang membawa sekitar 153 penumpang terbalik di Danau Kariba, Zimbabwe. Tragedi ini menyoroti dugaan kelebihan muatan karena kapasitas resmi kapal tersebut hanya untuk 90 penumpang.
Jumlah penumpang berarti melampaui batas angkut yang diperbolehkan hingga puluhan orang. Kondisi itu menjadi perhatian utama di tengah proses pencarian dan identifikasi korban yang masih dilakukan otoritas setempat.
Di antara korban meninggal terdapat sedikitnya 18 anak-anak. Sebanyak 16 anak dilaporkan berusia di bawah 10 tahun, berdasarkan laporan ZBC yang dikutip Al Jazeera.
Data Utama Kecelakaan Kapal
| Data | Jumlah | Keterangan |
|---|---|---|
| Korban meninggal | 80 orang | Jumlah yang telah dikonfirmasi |
| Penumpang kapal | Sekitar 153 orang | Jumlah saat kapal berangkat |
| Kapasitas resmi | 90 penumpang | Batas angkut yang diperbolehkan |
| Anak-anak meninggal | Setidaknya 18 anak | 16 anak berusia di bawah 10 tahun |
Peristiwa kapal yang terbalik di Danau Kariba itu dilaporkan terjadi pada Selasa (12/8), tidak lama setelah kapal meninggalkan pelabuhan di kota Kariba. Kapal disebut terbalik dengan cepat ketika berada di perairan danau tersebut.
Banyak penumpang dilaporkan tidak memiliki cukup waktu untuk menyelamatkan diri. Sejumlah orang terjebak di dalam dek kapal, sementara penumpang lain terseret arus di perairan yang luas.
Pencarian Melibatkan Penyelam dan Nelayan
Jumlah korban meninggal bertambah setelah penyelam dan petugas patroli air menemukan lebih banyak jenazah. Otoritas keamanan Zimbabwe masih melanjutkan pencarian untuk memastikan tidak ada korban lain yang belum ditemukan.
Pada tahap awal, upaya penyelamatan dilakukan dengan melibatkan otoritas lokal serta nelayan setempat. Namun, kondisi geografis sekitar lokasi dan keterbatasan perlengkapan penyelamatan menghambat proses evakuasi.
Danau Kariba merupakan perairan yang sangat luas sehingga pencarian membutuhkan dukungan patroli air dan penyelam. Setiap penemuan korban baru menambah jumlah korban tewas di Zimbabwe yang telah dikonfirmasi.
Petugas medis dan kepolisian masih memeriksa identitas para korban. Keluarga penumpang juga berkumpul di sejumlah titik evakuasi sambil menunggu kepastian mengenai nasib anggota keluarga mereka.
Pengawasan Kapasitas Kapal Disorot
Insiden ini menimbulkan duka bagi warga Zimbabwe, terutama komunitas di sekitar Danau Kariba yang bergantung pada jalur air untuk mobilitas sehari-hari. Transportasi air menjadi bagian penting bagi warga di kawasan tersebut.
Tragedi ini turut memunculkan desakan agar keselamatan transportasi air diperketat. Pemerintah setempat didorong melakukan pemeriksaan rutin terhadap kelayakan kapal yang beroperasi.
Pembatasan jumlah penumpang menjadi isu mendesak setelah kapal berkapasitas 90 orang membawa sekitar 153 penumpang. Pengawasan terhadap batas angkut dinilai penting untuk mengurangi risiko kecelakaan serupa dalam perjalanan melalui jalur air.
Fokus penanganan saat ini tetap berada pada pencarian, identifikasi korban, dan pendampingan bagi keluarga penumpang. Otoritas Zimbabwe masih menangani dampak kecelakaan tersebut ketika angka korban meninggal telah mencapai 80 orang.






