Jizzy Pearl Bastian, putri Vino G. Bastian dan Marsha Timothy, meraih medali pada ajang Singapore International Math Olympiad Challenge atau SIMOC 2026 di Singapura. Pencapaian tersebut menjadi kebanggaan bagi keluarga serta sekolahnya.
Vino mengaku terkejut karena putrinya menjalani persiapan kompetisi matematika internasional itu dengan pendekatan yang santai. Menurutnya, Jizzy tidak menjadikan target medali sebagai tekanan dalam proses belajar.
“Saya bangga dan senang banget karena, juara dan bisa mengharumkan nama bangsa dan sekolah,” kata Vino G. Bastian. Pernyataan itu disampaikan Vino saat berada di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat, sebagaimana dikutip detikcom.
Prestasi di Kompetisi Internasional
SIMOC 2026 mempertemukan siswa-siswa berprestasi dari berbagai negara dalam kompetisi matematika. Jizzy berhasil membawa pulang medali dan menambah catatan pencapaiannya di bidang akademik.
Keberhasilan tersebut hadir dari proses persiapan yang tetap mengutamakan kenyamanan anak. Vino menilai latihan memang diperlukan, tetapi hasil akhir tidak semestinya berubah menjadi beban.
Ia menggambarkan cara putrinya belajar sebagai proses yang dijalani secara mengalir dan menyenangkan. Keluarga memilih memberi ruang bagi Jizzy untuk berlatih tanpa tekanan berlebihan menjelang kompetisi.
“Dia with the flow, gak jadi beban, seru aja. Yang penting latihan dan hasilnya apa pun udah ditentukan Allah,” ujar Vino. Sikap tersebut menjadi cara keluarga memaknai perjalanan Jizzy dalam mengikuti ajang SIMOC 2026.
Pendampingan saat Memasuki Remaja
Di tengah prestasi akademiknya, Jizzy juga mulai memasuki usia remaja yang membutuhkan pendampingan orang tua. Sebagai anak semata wayang, perkembangan pergaulan dan pengaruh media sosial menjadi perhatian Vino dan Marsha Timothy.
Vino mengakui dirinya memiliki kekhawatiran dalam menyikapi fase pertumbuhan putrinya. Namun, kekhawatiran itu tidak mengurangi dukungan keluarga terhadap minat serta kegiatan akademik yang dijalani Jizzy.
“Iya dong ada ketakutan. Soal ketakutan ya sampai sekarang,” tutur Vino. Ia memandang pengawasan terhadap lingkungan sosial anak tetap penting seiring perubahan yang terjadi pada usia remaja.
Untuk menjaga fokus belajar dan kesehatan mental putrinya, Vino menerapkan aturan terhadap aktivitas digital. Ia lebih mendorong Jizzy untuk memperbanyak kegiatan di luar rumah dan membangun pertemanan secara langsung.
“Biar fokus belajar, mainnya lebih offline, gak ada online, jadi banyak berteman,” pungkas Vino. Pendekatan tersebut menjadi bagian dari pendampingan keluarga terhadap Jizzy, peraih medali pada kompetisi matematika internasional di Singapura.






