Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG membuka perdagangan Selasa, 18 Agustus 2026, dengan kenaikan 46,94 poin atau 0,73 persen ke level 6.448,83. Posisi ini menempatkan indeks sangat dekat dengan area resistance 6.455 yang menjadi batas penting bagi kelanjutan tren penguatan.
Investor kini tidak hanya memantau pergerakan harga saham, tetapi juga menunggu keputusan Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia dan risalah pertemuan FOMC. Dua agenda tersebut berpotensi memengaruhi respons pasar setelah penguatan IHSG berlangsung dalam dua sesi perdagangan terakhir.
Resistance 6.455 Menjadi Ujian Berikutnya
Tim Riset BRI Danareksa Sekuritas menilai struktur teknikal IHSG masih mendukung peluang kenaikan dalam jangka pendek. Indeks disebut tetap berada dalam struktur bullish jangka pendek dan bertahan di atas MA20.
Tim riset menyatakan, “Secara teknikal, IHSG masih berada dalam short-term bullish structure dan bertahan di atas MA20, sehingga peluang menguji 6.455 masih terbuka.” Penembusan yang meyakinkan di atas level tersebut dapat mengonfirmasi ruang penguatan menuju target berikutnya.
| Indikator | Level atau Kondisi |
|---|---|
| IHSG saat pembukaan | 6.448,83 |
| Support | 6.200–6.280 |
| Resistance | 6.400–6.455 |
| Target setelah penembusan resistance | 6.568–6.716 |
BRI Danareksa Sekuritas menempatkan area support IHSG pada rentang 6.200 hingga 6.280. Sementara itu, resistance berada di kisaran 6.400 hingga 6.455, dengan target 6.568 sampai 6.716 apabila indeks mampu menembus batas atas tersebut.
Sentimen Domestik Masih Menopang Pasar
Penguatan pada awal perdagangan melanjutkan kenaikan IHSG pada sesi sebelumnya, ketika indeks ditutup naik 1,59 persen ke posisi 6.401,89. Indeks LQ45, yang mengukur kinerja 45 saham unggulan, juga bergerak positif dengan kenaikan 2,83 poin atau 0,45 persen menjadi 635,11.
| Indeks | Perubahan | Level |
|---|---|---|
| IHSG | Naik 46,94 poin atau 0,73 persen | 6.448,83 |
| LQ45 | Naik 2,83 poin atau 0,45 persen | 635,11 |
| IHSG penutupan sebelumnya | Naik 1,59 persen | 6.401,89 |
Pasar sebelumnya mendapat sentimen dari pidato Presiden Prabowo Subianto mengenai RAPBN 2027. Pemerintah menargetkan defisit anggaran sebesar 2,40 persen terhadap produk domestik bruto atau PDB.
Dalam pemaparan tersebut, pemerintah menyampaikan optimisme pertumbuhan ekonomi dapat mencapai 6 persen pada 2026. Arah kebijakan fiskal dan keberlanjutan pertumbuhan ekonomi domestik kemudian menjadi perhatian pelaku pasar.
Nilai tukar rupiah yang menguat ke Rp17.827 per USD turut memberi dukungan terhadap sentimen perdagangan. Penguatan mata uang terjadi bersamaan dengan laju positif IHSG dalam dua sesi terakhir.
Keputusan Bank Indonesia dan Sinyal Global
Fokus domestik pekan ini tertuju pada Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia. Tim riset memperkirakan BI Rate akan dipertahankan pada level 5,7 persen.
Keputusan Bank Indonesia akan dibaca pasar bersama perkembangan fiskal dan nilai tukar rupiah. Kombinasi faktor tersebut menentukan apakah sentimen positif di pasar saham dapat bertahan setelah indeks mendekati resistance penting.
Dari luar negeri, investor menanti risalah FOMC untuk menangkap petunjuk arah kebijakan moneter The Fed. Data yang dikutip Medcom.id menunjukkan pasar sedang menimbang secara bersamaan perkembangan domestik dan sinyal kebijakan Amerika Serikat.
Respons terhadap dua agenda tersebut akan menjadi penentu penting bagi pergerakan IHSG setelah pembukaan yang menguat. Perhatian pasar akan tertuju pada kemampuan indeks bertahan di atas area 6.400 sekaligus menguji batas 6.455.






