Tingkat hunian hotel di Kabupaten Kudus meningkat selama Srikandi Merdeka Cup 2026 berlangsung. Permintaan jasa persewaan kendaraan serta makanan juga bertambah seiring kedatangan peserta dan pendukung dari berbagai negara.
Dampak tersebut memperlihatkan bahwa pertandingan olahraga internasional dapat menggerakkan sejumlah sektor usaha secara bersamaan. Pelaku UMKM setempat turut diberi ruang untuk mengambil bagian dalam aktivitas ekonomi selama rangkaian kejuaraan.
Bupati Kudus Sam’ani Intakoris menilai ajang ini menguatkan arah daerah sebagai tujuan sport tourism. Kehadiran warga asing dinilai membuka kesempatan untuk memperkenalkan potensi Kudus kepada pengunjung dari luar Indonesia.
Ekonomi bergerak di berbagai sektor
Menurut Sam’ani, manfaat turnamen tidak hanya dirasakan oleh penyedia penginapan. Usaha rental kendaraan, penjual makanan, hingga UMKM ikut memperoleh peningkatan aktivitas selama kompetisi digelar.
“Termasuk hotel juga penuh, rental juga penuh, makanan-makanan juga penuh. UMKM kita juga dirangkul semuanya dalam rangka memberikan kesempatan untuk mereka melakukan aktivitas ekonomi,” ujar Sam’ani.
Pemerintah Kabupaten Kudus memandang keterlibatan UMKM penting agar perputaran ekonomi dari sebuah agenda olahraga tidak berhenti pada penyelenggaraan pertandingan. Pelaku usaha lokal dapat memanfaatkan keramaian pengunjung untuk mengenalkan produk dan layanan mereka.
Sam’ani menyebut peserta dari sejumlah negara menjadi peluang promosi daerah yang lebih luas. Ia mengatakan kehadiran mereka dapat sekaligus mendorong aktivitas ekonomi masyarakat Kabupaten Kudus.
Srikandi Fair jadi ruang bagi UMKM
Dukungan terhadap usaha lokal terlihat melalui penyelenggaraan pameran UMKM Srikandi Fair di Lapangan Desa Rendeng, Kecamatan Kota, Kudus. Sam’ani meresmikan kegiatan tersebut pada Senin, 17 Agustus 2026.
Peresmian diawali dengan jalan kaki bersama dari Alun-Alun Kudus menuju lokasi pameran. Wakil Bupati Kudus Bellinda Putri, Direktur Program Bakti Olahraga Djarum Foundation Yoppy Rosimin, dan Program Director Srikandi Merdeka Cup Teddy Tjahjono turut hadir.
Jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah juga mengikuti rombongan dalam kegiatan itu. Pemerintah daerah menilai dukungan masyarakat membantu menjaga suasana penyelenggaraan tetap kondusif sepanjang rangkaian acara.
Turnamen ini berlangsung pada 14 hingga 23 Agustus 2026 dengan peserta dari tujuh negara. Negara yang ambil bagian ialah Indonesia, Arab Saudi, Jordania, Thailand, Malaysia, Singapura, dan Hong Kong.
Harapan untuk agenda berkelanjutan
Pemkab Kudus mengapresiasi sinergi antara penyelenggara dan masyarakat dalam kejuaraan antarnegara tersebut. Pemerintah daerah berharap Srikandi Merdeka Cup 2026 dapat terus digelar di Kudus agar manfaat ekonomi menjangkau lebih banyak pihak.
“Ini menjadi suatu keberkahan dan rahmat untuk Kabupaten Kudus. Di mana nanti Kabupaten Kudus sebagai sport tourism, mengangkat ekonomi, mengangkat prestasi, juga merayakan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia,” kata Sam’ani.
Format penyelenggaraan pada periode berikutnya masih akan dikaji bersama PSSI dan AFF. Panitia belum menetapkan apakah kompetisi akan menjadi agenda tahunan atau digelar setiap dua tahun.
Pembinaan sepak bola putri ikut mendapat dorongan
Selain menghasilkan dampak ekonomi, kompetisi ini dirancang untuk memperkuat fondasi pembinaan Sepak Bola Putri Indonesia. Sistem pengasahan bakat berjenjang dalam kompetisi disebut telah membantu memperdalam skuad tim nasional putri.
Data organisasi mencatat sekitar 99 persen pemain tim nasional putri Indonesia merupakan lulusan langsung dari sistem pembinaan kompetisi tersebut. Penyelenggara menilai capaian itu dapat menjadi contoh bagi perkembangan sepak bola putri di Indonesia.
Antusiasme penonton juga tampak di Supersoccer Arena yang berkapasitas sekitar 1.100 hingga 1.200 orang. Panitia menyiapkan layar lebar di luar arena untuk mengakomodasi pendukung yang tidak tertampung di dalam stadion.
Perpaduan kompetisi internasional, pembinaan atlet, dan keterlibatan pelaku usaha menjadi dasar pengembangan Sport Tourism Kudus. Bagi pemerintah daerah, keberlanjutan agenda semacam ini diharapkan dapat menjaga dampak ekonomi sekaligus mendukung prestasi sepak bola putri.






