Layanan listrik, air bersih, bahan bakar minyak, dan komunikasi di Nusa Tenggara Timur ditargetkan dapat kembali berfungsi normal secara terbatas dalam tujuh hari. Target pemulihan ini menjadi kebutuhan mendesak setelah gempa Magnitudo 7,7 mengguncang Pulau Flores pada Sabtu.
Pemulihan fasilitas vital menentukan kelancaran evakuasi warga, distribusi bantuan, serta aktivitas dasar di kawasan terdampak. Pemerintah menyiapkan penanganan terpadu agar kebutuhan pengungsi dapat menjangkau lokasi yang sulit diakses.
Enam kabupaten mengalami dampak parah
Enam kabupaten yang disebut mengalami dampak parah meliputi Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Ende, Nagekeo, dan Sikka. Pemerintah daerah di wilayah tersebut diminta segera menetapkan status darurat bersama Pemerintah Provinsi NTT.
Status kedaruratan diperlukan sebagai dasar untuk mempercepat dukungan anggaran dan bantuan teknis. Payung hukum itu juga memungkinkan BNPB, Kementerian Pekerjaan Umum, dan lembaga terkait bergerak lebih maksimal.
Kepala BNPB Suharyanto menyusun delapan strategi sebagai kerangka percepatan penanganan Gempa Flores. Langkah-langkah itu mencakup penguatan koordinasi, operasi pencarian korban, pengiriman logistik, hingga penyampaian informasi resmi kepada masyarakat.
| Strategi | Fokus Penanganan |
|---|---|
| Status darurat | Penetapan status oleh pemerintah daerah dan Pemerintah Provinsi NTT |
| Posko satgas | Pembentukan posko dari tingkat kabupaten atau kota hingga provinsi |
| Posko nasional | Posko utama di Labuan Bajo dan posko taktis di Maumere |
| Logistik nasional | Pengumpulan dan pengiriman bantuan melalui jalur udara |
| Operasi SAR | Pencarian serta pertolongan korban oleh tim gabungan |
| Fasilitas vital | Pemulihan listrik, air, BBM, dan komunikasi dalam tujuh hari |
| Alutsista | Pengerahan helikopter dan kapal laut ke titik sulit |
| Pusat media | Pembaruan data rutin setiap sore pukul 17.00 WITA |
Dua titik operasi di Flores
BNPB menyiapkan Posko Utama Pendampingan Nasional di Labuan Bajo dan Posko Taktis di Maumere. Pembagian titik operasi tersebut ditujukan untuk menjangkau daerah terdampak di Flores bagian barat dan timur secara lebih merata.
Posko juga akan dibentuk dari tingkat kabupaten atau kota sampai provinsi dengan mengoptimalkan peran TNI dan Polri sebagai komandan satuan tugas. Pengaturan ini diharapkan mempercepat koordinasi penanganan lintas wilayah.
Di Jakarta, Posko Logistik Nasional akan dibuka di Halim Perdanakusuma untuk menerima bantuan dari kementerian, lembaga, BUMN, swasta, dan masyarakat. Bantuan yang terkumpul akan disalurkan langsung ke titik penerimaan di Flores melalui jalur udara.
Helikopter dan kapal laut milik TNI, Basarnas, serta BNPB akan dikerahkan ke kawasan yang paling sulit ditembus. Armada tersebut diprioritaskan untuk mengangkut bahan pangan, selimut, dan tenda bagi warga di pengungsian.
Pencarian korban dan pendataan berjalan paralel
Operasi pencarian dan pertolongan dipimpin Basarnas dengan dukungan TNI, Polri, serta relawan. Tim gabungan akan menyisir reruntuhan hingga tidak ada lagi korban yang terjebak maupun dilaporkan hilang.
Pendataan kerusakan rumah juga diminta dimulai tanpa menunggu masa tanggap darurat berakhir. Data awal diperlukan untuk menentukan pembangunan hunian sementara atau perbaikan rumah warga terdampak.
“Saya mohon tidak usah menunggu sampai tanggap darurat selesai. Silakan mulai didata secara paralel,” kata Suharyanto dalam keterangan resmi Badan Komunikasi Pemerintah, Minggu (16/8/2026).
Ia meminta proses pendataan tidak berlarut-larut setelah kondisi kerusakan mulai terlihat jelas. Kepastian penanganan tempat tinggal dinilai penting bagi warga yang kehilangan atau mengalami kerusakan rumah akibat gempa.
Informasi resmi diperbarui setiap sore
BNPB menginstruksikan pengoperasian pusat media resmi untuk menyampaikan perkembangan penanganan bencana. Keterangan pers direncanakan berlangsung setiap hari pada pukul 17.00 WITA.
Pembaruan rutin itu ditujukan untuk menyajikan data penanganan secara transparan kepada masyarakat. Kehadiran pusat media diharapkan dapat menekan informasi simpang siur selama masa darurat dan mendukung proses Pemulihan Listrik NTT bersama layanan vital lainnya.






