Sedikitnya 72 orang tewas setelah sebuah feri transportasi publik tenggelam di Danau Karibia, Zimbabwe. Tragedi ini menjadi salah satu kecelakaan kapal paling mematikan yang pernah terjadi di negara tersebut.
Besarnya jumlah korban menyoroti dugaan kelebihan muatan pada kapal yang melayani warga di kawasan perbatasan Zimbabwe dan Zambia itu. Feri tersebut memiliki kapasitas hingga 90 orang, sementara jumlah orang yang diketahui berada di kapal sudah melampaui angka tersebut.
Pejabat setempat melaporkan kapal membawa 114 penumpang dewasa dan lima kru ketika kecelakaan terjadi. Kapal juga mengangkut sejumlah anak-anak, tetapi jumlah mereka belum dipastikan oleh pihak berwenang.
| Rincian | Jumlah | Keterangan |
|---|---|---|
| Kapasitas feri | Hingga 90 orang | Menurut pejabat setempat |
| Penumpang dewasa | 114 orang | Belum termasuk kru dan anak-anak |
| Kru kapal | 5 orang | Berada di kapal saat insiden |
| Korban meninggal | 72 orang | Data terbaru pihak berwenang |
Pencarian dan Identifikasi Masih Berlangsung
Tim pencarian masih berupaya menemukan penumpang yang belum ditemukan setelah feri karam. Pihak berwenang belum merinci jumlah pasti seluruh orang yang berada di kapal saat insiden berlangsung.
Menurut pembaruan kepolisian, jumlah korban meninggal semula tercatat 68 orang pada hari kecelakaan. Angka itu kemudian naik menjadi 72 orang setelah jasad tambahan ditemukan.
Polisi menyatakan tiga jasad kembali ditemukan pada larut malam 15 Agustus 2026. Proses identifikasi korban juga terus dilakukan untuk memastikan identitas seluruh penumpang yang meninggal.
Data terbaru juga menyebut petugas menemukan 25 jenazah dari feri yang tenggelam tersebut. Penemuan itu memperpanjang daftar korban dalam kecelakaan feri di Zimbabwe yang mengguncang warga sekitar danau.
Ombak Besar Menghantam Kapal
Feri itu diterjang ombak besar sebelum akhirnya tenggelam pada Sabtu (15/8) waktu setempat. Kondisi perairan saat kapal melintas menjadi bagian penting dari peristiwa yang masih ditangani oleh pihak berwenang.
Dugaan kelebihan kapasitas menjadi sorotan karena jumlah penumpang dewasa saja telah mencapai 114 orang. Angka tersebut belum menghitung lima kru serta anak-anak yang turut berada di dalam kapal.
Kapal yang disebut polisi sebagai Kapal RIDA itu digunakan sebagai sarana transportasi publik bagi komunitas di sekitar danau. Jalur air tersebut menghubungkan kawasan yang berada di perbatasan Zimbabwe dan Zambia.
Duka bagi Warga Desa dan Pedagang Ikan
Mayoritas penumpang disebut merupakan warga desa dan pedagang ikan yang tinggal di sekitar Danau Karibia. Identitas seluruh korban belum diumumkan secara rinci oleh pihak berwenang.
Bagi warga sekitar, feri menjadi sarana mobilitas penting untuk menjalankan aktivitas sehari-hari di kawasan perairan. Tenggelamnya kapal ini meninggalkan duka mendalam bagi komunitas yang bergantung pada transportasi dan kegiatan ekonomi di sekitar danau.
Polisi masih melanjutkan pencarian terhadap penumpang lain sambil mengidentifikasi jasad yang telah ditemukan. Perkembangan jumlah korban dan hasil pencarian selanjutnya masih menunggu pembaruan dari pihak berwenang.






