Dukungan Trump untuk Netanyahu Masih Menggantung, Survei Israel Kian Menekan

Presiden Amerika Serikat Donald Trump dilaporkan menyebut Benjamin Netanyahu sebagai “musuh terburuk bagi dirinya sendiri”. Penilaian tajam itu muncul ketika dukungan terbuka dari Gedung Putih untuk Netanyahu menjelang pemilihan umum Israel masih belum diberikan.

Ucapan tersebut berpotensi menambah tekanan bagi pemimpin Likud itu di tengah persaingan politik yang ketat. Sikap akhir Trump dinilai penting karena dapat memengaruhi dinamika kampanye Netanyahu menuju pemilu Israel pada Oktober.

Menurut dua sumber yang pernah berbicara langsung dengan Trump, komentar itu disampaikan saat presiden AS membahas Netanyahu. “Bibi adalah musuh terburuk bagi dirinya sendiri,” kata Trump, dengan Bibi merupakan panggilan yang lazim digunakan untuk Netanyahu.

Hubungan pribadi yang dekat tidak otomatis menghilangkan perbedaan pandangan di antara keduanya. Trump dilaporkan kecewa terhadap sejumlah keputusan pemerintah Israel, terutama terkait Iran, Lebanon, dan Jalur Gaza.

Perbedaan paling besar terlihat dalam pembicaraan mengenai masa depan Gaza. Trump sebelumnya menyatakan terdapat kemajuan dalam rencana perdamaian berisi proposal 15 poin.

Rencana itu mencakup penarikan pasukan Israel dari Gaza serta pelucutan senjata Hamas. Netanyahu menolak peta jalan tersebut dan menegaskan pasukan Israel tidak akan ditarik tanpa proses pelucutan senjata yang benar-benar nyata.

Dalam rapat kabinet, Netanyahu mengatakan Israel mengetahui cara mempertahankan posisinya, termasuk saat berhadapan dengan sahabat terbaiknya. Pernyataan itu dipahami sebagai rujukan terhadap hubungan Israel dengan Amerika Serikat.

Ketegangan kebijakan itu terjadi ketika posisi Netanyahu dalam survei belum sepenuhnya aman. Blok politiknya diperkirakan hanya meraih sekitar 50 dari total 120 kursi parlemen, sementara lawan utamanya menunjukkan peluang yang kompetitif.

Kekuatan PolitikTokoh UtamaGambaran Posisi
Likud dan blok koalisiBenjamin NetanyahuBersaing ketat, diperkirakan sekitar 50 dari 120 kursi
YasharGadi EisenkotDalam sejumlah survei berada di depan Likud dan dinilai berpeluang membentuk pemerintahan

Partai Likud bersaing ketat dengan Yashar yang dipimpin mantan Kepala Staf Militer Israel, Gadi Eisenkot. Sejumlah survei bahkan menempatkan Yashar di depan Likud dan lebih berpeluang membentuk pemerintahan.

Axios, seperti dikutip The Times of Israel, melaporkan Trump sempat menanyakan langsung peluang kemenangan Netanyahu ketika PM Israel itu berkunjung ke Washington bulan lalu. Netanyahu disebut ragu menjawab pertanyaan mengenai posisinya dalam survei sebelum seorang ajudannya menyatakan bahwa ia berada dalam posisi unggul.

Dua pejabat senior yang dikutip Axios menyebut kondisi elektoral Netanyahu menjadi salah satu alasan Trump belum memberi dukungan resmi. Pada Juni lalu, Trump memang mengatakan kemungkinan besar akan mendukung Netanyahu, tetapi ingin melihat lebih dahulu siapa lawan yang dihadapi pemimpin Likud tersebut.

Ketidakpastian itu juga membuat kubu oposisi bergerak melalui jalur informal. Gadi Eisenkot, Naftali Bennett, dan Yair Lapid dilaporkan mengirim pesan kepada lingkaran dekat Trump agar Washington tetap netral menjelang pemilu.

Kekhawatiran oposisi didasarkan pada rekam jejak Trump yang pernah mendukung sekutu politiknya dalam pemilihan di sejumlah negara. Selama perselisihan kebijakan dan tekanan survei masih berlanjut, keputusan Gedung Putih akan tetap menjadi faktor penting bagi peluang Netanyahu.

Baca Juga