Dana Pendidikan Tembus Rp820,9 Triliun, Kenaikan Gaji Guru Belum Direncanakan

Pemerintah menyiapkan dana pendidikan senilai Rp820,9 triliun dalam RAPBN 2027, tetapi kenaikan gaji guru belum masuk dalam rencana anggaran tersebut. Nilai belanja yang besar itu belum otomatis mengubah skema penghasilan tenaga pendidik pada tahun anggaran mendatang.

Alokasi pendidikan 2027 meningkat 13,9 persen dibandingkan outlook 2026 yang mencapai Rp720,8 triliun. Kenaikan dana tersebut akan diarahkan untuk berbagai program pendidikan, bantuan peserta didik, sarana belajar, hingga Makan Bergizi Gratis.

MBG Menjadi Salah Satu Pos Terbesar

Program Makan Bergizi Gratis atau MBG mendapat alokasi sementara Rp240 triliun untuk 70 juta penerima manfaat pada 2027. Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyatakan angka itu masih dapat berubah sesuai perkembangan pembahasan anggaran.

“240 sementara ya, nanti kita lihat,” kata Zulhas ketika dimintai tanggapan mengenai anggaran MBG 2027. Porsi ini menjadikan MBG sebagai salah satu komponen penting dalam belanja pendidikan yang dirancang pemerintah.

Selain MBG, pemerintah menyiapkan Program Indonesia Pintar bagi 22,1 juta siswa dan Kartu Indonesia Pintar Kuliah untuk 1,1 juta mahasiswa. Dana pendidikan juga mencakup Bantuan Operasional Sekolah bagi 54,2 juta siswa serta BOP PAUD untuk 6,3 juta peserta didik.

Tunjangan Guru Tetap Disiapkan

RAPBN 2027 tetap memuat tunjangan profesi untuk 1,3 juta guru non-PNS dan 1,7 juta guru ASN daerah. Tambahan penghasilan juga disiapkan bagi 20.700 guru ASN daerah, meski rencana kenaikan gaji secara umum belum diumumkan.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan belum ada rencana penyesuaian gaji guru dalam anggaran yang sedang disiapkan. Saat ditanya apakah kenaikan anggaran pendidikan akan diikuti kenaikan gaji guru, ia menjawab singkat, “Enggak.”

Purbaya menyampaikan pemerintah masih menghitung ruang fiskal serta kebutuhan yang mungkin muncul dalam perjalanan tahun anggaran. Ia tidak menutup kemungkinan adanya tambahan dana apabila tersedia kemampuan anggaran dan kebutuhan dinilai mendesak.

“Belum, belum, belum diumumkan. Tapi bukan berarti enggak mungkin,” ujar Purbaya. “Kan bisa saja sambil berjalannya waktu nanti kalau memang mungkin saya punya uang lebih dan emang dibutuhkan, kita bisa tambah juga. Tapi sekarang belum direncanakan.”

Tren Anggaran Terus Meningkat

Besaran dana pendidikan dalam RAPBN 2027 melanjutkan tren peningkatan alokasi dalam lima tahun terakhir. Dari Rp513,4 triliun pada 2023, angka yang dirancang untuk 2027 telah bertambah lebih dari Rp300 triliun.

TahunAlokasi Anggaran Pendidikan
2023Rp513,4 triliun
2024Rp569,1 triliun
2025Rp656,6 triliun
2026 (outlook)Rp720,8 triliun
2027 (RAPBN)Rp820,9 triliun

Pemerintah menyusun alokasi tersebut untuk memenuhi amanat Undang-Undang Dasar 1945 mengenai prioritas belanja pendidikan. Konstitusi menetapkan anggaran pendidikan sekurang-kurangnya 20 persen dari APBN.

“Sesuai dengan Undang-Undang Dasar 1945, negara memprioritaskan anggaran pendidikan sekurang-kurangnya 20% dari APBN,” kata Purbaya dalam konferensi pers. Ia menegaskan ketentuan tersebut akan diterapkan dalam penyusunan anggaran 2027.

Renovasi Sekolah hingga Beasiswa

Pembiayaan pendidikan juga mencakup pembangunan tujuh Sekolah Unggul Garuda dan 100 Sekolah Rakyat. Pemerintah menyiapkan dana operasional bagi 166 Sekolah Rakyat serta renovasi untuk 12.215 sekolah dan madrasah.

Beasiswa LPDP, operasional 148 museum, dan taman budaya turut masuk dalam rencana belanja tersebut. Dengan cakupan yang luas itu, tambahan anggaran pendidikan 2027 diarahkan pada bantuan belajar, fasilitas, dan program pendukung, sementara kepastian kenaikan gaji guru masih belum ada.

Baca Juga