Benfica memberikan jawaban tegas setelah hanya meraih hasil imbang pada pertandingan pembuka Liga Portugal. Bermain di Estádio da Luz pada 17 Agustus 2026, Benfica menundukkan Casa Pia dengan skor telak 7-0.
Kemenangan tersebut tidak hanya menunjukkan ketajaman serangan, tetapi juga kemampuan Benfica menjaga pertahanan hingga laga berakhir. Gawang tuan rumah tetap bersih dalam pertandingan kedua mereka di kompetisi tersebut.
Bagi Casa Pia, kekalahan besar ini memperlihatkan perubahan drastis yang terjadi sepanjang laga. Kapten tim, Alexandre Santana, menilai timnya masih mampu bertahan dalam pertandingan pada babak pertama meski Benfica tampil lebih dominan.
Casa Pia tertinggal dua gol sebelum jeda, namun Santana menyebut timnya belum sepenuhnya kehilangan keyakinan. Situasi berubah pada babak kedua ketika mereka kehilangan kendali dalam waktu singkat.
“Ada dua bagian permainan yang berbeda. Pada babak pertama, meski kebobolan dua gol dan Benfica lebih dominan, kami masih merasa dalam pertandingan,” kata Santana.
Menurut Santana, tujuh menit pada babak kedua menjadi fase yang sangat merugikan bagi Casa Pia. Periode tersebut membuat timnya tidak mampu lagi membendung dominasi Benfica hingga skor akhir melebar menjadi tujuh gol tanpa balas.
Pukulan Besar bagi Casa Pia
Kapten Casa Pia itu mengakui hasil di Da Luz menjadi pukulan bagi moral tim. Namun, ia meminta rekan-rekannya menjadikan kekalahan tersebut sebagai bahan pembelajaran untuk memperbaiki penampilan berikutnya.
“Kekalahan ini harus membuat kami berpikir dan belajar dari kesalahan tanpa terbawa emosi. Kami akan terus bekerja keras untuk membangun identitas dan jalur yang ingin kami capai,” ujar Santana.
Di sisi lain, Marco Silva menilai kemenangan Benfica pantas diraih berdasarkan penampilan timnya selama pertandingan. Ia menekankan bahwa skuadnya mampu mengendalikan permainan sejak awal, meski kondisi lapangan tidak sepenuhnya ideal.
“Ini kemenangan yang adil dan memuaskan berdasarkan cara kami bermain. Lapangan sangat sulit untuk bermain, dan kami harus memastikan memberikan kondisi terbaik bagi semua tim dan pemain,” ujar Silva.
Dukungan Suporter Beri Perbedaan
Silva juga menyoroti peran suporter yang memenuhi atmosfer Estádio da Luz. Menurutnya, dukungan pada laga melawan Casa Pia terasa sangat berbeda dibandingkan pertandingan pertama Benfica.
“Perbedaan besar dari pertandingan pertama ke pertandingan ini adalah dukungan, yang sangat istimewa bagi kami. Kami mengendalikan pertandingan sejak awal dan menjaga gawang tetap bersih memberikan rasa yang berbeda,” katanya.
Dominasi Benfica terlihat dari kemampuan mereka menjalankan dua fase permainan secara efektif. Tim tuan rumah mampu menekan lawan saat menyerang sekaligus menjaga organisasi pertahanan ketika Casa Pia berusaha keluar dari tekanan.
Meski meraih kemenangan dengan selisih tujuh gol, Silva tidak ingin hasil besar itu membuat timnya menurunkan standar. Ia menegaskan bahwa Benfica harus tetap mengejar kualitas permainan, bukan sekadar terpaku pada besarnya skor.
“Kami tidak akan berhenti. Ada momen di mana kami bisa menang 1-0 dan tetap bahagia seperti menang 7-0,” ujar Silva.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa kemenangan 7-0 dipandang sebagai modal, bukan titik akhir bagi Benfica. Setelah memulai kompetisi dengan hasil imbang, mereka kini memperoleh dorongan penting untuk menjaga konsistensi di Liga Portugal.
Sementara itu, Casa Pia perlu mengevaluasi penurunan performa yang terjadi setelah jeda pertandingan. Kemampuan mempertahankan organisasi permainan akan menjadi pekerjaan utama setelah kekalahan telak di kandang Benfica.






