Guru dan Dinas Pendidikan se-Jatim Akan Dapat Layanan Gaji hingga Kredit Terintegrasi

Bank Jatim menyiapkan layanan keuangan terintegrasi yang menyasar guru serta aparatur di lingkungan Dinas Pendidikan se-Jawa Timur. Program ini mencakup penyaluran gaji dan tunjangan, pengelolaan rekening penerima tunjangan, fasilitas kredit, hingga transaksi digital.

Skema tersebut diharapkan membuat pengelolaan hak-hak finansial insan pendidikan berlangsung lebih praktis dan efisien. Sasaran layanan tidak hanya aparatur sipil negara atau ASN, tetapi juga pegawai Non-ASN di lingkungan pendidikan.

Kerja sama ini juga diarahkan untuk memperluas penggunaan rekening dan layanan digital di satuan pendidikan. Bank Jatim menargetkan peningkatan penghimpunan Dana Pihak Ketiga atau DPK, penyaluran kredit bagi ASN, serta pertumbuhan transaksi digital.

Sinergi dengan Dinas Pendidikan se-Jawa Timur

Program layanan tersebut merupakan hasil kerja sama antara Bank Jatim, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, dan seluruh Dinas Pendidikan kabupaten/kota di Jawa Timur. Kolaborasi ini ditujukan untuk membantu pengelolaan kebutuhan perbankan bagi ASN maupun Non-ASN di sektor pendidikan.

Perjanjian Kerja Sama Layanan Jasa Perbankan Satuan Pendidikan ditandatangani di Batu. Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Utama Bank Jatim Winardi Legowo bersama Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Aries Agung Paewai serta dihadiri jajaran direksi bank tersebut.

Kerja sama ini menempatkan layanan perbankan sebagai bagian dari dukungan terhadap operasional keuangan satuan pendidikan. Pengelolaan pembayaran dan transaksi diharapkan dapat berjalan dengan akses yang lebih terpadu bagi pihak terkait.

LayananCakupan
Penyaluran penghasilanGaji, tunjangan, dan tambahan penghasilan ASN maupun Non-ASN
Pengolahan rekening guruPengelolaan data rekening guru penerima tunjangan
Kredit dan pembiayaanFasilitas kredit dan/atau pembiayaan
Layanan digitalTransaksi perbankan untuk kebutuhan lingkungan pendidikan

Rekening Guru dan Transaksi Digital Jadi Perhatian

Salah satu cakupan utama dalam kesepakatan ini adalah pengolahan data rekening guru penerima tunjangan. Pengelolaan data tersebut berkaitan dengan penyaluran hak finansial guru melalui sistem perbankan.

Selain itu, layanan digital disiapkan untuk mendukung kebutuhan transaksi di lingkungan pendidikan. Bank Jatim menilai pemanfaatan layanan tersebut dapat membantu proses keuangan pemerintah daerah dan insan pendidikan menjadi lebih mudah serta cepat.

Winardi mengatakan kerja sama ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat posisi Bank Jatim sebagai mitra pemerintah daerah. Kolaborasi itu juga diharapkan dapat menopang ekosistem pendidikan di Jawa Timur melalui layanan yang sesuai kebutuhan.

“Melalui kerja sama ini, Bank Jatim ingin menghadirkan layanan perbankan yang semakin terintegrasi dan memberikan kemudahan bagi seluruh insan pendidikan,” ujar Winardi dalam keterangan resminya pada Selasa, 18/08/2026. Pernyataan tersebut menegaskan fokus sinergi pada penyederhanaan akses keuangan bagi lingkungan pendidikan.

Ia juga berharap manfaat kerja sama dapat menjangkau pemerintah daerah dan para insan pendidikan secara lebih luas. Menurut Winardi, pengelolaan transaksi serta akses terhadap layanan digital dapat dijalankan secara lebih praktis melalui kesepakatan ini.

Melanjutkan Kerja Sama di Sektor Pendidikan

Kolaborasi dengan dinas pendidikan di Jawa Timur melanjutkan keterlibatan Bank Jatim dalam layanan keuangan sektor pendidikan. Sejak September 2025, bank ini telah bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah terkait layanan jasa keuangan.

Kerja sama sebelumnya berkaitan dengan pengolahan data pada aplikasi pembayaran tunjangan guru. Kesepakatan terbaru memperluas ruang layanan ke Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur serta dinas pendidikan di tingkat kabupaten dan kota.

Bank Jatim menyatakan akan terus menyediakan solusi keuangan yang disesuaikan dengan kebutuhan pemerintah daerah dan masyarakat. Penguatan layanan ini diharapkan turut mendukung digitalisasi perbankan serta tata kelola keuangan pada sektor pendidikan Jawa Timur.

Baca Juga