Gempa bumi yang mengguncang Nusa Tenggara Timur telah menewaskan 53 orang dan menyebabkan 135 warga terluka. Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menunjukkan dampak bencana tersebut menjangkau enam kabupaten di wilayah NTT.
Korban meninggal paling banyak tercatat di Kabupaten Manggarai dengan 25 jiwa, disusul Manggarai Timur sebanyak 20 jiwa. Di tengah duka tersebut, Megawati Soekarnoputri memimpin doa bagi warga terdampak saat upacara HUT RI ke-81 di Jakarta Selatan.
Korban Meninggal Tersebar di Enam Kabupaten
Deputi Bidang Pencegahan BNPB Abdul Muhari menyampaikan bahwa seluruh korban jiwa berasal dari Manggarai Barat, Manggarai Timur, Manggarai, Nagekeo, Sikka, dan Ende. Sebaran ini memperlihatkan bahwa dampak gempa tidak terkonsentrasi pada satu daerah saja.
| Wilayah | Korban meninggal |
|---|---|
| Kabupaten Manggarai | 25 jiwa |
| Kabupaten Manggarai Timur | 20 jiwa |
| Kabupaten Sikka | 4 jiwa |
| Kabupaten Ende | 2 jiwa |
| Kabupaten Manggarai Barat | 1 jiwa |
| Kabupaten Nagekeo | 1 jiwa |
Jumlah korban luka akibat gempa mencapai 135 orang berdasarkan catatan BNPB. Gempa itu terjadi pada Sabtu, 15 Agustus, dan menambah beban warga di sejumlah kawasan terdampak.
Doa untuk Flores dalam Upacara Kemerdekaan
Megawati Soekarnoputri menjadikan tragedi gempa sebagai perhatian utama pada pembukaan upacara peringatan kemerdekaan. Sebagai inspektur upacara, ia mengajak seluruh peserta mengheningkan cipta dan mendoakan warga NTT, terutama Flores.
“Seluruh rakyat Indonesia yang saya cintai, marilah kita mengucapkan doa bersama terutama untuk yang namannya daerah Nusa Tenggara Timur terutama Flores,” kata Megawati sebelum mengheningkan cipta. Doa tersebut juga ditujukan kepada para korban yang meninggal dunia akibat gempa.
Megawati meminta agar warga yang selamat diberi kekuatan dalam menghadapi musibah. Ia juga menyampaikan harapan agar keluarga korban memperoleh ketabahan di tengah kehilangan anggota keluarga.
Dalam amanatnya, Megawati kembali menyatakan duka cita mendalam atas bencana di NTT. Ia menyebut gempa yang terjadi sebagai peristiwa yang sangat luar biasa dan menegaskan telah mendoakan warga Flores secara khusus.
“Saya secara khusus tadi kita telah berdoa bagi warga Flores, NTT dan berduka cita yang sedalam-dalamnya pada korban yang menjadi akibat gempa bumi yang sangat luar biasa,” ujar Megawati. Pernyataan itu menempatkan peringatan HUT RI ke-81 sebagai ruang untuk menunjukkan solidaritas kepada warga terdampak bencana.
Upacara Digelar di Lenteng Agung
Upacara berlangsung di halaman Masjid At-Taufiq, Sekolah Partai PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, pada Senin, 17 Agustus 2026. Megawati tiba sekitar pukul 08.55 WIB dengan didampingi Puti Guntur Soekarno.
Hasto Kristiyanto bersama jajaran DPP PDIP menyambut kedatangan Megawati di lokasi upacara. Pengibaran bendera Merah Putih dijadwalkan berlangsung sekitar pukul 09.00 WIB.
Cornelius Anton bertugas sebagai komandan upacara dalam peringatan tersebut. Rangkaian kegiatan dipimpin Megawati sebagai inspektur upacara, dengan doa bagi korban gempa NTT mengawali suasana peringatan kemerdekaan.






