Saat 9.290 Warga Mengungsi, 50.000 Paket Sembako Mulai Dikirim ke NTT

Pemerintah menyiapkan 50.000 paket sembako bagi warga terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur. Pengiriman bantuan dilakukan bertahap ketika 9.290 warga masih bertahan di sejumlah lokasi pengungsian.

Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga Minggu (16/8/2026) pukul 00.00 WIB menunjukkan besarnya kebutuhan penanganan darurat di wilayah terdampak. Gempa berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang NTT pada Sabtu (15/8/2026).

Distribusi Disesuaikan dengan Kebutuhan Lapangan

Presiden Prabowo Subianto menyatakan paket bantuan mulai diberangkatkan sejak Sabtu. Penyalurannya akan mengikuti kebutuhan masyarakat dan perkembangan kondisi penanganan bencana di lapangan.

Sebanyak 4.925 paket dari bantuan Presiden telah dikirim melalui Maumere dan Labuan Bajo. Sisa 45.075 paket akan disalurkan secara bertahap ke kabupaten-kabupaten yang terdampak gempa.

Komponen BantuanJumlah PaketKeterangan
Bantuan telah dikirim4.925 paketMelalui Maumere dan Labuan Bajo
Bantuan menyusul45.075 paketDisalurkan bertahap sesuai kebutuhan
Total bantuan Presiden50.000 paketUntuk warga terdampak gempa di NTT

Prioritas distribusi tidak hanya diarahkan ke satu daerah karena sebaran pengungsi terdapat di sejumlah kabupaten. Kabupaten Sikka mencatat konsentrasi pengungsi terbesar, yakni 3.356 jiwa, disusul Kabupaten Manggarai dengan 2.078 jiwa.

Perbedaan jumlah pengungsi di tiap wilayah menjadi salah satu pertimbangan dalam penyaluran paket sembako. Pemerintah menempatkan pemenuhan kebutuhan dasar warga sebagai fokus selama masa tanggap darurat.

Koordinasi Lintas Sektor Dikerahkan

Sejumlah pejabat ditugaskan untuk terlibat langsung dalam penanganan dampak gempa. Mereka meliputi Menko PMK Pratikno, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo, Kepala BNPB Suharyanto, serta Kepala Basarnas Mohammad Syafii.

Penanganan di lapangan juga melibatkan Perum Bulog, PT PLN (Persero), PT Pertamina (Persero), dan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. Koordinasi lintas sektor tersebut diarahkan agar respons darurat berjalan cepat, terkoordinasi, dan tepat sasaran.

Melalui unggahan akun Instagram @prabowo yang dipantau di Jakarta pada Minggu, Prabowo menegaskan perlunya respons cepat bagi masyarakat terdampak. “Kami ingin memastikan saudara-saudara kita di sana mendapatkan penanganan darurat yang cepat dan maksimal,” kata Prabowo.

Ia menekankan bahwa keselamatan warga harus berjalan seiring dengan pemenuhan kebutuhan dasar di pengungsian. “Keselamatan dan kebutuhan dasar warga adalah hal yang paling utama saat ini,” ujarnya.

Pemulihan Tetap Menjadi Perhatian

Selain mengirim bantuan untuk kebutuhan awal warga, pemerintah menyatakan upaya pemulihan pascabencana akan terus dijalankan. “Pemerintah akan terus berupaya yang terbaik untuk memulihkan keadaan,” kata Prabowo.

Presiden turut menyampaikan simpati kepada masyarakat NTT yang terdampak gempa. Pengiriman bantuan lanjutan akan mengikuti kebutuhan warga serta perkembangan penanganan di daerah terdampak.

Baca Juga