Ambisi Vietnam memperkuat sektor teknologi tinggi akan memasuki orbit pada 2027 melalui satelit perdana VinSpace. Perusahaan tersebut telah mengikat kontrak dengan SpaceX untuk membawa perangkat itu dalam misi peluncuran mendatang.
Satelit VinSpace akan menumpang misi rideshare SpaceX Transporter, bukan menggunakan roket khusus. Pengaturan ini memungkinkan beberapa pelanggan berbagi satu penerbangan roket dan biaya peluncurannya.
Pilihan rideshare memberi jalur yang lebih mudah dijangkau bagi perusahaan yang baru memasuki industri antariksa. VinSpace dapat mengirim perangkatnya ke orbit tanpa harus menanggung kebutuhan peluncuran khusus untuk satu satelit.
Misi 2027 dirancang sebagai pengujian teknologi di orbit. Hasilnya akan dipakai sebagai bagian dari persiapan sebelum teknologi tersebut diperluas ke penggunaan komersial.
Perangkat Akan Dikembangkan dan Dioperasikan Sendiri
VinSpace akan bertanggung jawab mengembangkan sekaligus mengoperasikan satelit pertamanya. Kendati demikian, detail mengenai ukuran, kapasitas, dan teknologi satelit belum diumumkan perusahaan.
Rincian kebutuhan komersial yang akan dilayani perangkat itu juga masih belum tersedia. Peluncuran perdana nanti menjadi kesempatan awal untuk melihat kemampuan VinSpace mengelola teknologi antariksa dari Vietnam.
Kerja sama peluncuran dengan SpaceX memperjelas langkah VinSpace setelah pengumuman rencana pengembangan satelit. Perusahaan kini perlu menyiapkan perangkat yang mampu menjalani pengujian serta pengoperasian lanjutan di orbit.
| Peristiwa | Tahun | Keterangan |
|---|---|---|
| Satelit telekomunikasi pertama Vietnam | 2008 | Peluncuran satelit telekomunikasi pertama negara tersebut |
| Satelit telekomunikasi kedua Vietnam | 2012 | Peluncuran satelit telekomunikasi kedua |
| Satelit pertama VinSpace | 2027 | Direncanakan meluncur melalui misi rideshare SpaceX Transporter |
Fondasi Antariksa Vietnam
Vietnam telah memiliki pengalaman peluncuran dua satelit telekomunikasi sebelum proyek VinSpace. Satelit telekomunikasi pertama negara itu diluncurkan pada 2008, kemudian disusul peluncuran kedua pada 2012.
Tekno Kompas yang merangkum AFP menyebut Vietnam telah membangun kemampuan kedirgantaraan selama beberapa dekade. Namun, posisi negara tersebut di dalam industri antariksa global masih relatif kecil.
VinSpace sendiri merupakan perusahaan di bawah Vingroup, konglomerasi yang didirikan oleh taipan Vietnam Pham Nhat Vuong. Perusahaan antariksa itu baru dibentuk pada November 2025.
Pada April 2026, VinSpace mengumumkan rencana pengembangan satelit pertamanya. Kontrak peluncuran untuk 2027 kemudian menjadi kelanjutan nyata dari rencana tersebut.
Vingroup memiliki kegiatan usaha di sektor real estat, ritel, kesehatan, pendidikan, dan pariwisata. Grup ini juga memperluas fokusnya ke kendaraan listrik, kecerdasan buatan, robotika, dan industri antariksa.
Langkah ke sektor antariksa mencerminkan perluasan strategi Vingroup pada bidang teknologi tinggi. Arah itu juga berkaitan dengan ambisi Vietnam memperkuat posisinya sebagai salah satu kekuatan ekonomi utama di Asia.
Keberhasilan pengujian satelit di orbit akan menjadi dasar bagi pengembangan aplikasi komersial VinSpace pada masa mendatang. Untuk saat ini, fungsi akhir dan kemampuan teknis perangkat tersebut masih menunggu pengungkapan lebih lanjut dari perusahaan.






