Southampton datang ke Vicarage Road dengan tekanan besar setelah memulai Liga Championship 2026/27 di dasar klasemen akibat pengurangan empat poin. Namun, catatan 10 laga tandang liga tanpa kekalahan di markas Watford memberi mereka modal penting untuk menghadapi situasi tersebut.
Tim tamu akan bertanding melawan Watford pada Minggu, 16 Agustus 2026, dengan kebutuhan segera mengurangi dampak sanksi. Dua kunjungan terakhir Southampton ke kandang lawannya bahkan sama-sama berakhir imbang.
Pengurangan empat poin itu dijatuhkan EFL setelah Southampton terbukti melanggar sejumlah regulasi kompetisi. Konsekuensinya langsung terasa sebelum pertandingan dimulai, ketika Southampton berada di posisi ke-24 sedangkan Watford menempati urutan ke-14 dengan nol poin.
Rekor Pertemuan Menguntungkan Southampton
Kepercayaan diri Southampton tidak hanya ditopang hasil tandang di Vicarage Road. Dalam 14 pertemuan terakhir di semua kompetisi, Watford hanya sekali menang, sementara Southampton meraih tujuh kemenangan dan enam pertandingan lainnya berakhir imbang.
Catatan tersebut membuat Watford menghadapi lawan yang secara historis sulit mereka tundukkan. Tuan rumah juga masih membawa beban hasil buruk pada penutupan musim sebelumnya.
Watford kalah dalam lima pertandingan Liga Championship terakhir musim lalu. Pada rentang itu, mereka kemasukan 16 gol dan hanya mencetak satu gol.
Manajer Alessio Dionisi menyiapkan formasi 4-2-3-1 untuk mencari respons di kandang. F. Ravaglia dipasang sebagai penjaga gawang, sedangkan M. Pollock memimpin tim dengan ban kapten.
| Aspek | Watford | Southampton |
|---|---|---|
| Formasi | 4-2-3-1 | 4-2-3-1 |
| Penjaga gawang | F. Ravaglia | D. Peretz |
| Kapten | M. Pollock | J. Stephens |
| Penyerang utama | M. Doumbia | C. Larin |
Watford Mengandalkan Dukungan Lini Kedua
Di lini belakang Watford, Pollock akan bermain bersama O. Traore, K. Keben, dan M. Bola. H. Kyprianou serta E. Bove ditempatkan sebagai dua gelandang bertahan untuk menjaga keseimbangan tim.
A. Nabizada, Iker Bravo, dan O. Maamma akan beroperasi di belakang M. Doumbia. Susunan itu menjadi tumpuan Dionisi untuk memperbaiki ketajaman tim yang menurun pada akhir musim lalu.
Fondasi Positif dari Musim Sebelumnya
Southampton memasang D. Peretz di bawah mistar dalam skema 4-2-3-1 arahan Tonda Eckert. J. Bree, T. Harwood-Bellis, J. Stephens, dan R. Manning membentuk empat pemain di lini pertahanan.
C. Bragg dan F. Downes akan mengisi poros tengah Southampton. L. Dobbin, K. Matsuki, serta Leo Scienza disiapkan untuk mendukung C. Larin sebagai penyerang tunggal.
Meski memulai kompetisi dengan sanksi, Southampton membawa fondasi hasil akhir musim lalu yang kuat. Mereka membukukan 19 pertandingan liga tanpa kekalahan melalui 14 kemenangan dan lima hasil imbang.
D. Peretz menjadi salah satu elemen penting dalam rangkaian tersebut. Data Opta mencatat ia menggagalkan 7,1 potensi gol berdasarkan model expected goals on target atau xGOT, setelah kebobolan 18 gol dari xGOT 25,1 selama 1.800 menit bermain musim lalu.
Pertandingan ini mempertemukan Watford yang ingin menghentikan tren buruk dengan Southampton yang berusaha bangkit dari posisi terbawah. Hasil di Vicarage Road akan menentukan apakah catatan tandang Southampton mampu menjadi awal untuk mengejar kembali poin yang hilang.






