Keluhan Pungli dan Kriminalitas Membayangi, Sopir Truk Jatim Tak Pasang Merah Putih

Menjelang HUT RI ke-81, sejumlah truk pengangkut barang di Surabaya terlihat tidak memasang bendera Merah Putih. Pilihan itu muncul bersamaan dengan keluhan pengemudi mengenai pungutan liar, diskriminasi di jalan, dan tindak kriminalitas yang menyasar angkutan logistik.

Pada Sabtu, 15 Agustus 2026, kendaraan barang yang melintas di Jalan Merr Surabaya tampak tanpa hiasan kemerdekaan. Pemandangan tersebut berbeda dari kebiasaan pada tahun-tahun sebelumnya, ketika atribut merah putih umumnya sudah terpasang sejak awal Agustus.

Keputusan Masing-Masing Pengemudi

Koordinator GSJT Supriyono menegaskan tidak ada gerakan terpusat yang mengarahkan pengemudi untuk tidak memasang bendera. Menurut dia, keputusan itu lahir dari kesadaran masing-masing pengemudi atas persoalan yang masih mereka alami.

“Bukan gerakan sih, hanya kesadaran saja dari mereka sendiri,” ucap Supriyono. Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa sikap sejumlah sopir truk Jatim itu bukan hasil instruksi kolektif.

Supriyono menilai masalah yang dihadapi kendaraan angkutan barang belum berhenti di lapangan. Ia menyebut pungutan liar, perlakuan diskriminatif, serta ancaman kejahatan masih menjadi keluhan utama pengemudi.

“Masih ada pungli, masih ada diskriminasi perlakuan di jalan. Masih banyak tindak kriminalitas yang menyasar truk logistik,” terang dia.

Keluhan tentang pungli angkutan barang berkaitan langsung dengan pekerjaan distribusi yang bergantung pada kelancaran perjalanan truk. Bagi pengemudi, persoalan tersebut dinilai belum tertangani meski peringatan kemerdekaan kembali berlangsung.

Bentuk Kekecewaan yang Pernah Terjadi

Supriyono menyebut ekspresi kekecewaan serupa telah terlihat pada peringatan kemerdekaan tahun sebelumnya. Kala itu, sejumlah pengemudi memilih memasang bendera One Piece sebagai pengganti bendera Merah Putih.

“Tahun kemarin kan juga begitu, mending pasang One Piece daripada bendera merah putih,” jelas Supriyono. Pernyataan itu menggambarkan bahwa keresahan pengemudi disebut telah muncul sejak peringatan HUT RI sebelumnya.

Situasi tersebut kontras dengan semangat perayaan kemerdekaan yang tetap tumbuh di lingkungan warga Surabaya. Di Tower E Rusunawa Sumur Welut, anak-anak dan ibu-ibu mengikuti lomba sederhana pada Minggu, 9 Agustus 2026.

KegiatanWaktu dan LokasiKeterangan
Truk tanpa atribut merah putih15 Agustus 2026, Jalan Merr SurabayaSejumlah kendaraan barang terlihat tanpa hiasan kemerdekaan.
Lomba warga9 Agustus 2026, Tower E Rusunawa Sumur WelutAnak-anak dan ibu-ibu mengikuti kegiatan menyambut kemerdekaan.

Ketua PKK Tower E, Astri, mengatakan kebersamaan menjadi nilai utama dalam kegiatan warga tersebut. “Semua menyenangkan walaupun entah menang entah kalah yang penting kita saling bersama,” kata Astri.

Ia mengapresiasi warga Tower E yang mengikuti lomba secara guyub rukun. Rangkaian acara telah dimulai beberapa minggu sebelumnya dan didukung doorprize dari Mama Inga nomor 213 berupa beras, minyak, serta gula.

Pedoman Upacara Tetap Disiapkan

Di tengah beragam ekspresi menjelang HUT RI ke-81, pemerintah tetap menyiapkan pedoman upacara 17 Agustus 2026. Kementerian Sekretariat Negara menerbitkan Surat Nomor B-13/M/S/TU.00.03/08/2026, sementara Kemendikdasmen mengeluarkan surat tersendiri untuk lingkungan kerjanya.

Upacara di lingkungan Kemendikdasmen dijadwalkan berlangsung secara luring mulai pukul 07.30 waktu setempat. Susunan minimalnya mencakup pengibaran bendera, mengheningkan cipta, pembacaan Pancasila, Pembukaan UUD 1945, hingga naskah Proklamasi.

Masyarakat juga diimbau berdiri tegap saat Lagu Kebangsaan Indonesia Raya berkumandang dan bendera dikibarkan di Halaman Istana Merdeka. Imbauan itu berlaku pada 17 Agustus 2026 pukul 10.17 hingga 10.20 waktu setempat.

Baca Juga