Rahasia Air Mata Jadi Mutiara, SIRENA Tampilkan Konflik Putri Duyung di Jakarta

Air mata yang berubah menjadi mutiara menjadi rahasia berbahaya bagi Sirena, putri duyung yang terdampar dan kehilangan keluarganya. Rahasia itu memicu penculikan serta penyiksaan ketika pihak tertentu berusaha mengambil keuntungan materi darinya.

Konflik tersebut akan hadir dalam drama musikal SIRENA: Air Mata dari Lautan yang dijadwalkan dipentaskan pada 9–10 Oktober 2026. Pertunjukan produksi Shinera Entertainment ini akan berlangsung di Balai Sarbini, Jakarta.

Sirena digambarkan sebagai gadis istimewa yang semula dapat hidup di dua dunia, laut dan daratan. Kehidupannya berubah setelah perang besar menghancurkan kerajaan bawah laut Atargatis, tempat ia berasal.

Ia kemudian terdampar di pesisir pantai berpasir putih di tengah kota manusia setelah kehilangan orang tua dan tanah airnya. Saat ditemukan, sirip Sirena telah lenyap dan berganti menjadi sepasang kaki seperti manusia.

Sepasang dokter yang sedang berlibur menemukan Sirena kecil dan kemudian mengadopsinya. Dalam lingkungan baru itu, Sirena belajar berbicara, berjalan, serta memahami tata krama masyarakat manusia sambil membawa trauma dari laut.

Ancaman di Daratan

Kerinduan Sirena kepada orang tuanya membuat air matanya berubah menjadi mutiara indah. Kemampuan tersebut justru menempatkannya dalam bahaya setelah diketahui oleh orang-orang yang mengejar keuntungan.

Anthony, sahabat yang juga mencintai Sirena, berupaya membebaskannya dari penculikan. Nasib Sirena semakin mendesak karena jantung putri duyung disebut memiliki batas waktu untuk bertahan di daratan.

Kisah ini menempatkan cinta Anthony dan kerinduan Sirena pada samudra sebagai penentu perjalanan tokoh utama. Cerita juga membawa tema identitas, keberanian, penerimaan diri, keluarga, serta kepedulian terhadap alam.

Musik, Koreografi, dan Dunia Bawah Laut

Sutradara Djaelani M. mengarahkan pementasan ini dengan metodologi teater yang ditujukan untuk menjembatani imajinasi anak-anak dan emosi penonton dewasa. Produksi tersebut menyasar penonton dewasa muda sekaligus keluarga.

Dalam keterangannya kepada Suara.com, Djaelani M. menyebut pertunjukan itu memadukan musik, koreografi dinamis, dan tata artistik multimedia. Perpaduan tersebut dirancang untuk membangun suasana dunia bawah laut yang imersif di atas panggung.

“Men-direct drama musikal ini memberikan kepuasan tersendiri. Kami menggabungkan elemen musik, koreografi yang dinamis, hingga tata artistik multimedia untuk menciptakan dunia bawah laut yang imersif,” ujar Djaelani M.

Kak Loly, pencetus ide sekaligus penulis naskah, menegaskan bahwa SIRENA tidak hanya disiapkan sebagai dongeng. “Melalui SIRENA, kami ingin membuka cakrawala berpikir tentang keberanian dan penerimaan diri,” kata Kak Loly.

Pemeran dari Berbagai Generasi

Rara Sudirman akan memerankan Sirena dewasa, sedangkan Muhammad Fachad Haydra tampil sebagai Anthony. Sisi kerajaan Atargatis didukung Widi Mulia sebagai Ratu Kaia dan Agus Wisman sebagai Raja Athar.

PemeranPeranKeterangan
Rara SudirmanSirena dewasaTokoh utama
Muhammad Fachad HaydraAnthonySahabat Sirena
Widi MuliaRatu KaiaKerajaan Atargatis
Agus WismanRaja AtharKerajaan Atargatis
Firzanah AlyaSirena kecilMasa kecil Sirena
Rasyad Aiman AgusLeoTalenta muda

Firzanah Alya turut memerankan Sirena kecil, sementara Rasyad Aiman Agus tampil sebagai Leo. Jajaran pemain lintas generasi itu akan menghidupkan perjalanan Sirena dari kerajaan bawah laut hingga dunia manusia di Balai Sarbini.

Baca Juga