Santos Menang 3-0, Neymar dan Thiago Mendes Tetap Menjaga Jarak di Sao Januario

Santos membawa pulang kemenangan 3-0 dari kandang Vasco da Gama, tetapi suasana sebelum laga justru menyorot hubungan dingin Neymar dan Thiago Mendes. Kedua pemain kembali tidak berjabat tangan dalam seremoni yang berlangsung di Stadion Sao Januario pada pekan ke-23 Brasileirao.

Thiago Mendes, kapten Vasco da Gama, memilih berjalan melewati Neymar saat penyerang Santos itu mendekat dalam sesi salam antarpemain. Gestur singkat tersebut menunjukkan perselisihan yang telah berlangsung lama masih terbawa ke pertemuan mereka di kompetisi Brasil.

Jarak di antara keduanya juga terlihat saat prosesi pengundian koin bersama wasit. Mendes dan Neymar tetap bertukar bendera tim sesuai protokol, namun tidak melakukan jabat tangan.

MomenPeristiwa
Sesi salam sebelum lagaThiago Mendes melewati Neymar tanpa menyambut uluran tangan.
Pengundian koinKedua kapten bertukar bendera tim tanpa berjabat tangan.
Hasil pertandinganSantos menang 3-0 atas Vasco da Gama.

Interaksi minimal itu menjadi kontras dengan hasil akhir pertandingan yang berpihak tegas kepada Santos. Kemenangan tersebut diraih di hadapan pendukung Vasco, sementara perhatian publik sudah tertuju pada ketegangan dua pemain sebelum bola bergulir.

Dalam pertandingan ini, Santos juga memberi debut kepada dua pemain Argentina, Facundo Colidio dan Santiago Sosa. Benjamin Rollheiser turut mencatatkan assist impresif dalam kemenangan tim tamu.

Ketegangan yang Kembali Muncul

Pertemuan di Sao Januario bukan kali pertama Neymar dan Thiago Mendes terlibat situasi panas musim ini. Pada laga Santos melawan Vasco pada Februari 2026, Santos menang 2-1 dalam pertandingan yang diwarnai adu mulut di tengah lapangan.

Dalam insiden tersebut, Mendes melayangkan tandukan ke arah Neymar. Peristiwa itu membuat pertemuan berikutnya memiliki konteks yang lebih sensitif, termasuk ketika kedua pemain harus menjalani rangkaian seremoni sebelum laga.

Usai pertandingan Februari itu, Neymar melontarkan kritik keras kepada gelandang Vasco tersebut dalam konferensi pers. Ia mengaitkan sikap Mendes pada laga itu dengan pengalaman mereka ketika sama-sama bermain di Prancis.

“Dia selalu menjadi orang yang membuat masalah, selalu berusaha berlagak tangguh, selalu seperti itu. Dengan segala hormat, dia seorang idiot,” kata Neymar.

Neymar juga menyinggung cedera yang pernah dialaminya saat menghadapi Olympique Lyon. “Dia pernah mencederai saya sekali di PSG dan dia berjanji kepada saya hari ini. Kita lihat saja apakah dia cukup jantan untuk mencederai saya lagi,” lanjutnya.

Berawal dari Ligue 1

Konflik Neymar dan Thiago Mendes berakar pada pertandingan Ligue 1 Prancis pada 2020, ketika Paris Saint-Germain menghadapi Olympique Lyon. Tekel keras Mendes dalam laga itu membuat Neymar mengalami cedera terkilir pada pergelangan kaki kiri.

Insiden tersebut terus menjadi latar setiap kali kedua pemain berhadapan, meski kini sama-sama tampil di Brasil. Penolakan jabat tangan di laga Santos vs Vasco da Gama memperlihatkan bahwa hubungan personal mereka belum mencair.

Pertandingan pekan ke-23 ini tidak disebut diwarnai bentrokan baru di lapangan antara Neymar dan Thiago Mendes. Namun, sikap keduanya dalam seremoni awal laga kembali menegaskan bahwa perselisihan lama tersebut masih menyertai perjalanan Brasileirao 2026.

Baca Juga