Misteri ruang utama makam Qin Shi Huang belum terpecahkan karena bagian itu tidak pernah dibuka. Bukan hanya harta dan artefak yang menjadi perhatian, tetapi juga ancaman merkuri serta kemungkinan jebakan yang dicatat dalam sejarah.
Para arkeolog menghadapi pilihan sulit antara mencari jawaban dari dalam makam atau menjaga situs agar tidak mengalami kerusakan yang tak dapat dipulihkan. Untuk saat ini, pelestarian struktur dan benda-benda yang mungkin berada di dalamnya lebih diutamakan.
Ruang Utama Masih Menyimpan Rahasia
Belum ada kepastian mengenai apa saja yang tersimpan di ruang utama Makam Qin Shi Huang. Ketiadaan akses langsung membuat kondisi benda, rancangan ruangan, dan keamanan area tersebut masih belum diketahui secara pasti.
Menurut laporan CNBC Indonesia yang mengutip Geographical, catatan Sima Qian memberi gambaran tentang isi makam yang diyakini sangat kaya. Sejarawan yang hidup sekitar satu abad setelah masa Qin Shi Huang itu menulis mengenai artefak langka dan harta karun di dalamnya.
Catatan tersebut membuat makam kaisar pertama China menjadi salah satu situs kuno paling misterius. Namun, gambaran historis itu tidak dapat disamakan dengan bukti langsung karena ruang utamanya tetap tertutup.
Pasukan Batu di Luar Ruang Makam
Kompleks pemakaman tersebut lebih dahulu dikenal melalui Tentara Terakota, yang terdiri atas sekitar 8.000 patung pasukan berukuran manusia. Selain patung prajurit, kawasan itu juga mencakup banyak patung kuda dan kereta perang.
Pasukan batu itu diperkirakan dibuat untuk melindungi Qin Shi Huang di alam baka. Keberadaan Tentara Terakota menunjukkan skala besar kompleks pemakaman, tetapi tidak menjelaskan secara langsung isi ruang utama makam.
Qin Shi Huang memerintah China dari 221 SM hingga 210 SM. Dalam catatan sejarah, ia dikenal sebagai kaisar pertama China dan sosok yang memiliki keinginan untuk hidup abadi.
Keinginan tersebut dikaitkan dengan cerita bahwa sang kaisar meminum merkuri yang dicampur anggur. Cerita itu menjadi salah satu latar yang membuat temuan merkuri di sekitar kompleks makam terus diperhatikan.
Merkuri Menjadi Perhatian Serius
Indikasi kadar merkuri yang tinggi di sekitar kompleks menambah tingkat kehati-hatian dalam penelitian. Kondisi itu dapat menyimpan risiko bagi proses penggalian dan memerlukan pertimbangan khusus sebelum ruang makam dibuka.
Sumber merkuri tersebut belum diketahui secara pasti. Ada pendapat yang mengaitkannya dengan limbah industri, sedangkan kemungkinan lain menyebut sang kaisar memerintahkan pembangunan sungai merkuri di sekitar makamnya.
Selain merkuri, catatan sejarah menyebut para pengrajin pernah diperintahkan menyiapkan busur dan anak panah. Perangkat itu disebut akan dilepaskan terhadap orang yang memasuki makam.
Kemungkinan jebakan tersebut belum dapat dibuktikan secara langsung karena ruang utama belum dibongkar. Meski begitu, catatan itu memperkuat gambaran bahwa makam dirancang untuk melindungi penghuninya dari penyusup.
Risiko Kerusakan Tak Bisa Diabaikan
Alasan utama makam belum dibuka tetap berkaitan dengan ancaman terhadap kelestarian situs. Paparan udara luar dapat mengubah kondisi lingkungan yang selama ribuan tahun melindungi struktur serta artefak di dalamnya.
Benda-benda yang tampak utuh saat ruang tertutup dibuka berisiko mengalami perubahan atau kerusakan setelah terpapar lingkungan baru. Jika hal itu terjadi, sebagian bukti sejarah yang berharga mungkin tidak dapat dipulihkan.
Karena itu, penggalian tidak hanya dipandang sebagai upaya menemukan isi makam. Tindakan tersebut juga membawa risiko kehilangan peninggalan yang justru ingin dipelajari dari kompleks pemakaman Qin Shi Huang.






