Premier League 2026/27 akan dibuka dengan rekor pergantian kepemimpinan di pinggir lapangan. Sebanyak sembilan klub memulai musim bersama manajer permanen baru, jumlah tertinggi sepanjang sejarah kompetisi.
Perubahan itu menciptakan situasi yang tidak biasa karena sejumlah klub besar langsung memasuki proyek baru. Chelsea dan Liverpool menjadi dua pusat perhatian melalui penunjukan Xabi Alonso serta Andoni Iraola.
Rekor yang Melampaui Era Sebelumnya
Catatan sembilan manajer baru melampaui musim 2016/17 yang mencatat delapan perubahan sebelum kompetisi bergulir. Pada saat itu, kedatangan Pep Guardiola dan Jose Mourinho menjadi penanda pergeseran besar di liga.
Data yang dirangkum sport.detik.com dari BBC, Opta, dan DAZN menunjukkan angka 2026/27 juga melewati beberapa musim lain. Musim 1995/96 mencatat tujuh klub dengan manajer baru, sedangkan 2012/13 hanya enam klub.
| Musim | Jumlah Klub dengan Manajer Baru |
|---|---|
| 2026/27 | 9 klub |
| 2016/17 | 8 klub |
| 1995/96 | 7 klub |
| 2012/13 | 6 klub |
| 2013/14 | 5 klub |
| 2014/15 | 5 klub |
| 2024/25 | 5 klub |
Di tengah arus perubahan tersebut, Arsenal justru menjadi simbol keberlanjutan. Mikel Arteta memasuki musim baru sebagai manajer terlama di Premier League dan juara bertahan liga.
Arteta menangani Arsenal sejak 22 Desember 2019, jauh lebih lama dibanding sebagian besar pelatih lain di kompetisi. Unai Emery di Aston Villa berada di posisi kedua setelah mulai bekerja pada 1 November 2022.
Daftar 9 Klub yang Berganti Manajer
Empat klub dengan sorotan besar memilih arah baru untuk musim 2026/27. Chelsea menunjuk Xabi Alonso, Liverpool memberi tugas kepada Andoni Iraola, Manchester City memilih Enzo Maresca, dan Newcastle United mempercayai Matthias Jaissle.
Lima klub lain juga memulai musim dengan sosok baru di ruang ganti. Bournemouth ditangani Marco Rose, Crystal Palace bersama Pierre Sage, Fulham menunjuk Álvaro Arbeloa, Ipswich Town memilih Gary O’Neil, dan Nottingham Forest bersama Oliver Glasner.
| Klub | Manajer Baru |
|---|---|
| Bournemouth | Marco Rose |
| Chelsea | Xabi Alonso |
| Crystal Palace | Pierre Sage |
| Fulham | Álvaro Arbeloa |
| Ipswich Town | Gary O’Neil |
| Liverpool | Andoni Iraola |
| Manchester City | Enzo Maresca |
| Newcastle United | Matthias Jaissle |
| Nottingham Forest | Oliver Glasner |
Adaptasi Menjadi Tantangan Awal
Komposisi sembilan nama itu memperlihatkan dua corak perubahan di Premier League 2026/27. Sejumlah pelatih baru akan memasuki panggung liga, sementara lainnya telah memiliki pengalaman sebelumnya di kompetisi tersebut.
Tantangan utama tidak hanya terletak pada kualitas skuad yang mereka tangani. Setiap manajer perlu segera membangun pola permainan, mengelola ruang ganti, dan menjawab tuntutan tinggi sejak awal musim.
Musim 2016/17 memberi gambaran bahwa pergantian besar dapat menghasilkan dampak instan. Antonio Conte, salah satu manajer baru ketika itu, langsung membawa Chelsea menjadi juara Premier League pada musim pertamanya.
Selain Guardiola, Mourinho, Conte, dan Ronald Koeman di Everton, perubahan 2016/17 juga melibatkan Mike Phelan, Claude Puel, David Moyes, serta Walter Mazzarri. Rekor terbaru kini menempatkan musim 2026/27 sebagai periode dengan pergantian manajer paling luas dalam sejarah kompetisi.
Stabilitas Arsenal bersama Arteta menjadi kontras yang kuat di tengah sembilan proyek baru tersebut. Régis Le Bris di Sunderland dan Fabian Hürzeler di Brighton & Hove Albion juga masuk lima besar manajer terlama pada awal musim 2026/27.






