9 Klub Ganti Manajer, Premier League 2026/27 Memasuki Musim Penuh Ketidakpastian

Premier League 2026/27 akan mencatat rekor baru dengan sembilan klub memulai musim bersama manajer permanen baru. Jumlah tersebut menjadi yang tertinggi dalam sejarah kompetisi, melampaui delapan pergantian manajer pada musim 2016/17.

Perubahan besar ini melibatkan sejumlah klub dengan ambisi berbeda, termasuk Chelsea, Liverpool, dan Manchester City. Banyaknya proyek baru membuat persaingan musim mendatang langsung menghadirkan pertanyaan mengenai kemampuan para pelatih beradaptasi dengan tuntutan liga.

Arteta Menjadi Pengecualian di Tengah Gelombang Perubahan

Di tengah pergantian besar itu, Mikel Arteta tetap menjadi manajer dengan masa kerja terlama di Premier League. Ia memimpin Arsenal sejak 22 Desember 2019 dan membawa klub tersebut berstatus juara bertahan setelah mengakhiri penantian panjang gelar liga.

Unai Emery di Aston Villa juga termasuk kelompok kecil pelatih yang bertahan relatif lama, dengan masa jabatan sejak 1 November 2022. Daniel Farke di Leeds United, Régis Le Bris di Sunderland, serta Fabian Hürzeler di Brighton & Hove Albion melengkapi daftar pelatih yang tidak memulai era baru pada musim ini.

Kontras tersebut memperlihatkan dua pendekatan yang berbeda di kompetisi. Arsenal mempertahankan kesinambungan, sementara sembilan rival memilih memulai ulang arah tim dari area teknis.

Daftar 9 Klub dengan Manajer Baru

Sembilan penunjukan baru mencakup pelatih dengan latar belakang dan pengalaman yang beragam. Chelsea dan Manchester City menjadi dua perubahan paling menonjol karena masing-masing menunjuk Xabi Alonso dan Enzo Maresca.

KlubManajer 2026/27
BournemouthMarco Rose
ChelseaXabi Alonso
Crystal PalacePierre Sage
FulhamÁlvaro Arbeloa
Ipswich TownGary O’Neil
LiverpoolAndoni Iraola
Manchester CityEnzo Maresca
Newcastle UnitedMatthias Jaissle
Nottingham ForestOliver Glasner

Liverpool memasuki periode baru bersama Andoni Iraola, sedangkan Newcastle United memilih Matthias Jaissle. Bournemouth menunjuk Marco Rose, sementara Crystal Palace memberikan kepercayaan kepada Pierre Sage.

Fulham memulai musim dengan Álvaro Arbeloa di kursi manajer, sedangkan Ipswich Town dipimpin Gary O’Neil. Nottingham Forest juga mengambil langkah baru dengan menunjuk Oliver Glasner.

Rekor yang Melewati Musim 2016/17

Data yang dikutip dari BBC, Opta, dan DAZN menempatkan musim 2026/27 di urutan teratas untuk jumlah klub dengan manajer baru. Sebelum ini, rekor tertinggi terjadi pada 2016/17 dengan delapan klub melakukan pergantian di kursi manajer.

Musim 1995/96 mencatat tujuh klub dengan manajer baru, sedangkan 2012/13 menghasilkan enam perubahan. Musim 2013/14, 2014/15, dan 2024/25 masing-masing mencatat lima klub yang memulai kompetisi dengan pelatih baru.

Pada 2016/17, liga Inggris kedatangan Pep Guardiola di Manchester City, Jose Mourinho di Manchester United, Antonio Conte di Chelsea, serta Ronald Koeman di Everton. Conte kemudian membawa Chelsea menjadi juara liga pada musim pertamanya.

Catatan tersebut menunjukkan bahwa pergantian besar tidak selalu langsung menentukan hasil akhir kompetisi. Namun, sembilan proyek baru pada Premier League 2026/27 akan menempatkan para manajer anyar di bawah sorotan sejak awal musim.

Setiap pelatih akan menghadapi kebutuhan untuk membangun tim, menerapkan gagasan permainan, dan meraih hasil dalam kompetisi yang ketat. Stabilitas Arsenal bersama Arteta akan menjadi pembanding penting ketika banyak klub lain masih mencari bentuk terbaiknya.

Baca Juga