Kalender MotoGP direncanakan mengalami perubahan besar dengan jumlah balapan di luar Eropa melampaui seri di kawasan asalnya pada tahun depan. Komposisinya akan bergeser menjadi 13 seri di luar Eropa dan 9 seri di Eropa.
Perubahan tersebut menandai langkah pengelola untuk mengurangi konsentrasi balapan yang selama ini sangat kuat di Spanyol dan Eropa Tengah. Arah baru itu juga membuka kemungkinan sejumlah sirkuit lama yang letaknya berdekatan tidak lagi mendapat tempat dalam kalender.
| Periode | Balapan di Eropa | Balapan di luar Eropa |
|---|---|---|
| Tahun ini | 14 seri | 8 seri |
| Tahun depan | 9 seri | 13 seri |
Perbandingan itu menunjukkan pergeseran yang tajam dalam penyebaran seri kejuaraan dunia tersebut. Pada tahun ini, Eropa masih menjadi lokasi mayoritas dengan 14 dari total 22 balapan.
Chief Sporting Officer MotoGP Carlos Ezpeleta menyatakan pengurangan seri di Spanyol dan Eropa Tengah merupakan keputusan yang cukup jelas. Menurut dia, tujuan jangka pendek pengelola adalah membentuk kalender yang lebih seimbang.
“Saya yakin tujuan jangka pendeknya adalah mencari cara untuk menyeimbangkannya: kami terlalu banyak hadir di Spanyol dan Eropa Tengah, jadi keputusan ini cukup jelas,” ujar Carlos Ezpeleta. Target yang dibicarakan adalah pembagian sekitar 50 persen balapan di Eropa dan 50 persen di luar Eropa.
Ekspansi Mendekati Pasar Penggemar
Penataan ulang kalender tidak hanya dipahami sebagai pemindahan seri dari satu negara ke negara lain. MotoGP juga mempertimbangkan destinasi yang dekat dengan kota besar dan memiliki akses menuju bandara utama.
Pertimbangan tersebut berkaitan dengan kemudahan perjalanan penonton serta kebutuhan logistik kejuaraan. Dengan pendekatan itu, lokasi baru diharapkan dapat menjangkau pusat populasi penggemar yang lebih luas.
Masuknya Adelaide, Australia, ke kalender yang dijadwalkan pada 2027 disebut ikut meningkatkan minat berbagai wilayah untuk menjadi tuan rumah. Carlos Ezpeleta mengatakan MotoGP telah dihubungi oleh kota-kota dari berbagai belahan dunia.
“Ada ribuan kota, jadi saya tidak bisa berbicara atas nama semuanya, tapi ya, kami telah dihubungi oleh kota-kota dari seluruh dunia,” kata Ezpeleta. Minat tersebut memberi pengelola lebih banyak pilihan saat menentukan arah ekspansi kejuaraan.
Sirkuit Bersejarah Tetap Diperhitungkan
Pengurangan jumlah seri Eropa tidak berarti MotoGP akan meninggalkan seluruh fondasi historisnya. Pengelola menyatakan ajang-ajang besar yang telah menarik penonton selama beberapa dekade tetap menjadi perhatian dalam penyusunan agenda.
Ezpeleta menekankan keinginan MotoGP untuk tetap setia pada acara bersejarah yang mempunyai basis penonton kuat. Karena itu, perubahan kalender diperkirakan akan menjadi penyeimbangan antara warisan balap Eropa dan peluang pertumbuhan internasional.
Menurut laporan Detik Oto, perombakan dilakukan dengan memasukkan destinasi yang memiliki prospek besar sambil mengeluarkan beberapa lokasi dari kalender. Langkah itu dipandang perlu karena jadwal balapan dinilai terlalu terkonsentrasi di wilayah tertentu.
Perubahan jumlah seri pada tahun depan menjadi sinyal paling nyata dari strategi tersebut. Ke depan, keseimbangan geografis akan menjadi salah satu pertimbangan utama MotoGP dalam menentukan lokasi balapan dunia.






