Harga emas spot menguat 0,54 persen pada awal perdagangan Asia dan mencapai US$ 4.403,51 per ons troi. Pergerakan tersebut berlangsung ketika pasar mengurangi perkiraan kenaikan suku bunga The Fed pada September.
Peluang kenaikan suku bunga pada September kini tercatat 33 persen berdasarkan CME FedWatch Tool. Angka itu turun dari 47 persen pada bulan sebelumnya, yang menunjukkan keyakinan pasar terhadap pengetatan moneter mulai melemah.
Penurunan ekspektasi suku bunga menjadi faktor penting bagi emas karena logam mulia tidak memberikan imbal hasil. Ketika peluang imbal hasil dari instrumen berbunga dipandang menurun, biaya peluang untuk memegang emas ikut berkurang.
Sentimen positif tidak hanya terlihat di pasar spot. Kontrak emas berjangka AS untuk pengiriman Desember naik 0,5 persen menjadi US$ 4.459,61 per ons troi.
Penguatan Meluas ke Logam Mulia Lain
Kenaikan harga juga menjalar ke perak, platinum, dan palladium. Perak mencatat persentase penguatan terbesar di antara kelompok logam mulia tersebut.
| Komoditas | Perubahan | Harga per Ons Troi |
|---|---|---|
| Emas spot | Naik 0,54% | US$ 4.403,51 |
| Emas berjangka AS Desember | Naik 0,5% | US$ 4.459,61 |
| Perak spot | Naik 1,64% | US$ 65,78 |
| Platinum | Naik 1,76% | US$ 1.749,15 |
| Palladium | Naik 0,75% | US$ 1.318 |
Platinum naik 1,76 persen menjadi US$ 1.749,15 per ons troi, sedangkan palladium menguat 0,75 persen ke US$ 1.318. Perak spot meningkat 1,64 persen hingga US$ 65,78 per ons troi.
Reli serentak tersebut mengindikasikan minat pasar sedang menguat pada kelompok logam mulia secara lebih luas. Namun, arah pergerakan berikutnya masih bergantung pada respons pasar terhadap kebijakan moneter Amerika Serikat.
Dolar AS Memberi Dorongan Tambahan
Indeks dolar AS turun 0,1 persen, sehingga komoditas yang dihargai dalam dolar menjadi lebih terjangkau bagi pemegang mata uang lain. Pelemahan dolar ini turut menopang minat terhadap emas pada pembukaan pasar Asia.
Bagi investor, hubungan antara dolar, suku bunga, dan harga emas menjadi perhatian utama dalam perdagangan saat ini. Dolar yang lebih lemah serta prospek suku bunga yang lebih rendah umumnya menciptakan lingkungan yang lebih mendukung bagi emas.
Investor Daily mencatat penguatan pasar spot dan berjangka terjadi bersamaan pada perdagangan awal. Kondisi itu memperlihatkan sentimen positif tidak terbatas pada satu jenis transaksi emas.
Data Tenaga Kerja Mengubah Perhitungan Pasar
Perubahan ekspektasi terhadap The Fed muncul setelah rilis data tenaga kerja Amerika Serikat. Nonfarm payrolls Juli dilaporkan turun secara tidak terduga, sementara data inflasi konsumen pada pekan sebelumnya menunjukkan tekanan yang relatif terkendali.
Kombinasi dua data tersebut membuat pasar menilai kemungkinan kenaikan suku bunga pada September dengan keyakinan lebih rendah. Lingkungan suku bunga yang lebih rendah biasanya meningkatkan daya tarik emas dibandingkan aset yang menawarkan bunga.
Pelaku pasar kini menantikan risalah rapat The Fed yang dijadwalkan terbit pada Rabu mendatang. Dokumen itu akan diperhatikan untuk menilai pandangan bank sentral AS mengenai arah kebijakan moneter dalam beberapa bulan berikutnya.
Nada yang lebih dovish berpotensi mendukung emas melalui penurunan imbal hasil obligasi dan pelemahan dolar AS. Sebaliknya, sikap yang lebih hawkish dapat kembali menekan harga logam mulia.
Permintaan Fisik Asia Belum Seragam
Di tengah kenaikan harga global, permintaan fisik emas di Asia masih menunjukkan arah yang beragam. Diskon emas di India meluas ke tingkat tertinggi dalam dua bulan akibat konsumsi domestik yang lesu.
Aktivitas pembelian emas di China juga masih terbatas. Situasi itu menunjukkan kenaikan harga internasional belum sepenuhnya diikuti penguatan permintaan fisik di seluruh pasar Asia.
Pasar juga mencermati perkembangan geopolitik, termasuk pertemuan utusan Presiden AS Donald Trump di Kairo dengan mediator dari Mesir, Qatar, dan Turki terkait upaya rencana perdamaian Gaza. Pergerakan dolar AS, imbal hasil obligasi, risalah The Fed, serta permintaan di India dan China akan tetap menjadi faktor yang memengaruhi arah emas berikutnya.






