Penjaga Budaya Punya Waktu hingga 21 Agustus untuk Masuk DPD RI Awards 2026

Masyarakat masih dapat mengajukan tokoh atau kelompok berdampak di daerah untuk DPD RI Awards 2026 hingga 21 Agustus 2026 pukul 23.59 WIB. Kesempatan ini membuka ruang pengakuan bagi para penggerak yang selama ini bekerja menjaga budaya, pendidikan, kesehatan, dan ketahanan pangan di wilayahnya.

Perhatian khusus diberikan kepada individu yang melindungi serta mengembangkan warisan lokal melalui kategori Pelestari Budaya Daerah. Kategori tersebut mencakup kerja inovatif dalam pengembangan, pelestarian, dan promosi budaya hingga tingkat nasional maupun internasional.

Penghargaan ini menempatkan inisiatif dari daerah sebagai bagian penting dalam kemajuan Indonesia. Ketua DPD RI Sultan B Najamudin menilai banyak penggerak masyarakat bekerja secara konsisten tanpa memperoleh sorotan yang memadai di tingkat nasional.

Menurut Sultan, kemajuan Indonesia tidak hanya ditentukan oleh kebijakan dari pusat pemerintahan atau kota besar. Berbagai inisiatif masyarakat di daerah juga menjadi penopang pembangunan dalam banyak sektor.

Empat Bidang Kontribusi yang Dinilai

DPD RI Awards 2026 menetapkan empat kategori utama untuk menjaring tokoh inspiratif dari berbagai wilayah. Masing-masing kategori menilai kontribusi nyata yang memberi manfaat bagi masyarakat dan daerah.

KategoriFokus Apresiasi
Inovator Pendidikan Non-Formal/Pendidikan Luar SekolahMetode inovatif untuk memperluas kesempatan belajar masyarakat.
Inovator Teknologi KesehatanRiset klinis, obat, terapi, atau alat kesehatan yang bermanfaat.
Penggerak Desa Mandiri PanganPemanfaatan pangan lokal dan pemberdayaan masyarakat berkelanjutan.
Pelestari Budaya DaerahPengembangan, pelestarian, dan promosi budaya daerah.

Kategori pendidikan nonformal ditujukan bagi individu yang memperluas akses belajar di tengah masyarakat. Penilaian berfokus pada pengembangan metode pendidikan yang inovatif.

Dalam bidang kesehatan, penghargaan dapat diberikan kepada individu, akademisi, maupun profesional. Kontribusi yang diperhitungkan meliputi inovasi kesehatan seperti riset klinis, penemuan obat, terapi, dan alat kesehatan.

Kategori desa mandiri pangan mengangkat tokoh yang mengolah kekuatan pangan lokal menjadi fondasi kemandirian desa. Upaya tersebut juga diharapkan melibatkan warga secara berkelanjutan.

Budaya Lokal dan Warisan yang Perlu Dijaga

Pelestarian budaya menjadi penting di tengah perubahan zaman yang dapat menggeser pengetahuan dan praktik tradisional. Olahraga tradisional serta seni bela diri juga dinilai menjadi bagian dari identitas yang perlu diwariskan kepada generasi berikutnya.

Pencak Silat menjadi salah satu warisan Indonesia yang telah memperoleh pengakuan internasional. UNESCO mengakuinya sebagai Warisan Budaya Takbenda pada Desember 2019 di Bogota, Kolombia.

Pengakuan dunia tersebut menegaskan kedudukan pencak silat dalam kekayaan budaya Indonesia. Namun, berbagai seni dan olahraga tradisional lain juga memerlukan perhatian agar tetap dikenal serta berkembang di masyarakat.

Selain empat kategori utama, tersedia Special Recognition Awards bagi tokoh atau kelompok yang menunjukkan kontribusi konsisten bagi daerahnya. Penghargaan khusus itu ditujukan bagi pihak yang memiliki kerja berkelanjutan dalam membangun masyarakat.

Kandidat dapat berasal dari bidang pendidikan, sosial, kesehatan, pariwisata, ekonomi kreatif, kebudayaan, dan pelestarian lingkungan. Melalui pengajuan nominasi, kontribusi mereka diharapkan mendapat pengakuan sekaligus menginspirasi masyarakat yang lebih luas.

Informasi pembukaan nominasi ini dilansir Detik Sport. Batas waktu 21 Agustus 2026 menjadi penanda bagi masyarakat untuk mengusulkan sosok atau kelompok yang dinilai memberi dampak nyata di daerahnya.

Baca Juga