MotoGP menjamin keselamatan akan menjadi syarat mutlak dalam pembangunan Sirkuit Adelaide, yang dijadwalkan mengambil alih Grand Prix Australia pada akhir 2027. Jaminan itu disampaikan di tengah keraguan Casey Stoner terhadap kemampuan lintasan kota dalam memberi perlindungan setara sirkuit permanen.
Chief Sporting Officer MotoGP Carlos Ezpeleta menegaskan aspek keselamatan tidak dapat dinegosiasikan dalam proyek tersebut. Menurutnya, perencanaan Adelaide ditopang perangkat dan metode analisis yang jauh berkembang dibandingkan 15 hingga 20 tahun lalu.
“Dari sudut pandang keselamatan, yang tentunya tidak bisa ditawar-tawar, sirkuit ini akan aman,” tegas Ezpeleta. Pernyataan itu dikutip dari Motorsport melalui oto.detik.com.
Peralihan dari Phillip Island
Rencana tersebut menandai berakhirnya era Phillip Island sebagai tuan rumah balapan Australia. Sirkuit permanen itu dijadwalkan menggelar GP Australia untuk terakhir kalinya pada tahun ini sebelum peran tersebut berpindah ke Adelaide.
| Lokasi | Karakter Lintasan | Status GP Australia |
|---|---|---|
| Phillip Island | Sirkuit permanen | Menggelar balapan untuk terakhir kali tahun ini |
| Adelaide | Sirkuit kota | Dijadwalkan menjadi tuan rumah pada akhir 2027 |
Perpindahan ini bukan sekadar pergantian lokasi dalam kalender MotoGP. Adelaide diproyeksikan menjadi pembuktian bahwa balapan motor kelas utama dapat diselenggarakan di kawasan perkotaan dengan standar keselamatan tinggi.
Namun, Casey Stoner melihat perbedaan mendasar antara lintasan jalan raya dan fasilitas yang dibangun khusus untuk balapan. Legenda asal Australia itu menilai sirkuit kota tidak akan mampu menawarkan tingkat perlindungan yang sama seperti trek permanen.
Proyek yang Disebut Ambisius
Ezpeleta memandang pembangunan Sirkuit Adelaide sebagai salah satu proyek terbesar yang pernah dikerjakan MotoGP. “Mungkin ini adalah proyek paling ambisius yang pernah kami tangani,” kata Ezpeleta.
Ia menilai proyek itu dapat membuka fase baru bagi kejuaraan tersebut. “Proyek ini benar-benar akan menandai dimulainya era baru di MotoGP,” ujarnya.
Kemajuan teknologi menjadi salah satu dasar keyakinan pihak penyelenggara untuk melanjutkan pembahasan lintasan kota tersebut. Perangkat yang tersedia saat ini disebut memungkinkan desain trek dan jalur evakuasi diperhitungkan secara lebih matang.
“Alat-alat yang kami miliki saat ini sangat berbeda dengan yang ada 15 hingga 20 tahun lalu,” ujar Ezpeleta. Ia menambahkan, perkembangan tersebut membuat MotoGP merasa lebih nyaman membicarakan proyek Adelaide.
Butuh Ruang yang Sangat Luas
Ezpeleta juga mengingatkan bahwa keberhasilan proyek ini tidak berarti setiap kota dapat dengan mudah membangun sirkuit untuk MotoGP. Lintasan perkotaan tetap membutuhkan ruang yang sangat luas agar persyaratan keselamatan dapat dipenuhi.
Menurutnya, ketertarikan kota-kota lain untuk mengamati proyek Adelaide dapat muncul setelah balapan ini berjalan. Meski demikian, ia menekankan bahwa kondisi tiap kota berbeda dan tidak semua lokasi cocok untuk menggelar balapan.
“Kadang orang membaca judul berita dan mengira bisa membangun sirkuit di kota mana pun, padahal kenyataannya tidak demikian,” jelas Ezpeleta. Ia menegaskan kebutuhan ruang menjadi salah satu faktor utama dalam perencanaan lintasan semacam ini.
Rute Sirkuit Adelaide sendiri belum diumumkan dan disebut akan diperkenalkan dalam waktu dekat. Detail desain itu akan menjadi penilaian penting untuk melihat bagaimana proyek tersebut menjawab kekhawatiran Stoner menjelang akhir 2027.






