Manchester United Dua Kali Unggul tetapi Tetap Tumbang, Milan Menang 4-2

AC Milan membalikkan keadaan dua kali sebelum menutup laga dengan kemenangan 4-2 atas Manchester United dalam uji coba pramusim 2026/2027 di Wroclaw Stadium, Polandia, Sabtu (15/8/2026). Rossoneri tertinggal pada awal kedua babak, tetapi respons cepat mereka mengubah pertandingan secara menyeluruh.

Manchester United gagal menjaga dua keunggulan yang sempat dibangun melalui Harry Maguire dan Patrick Dorgu. Kesalahan saat membangun serangan dari belakang serta penurunan konsentrasi di lini pertahanan memberi Milan ruang untuk mencetak empat gol.

Empat Gol Milan setelah Dua Kali Tertinggal

Milan mulai menjauh setelah skor berubah 2-2 pada menit ke-57 melalui gol Alphadjo Cisse. Goncalo Ramos membawa Milan berbalik unggul pada menit ke-68, sebelum Ruben Loftus-Cheek memastikan kemenangan empat menit kemudian.

Gol ketiga Milan berawal dari umpan silang Samuel Chukwueze yang disambut sundulan Ramos. Setelah itu, Loftus-Cheek membawa bola dari sisi kanan menuju kotak penalti dan menaklukkan Senne Lammens dengan tembakan ke tiang dekat.

Torriani turut berperan penting dalam kemenangan Milan pada sisa pertandingan. Kiper tersebut beberapa kali menggagalkan peluang Manchester United sehingga skor 4-2 bertahan hingga peluit akhir.

MenitPencetak GolKedudukan
2Harry MaguireManchester United 1-0 Milan
Menjelang jedaSamuel Chukwueze1-1
51Patrick DorguManchester United 2-1 Milan
57Alphadjo Cisse2-2
68Goncalo RamosMilan 3-2 Manchester United
72Ruben Loftus-CheekMilan 4-2 Manchester United

Peluang Penalti yang Tidak Dimaksimalkan

Manchester United sebenarnya memulai pertandingan dengan tekanan agresif dan unggul saat laga baru berjalan dua menit. Maguire mencetak gol melalui sundulan setelah memanfaatkan sepak pojok Bruno Fernandes.

Milan sempat memiliki dua peluang melalui Loftus-Cheek pada menit kedelapan dan ke-14. Namun, Lammens mampu menggagalkan kedua upaya tersebut untuk menjaga keunggulan tim Inggris pada fase awal laga.

Peluang memperlebar jarak datang pada menit ke-41 ketika Manchester United mendapat penalti. Wasit menunjuk titik putih setelah Koni De Winter melanggar Youri Tielemans di area terlarang.

Fernandes gagal mengonversi kesempatan itu karena tendangannya ditepis Lorenzo Torriani. Kegagalan tersebut menjadi titik perubahan penting karena Milan menyamakan kedudukan menjelang turun minum.

Chukwueze menyelesaikan umpan Goncalo Ramos dari sisi kiri untuk membuat skor menjadi 1-1. Gol itu menghentikan momentum Manchester United yang sebelumnya berpeluang memasuki jeda dengan keunggulan dua gol.

Keunggulan Kedua Kembali Menguap

Manchester United kembali memimpin enam menit setelah babak kedua dimulai melalui Dorgu. Gol itu lahir setelah Milan melakukan kesalahan ketika mengoper bola kembali ke lini pertahanan.

Namun, keunggulan 2-1 hanya bertahan enam menit sebelum Cisse menyamakan skor. Setelah kedudukan kembali imbang, Milan mampu mengambil kendali permainan dan memanfaatkan perubahan momentum dengan efektif.

Hasil tersebut menjadi catatan bagi Manchester United, terutama dalam menjaga konsentrasi setelah unggul. Tim juga harus mengevaluasi penguasaan bola dari lini belakang dan ketidakmampuan memaksimalkan penalti Fernandes.

Bagi AC Milan, kemenangan ini menjadi modal menjelang musim baru karena tim menunjukkan kemampuan bangkit dalam situasi tertinggal. Efektivitas serangan mereka pada babak kedua terlihat jelas melalui gol Cisse, Ramos, dan Loftus-Cheek.

Laga ini juga memiliki arti khusus bagi pelatih Milan, Ruben Amorim. Pertandingan tersebut menjadi pertemuan pertamanya dengan Manchester United setelah ia dipecat klub Inggris itu pada Januari 2026.

Manchester United menurunkan Lammens, Noussair Mazraoui, Maguire, Heaven, Luke Shaw, Andrey Santos, Tielemans, Amad Diallo, Fernandes, Dorgu, dan Matheus Cunha. Milan memainkan Torriani, Filippo Terracciano, De Winter, Strahinja Pavlovic, Chukwueze, Yunus Musah, Jashari, Pervis Estupinan, Loftus-Cheek, Cisse, dan Ramos.

Baca Juga