FIFA mengakhiri hubungan kerja dengan Chief Operating Officer Kevin Lamour pada 17 Agustus 2026. Keputusan itu menarik perhatian karena terjadi tidak lama setelah Lamour terbuka menolak rencana penjualan sebagian hak Piala Dunia kepada investor swasta.
Lamour sebelumnya telah menyatakan siap menghadapi risiko kehilangan jabatannya atas sikap tersebut. Penolakan itu muncul ketika kepemimpinan Presiden FIFA Gianni Infantino berada di bawah tekanan setelah skema investasi yang dikaitkan dengannya gagal dilaksanakan.
Riwayat Panjang Sebelum Bergabung dengan FIFA
Sebelum menduduki jabatan COO, Lamour merupakan Wakil Sekretaris Jenderal UEFA. Ia bergabung dengan badan sepak bola Eropa itu sejak 2007 dan kemudian masuk ke FIFA sekitar dua tahun sebelum hubungan kerjanya berakhir.
Lamour dan Infantino juga memiliki riwayat kerja yang panjang dari masa mereka di UEFA. Karena itu, berakhirnya jabatan Lamour dinilai menambah sorotan terhadap situasi internal FIFA setelah gagalnya rencana investasi tersebut.
Kritik terhadap Suasana Kerja Internal
Selain mempersoalkan rencana penjualan hak Piala Dunia, Lamour menyoroti kondisi kerja di lingkungan FIFA. Ia menilai pegawai berhak mendapat perlakuan yang lebih baik daripada penghinaan dan intimidasi.
“Perasaan saya, kita semua ingin bangga bekerja untuk FIFA, dan sayangnya hari ini hal itu tampaknya tidak lagi dirasakan oleh banyak dari kita,” ujar Lamour. Pernyataan itu menunjukkan kritiknya terhadap suasana kerja yang dinilainya memburuk di federasi sepak bola dunia tersebut.
Lamour juga tidak menutupi kemungkinan konsekuensi yang akan ia terima akibat penolakannya. “Jika itu berarti saya harus kehilangan pekerjaan, biarlah terjadi. Saya akan memahami dan menghormati keputusan itu. Setidaknya saya bisa tidur nyenyak malam ini,” tuturnya.
Proposal Batal dalam Hitungan Jam
Menurut Kompas yang mengutip The Guardian, gejolak terkait skema investasi memuncak pada 31 Juli. Pada hari itu, Lamour mengkritik rencana penjualan sebagian hak Piala Dunia kepada investor swasta atau FFE yang dikaitkan dengan Infantino.
| Waktu | Peristiwa |
|---|---|
| 31 Juli | Lamour mengkritik rencana penjualan sebagian hak Piala Dunia kepada investor swasta. |
| 31 Juli | Proposal investasi dibatalkan beberapa jam kemudian dan Carlos Cordeiro mengundurkan diri. |
| 17 Agustus 2026 | FIFA mengakhiri hubungan kerja dengan Lamour sebagai COO. |
Proposal investasi itu kemudian dibatalkan hanya beberapa jam setelah kritik Lamour disampaikan. Pada hari yang sama, penasihat senior Infantino, Carlos Cordeiro, mengundurkan diri sebagai bentuk protes terhadap kebijakan tersebut.
Lamour menilai jajaran administrasi FIFA telah dikelabui dalam pembahasan rencana investasi itu. Ia juga mengkritik pandangan yang membuat Infantino seolah menyamakan dirinya dengan FIFA, padahal presiden seharusnya melayani lembaga tersebut.
FIFA Mengonfirmasi Berakhirnya Kontrak
Sekretaris Jenderal FIFA Mattias Grafstrom menyampaikan pemberhentian Lamour melalui surat elektronik kepada seluruh staf. Lamour disebut baru menjalani dua tahun masa kerja di FIFA sebelum kontraknya berakhir.
Juru bicara FIFA membenarkan bahwa hubungan kerja dengan Lamour telah berakhir. FIFA menyampaikan terima kasih atas pengabdiannya selama dua tahun, tetapi tidak memberikan komentar tambahan mengenai perkara tersebut.
Keluarnya Lamour terjadi saat sejumlah pihak terus mendorong pelengseran Infantino dari pucuk kepemimpinan FIFA. Peristiwa ini memperlihatkan dampak internal yang besar dari perdebatan mengenai masa depan hak Piala Dunia.






