Kalender MotoGP Akan Berubah, Balapan di Luar Eropa Diproyeksikan Lebih Banyak

Komposisi kalender MotoGP berpotensi berubah tajam dalam waktu dekat. Jumlah seri di luar Eropa diproyeksikan mencapai 13 balapan, lebih banyak dibandingkan sembilan seri yang akan digelar di Eropa.

Pergeseran tersebut menandai langkah MotoGP untuk mengurangi dominasi kawasan Eropa dalam kejuaraan dunia balap motor. Spanyol dan Eropa Tengah menjadi wilayah yang paling disorot karena selama ini menampung terlalu banyak seri.

Pada kalender tahun ini, Eropa masih menjadi pusat penyelenggaraan dengan 14 balapan. Sementara itu, seri di luar Eropa hanya berjumlah delapan putaran.

PeriodeBalapan di EropaBalapan di Luar Eropa
Tahun ini148
Tahun depan913
Target jangka dekatSekitar 50%Sekitar 50%

Chief Sporting Officer MotoGP Carlos Ezpeleta menyatakan penataan ulang diperlukan untuk membuat distribusi balapan lebih seimbang. Target yang dibidik adalah pembagian mendekati 50 persen antara Eropa dan kawasan di luar Eropa.

“Saya yakin tujuan jangka pendeknya adalah mencari cara untuk menyeimbangkannya: kami terlalu banyak hadir di Spanyol dan Eropa Tengah, jadi keputusan ini cukup jelas,” ujar Ezpeleta, seperti dikutip oto.detik.com dari GPOne. Pernyataan itu menegaskan bahwa perubahan bukan sekadar penambahan seri baru, melainkan bagian dari arah pengembangan jangka panjang.

Ekspansi Tidak Berarti Menambah Semua Seri

Strategi baru ini juga dapat berdampak pada sejumlah putaran yang sudah ada. MotoGP membuka peluang memasukkan destinasi baru, tetapi beberapa balapan berpotensi dikeluarkan karena konsentrasi seri di kawasan tertentu dinilai terlalu tinggi.

Ezpeleta belum menyebutkan seri mana yang dapat kehilangan tempat dalam kalender balap MotoGP. Namun, ia memastikan proses penataan akan mempertimbangkan kebutuhan kejuaraan untuk menjangkau pasar serta penonton yang lebih luas.

“Destinasi baru akan masuk, dan ada beberapa yang harus dikeluarkan hanya karena kami terlalu terkonsentrasi di wilayah tersebut,” kata Ezpeleta. Pernyataan itu menunjukkan perubahan kalender dapat menyentuh susunan tradisional yang selama ini didominasi sirkuit Eropa.

Kota Besar dan Bandara Menjadi Pertimbangan

MotoGP ingin mendekat ke kota-kota besar dan bandara utama ketika memilih lokasi penyelenggaraan. Akses transportasi serta dukungan infrastruktur pariwisata dipandang penting untuk menarik basis penonton baru.

Pendekatan ini memberi nilai tambah bagi kota yang ingin menjadi tuan rumah Grand Prix. Lokasi yang mudah dicapai dinilai dapat mendukung pengalaman penonton sekaligus memperluas daya tarik ajang balap tersebut di tingkat internasional.

Australia menjadi salah satu contoh arah ekspansi itu melalui rencana Grand Prix Adelaide. Balapan di kota tersebut dijadwalkan mulai masuk kalender MotoGP pada 2027.

Proyek Adelaide disebut membuka kemungkinan bagi kota lain untuk mengajukan diri sebagai tuan rumah. Ezpeleta mengatakan MotoGP telah dihubungi oleh kota-kota dari berbagai belahan dunia, meski tidak merinci nama lokasinya.

“Ada ribuan kota, jadi saya tidak bisa berbicara atas nama semuanya, tapi ya, kami telah dihubungi oleh kota-kota dari seluruh dunia,” ucap Ezpeleta. Minat tersebut memberi penyelenggara lebih banyak pilihan dalam menentukan arah ekspansi kalender.

Seri Bersejarah Tetap Dipertahankan

Pengurangan porsi balapan di Eropa tidak berarti MotoGP akan meninggalkan seluruh seri bersejarahnya. Sejumlah Grand Prix di kawasan itu memiliki basis penonton besar dan telah menjadi bagian penting dari identitas kejuaraan selama beberapa dekade.

MotoGP berupaya menjaga ajang-ajang bersejarah sambil membangun komposisi kalender yang lebih global. Keseimbangan antara tradisi dan perluasan pasar menjadi dasar utama dalam perubahan yang tengah disiapkan.

Baca Juga