Joshua Báez mencatatkan debut yang langsung mengubah buku sejarah MLB. Pemain luar St. Louis Cardinals itu menjadi pemain pertama yang memukul tiga home run dalam tiga kesempatan memukul pertama di liga utama.
Pencapaian tersebut terjadi ketika Cardinals menundukkan Chicago Cubs 8-4 di Wrigley Field pada Sabtu, 15 Agustus 2026. Báez, yang berusia 23 tahun, menyelesaikan malam itu dengan tiga pukulan panjang ke tiga arah lapangan berbeda.
Rekor itu memiliki makna yang jauh melampaui angka bagi Báez. Ia membawa janji kepada mendiang ayahnya, Jose Manuel Báez, yang meninggal pada 2023.
Sebelum mencapai liga utama, Báez pernah berjanji di pemakaman ayahnya bahwa ia akan bermain di kompetisi tertinggi bisbol Amerika Serikat. “Satu-satunya janji yang saya buat kepadanya adalah bahwa saya akan dapat melakukan itu untuknya,” ujar Báez.
Ia mengingat ayahnya memiliki impian bermain di liga besar, tetapi tidak pernah memperoleh kesempatan menandatangani kontrak. Sepanjang pertandingan debutnya, Báez juga melihat seekor lebah berada di dekatnya di area luar lapangan pada setiap inning.
Báez menganggap kehadiran lebah itu sebagai tanda dari ayahnya. “Saya menganggapnya seolah-olah dia adalah lebah itu, karena lebah itu ada tepat di dekat saya di setiap inning,” katanya setelah laga.
Tiga Lemparan Berbeda, Tiga Arah Pukulan
Ketiga home run Báez tidak lahir dari pola yang sama. Ia menaklukkan pitcher Cubs Matt Boyd dengan fastball, changeup, dan slider, sekaligus mengirim bola ke tengah, kiri, serta kanan lapangan.
| Kesempatan Memukul | Jenis Lemparan | Jarak | Arah Pukulan |
|---|---|---|---|
| Pertama | Fastball 93 mph | 450 kaki | Tengah luar |
| Kedua | Changeup 78 mph | 382 kaki | Tribun kiri |
| Ketiga | Slider 83 mph | 368 kaki | Tribun kanan |
Pada kesempatan memukul pertama, Báez menghantam fastball 93 mph sejauh 450 kaki ke area tengah luar. Pukulan itu membawa Cardinals memimpin 3-0 dan segera mengubah suasana pertandingan di Wrigley Field.
Boyd kembali menjadi korban pada inning keempat ketika Báez memukul changeup 78 mph ke tribun kiri sejauh 382 kaki. Pada inning keenam, slider 83 mph dikirim sejauh 368 kaki ke tribun kanan untuk memastikan catatan bersejarah tersebut.
Kesempatan memukul keempatnya berakhir dengan line out ke arah Ian Happ. Namun, tiga pukulan sebelumnya sudah cukup untuk menempatkan Báez dalam catatan khusus Rekor MLB.
Manajer Cardinals Oliver Marmol menilai variasi pukulan itu menambah nilai dari penampilan Báez. “Fastball, slider, changeup — kamu memukul ke tengah, sisi tarik, dan kemudian ke sisi belakang,” kata Marmol.
Menurut Marmol, tiga home run dalam satu laga saja sudah merupakan capaian luar biasa. Kemampuan Báez menyesuaikan ayunan terhadap tiga jenis lemparan dengan arah pukulan berbeda menunjukkan kualitas teknik pukulannya.
Sepatu Pinjaman untuk Cooperstown
Malam debut itu juga meninggalkan cerita dari sepasang sepatu boot ukuran 12 yang dipinjam Báez dari rekan setimnya, Blaze Jordan. Bryan Torres menyiapkannya setelah melihat sepatu yang semula dipakai Báez dalam kondisi kotor.
“Kamu tidak bisa keluar seperti itu saat debutmu. Kamu harus terlihat rapi. Kamu harus memakai warna merah,” kenang Báez mengenai teguran Torres. Sepatu bertuliskan nama “Jordan” di bagian dalam itu kemudian didonasikan ke National Baseball Hall of Fame di Cooperstown atas permintaan museum.
Sebelum dipanggil ke St. Louis Cardinals, Báez tampil produktif bersama Triple-A Memphis. Dalam 103 pertandingan, pilihan putaran kedua draft 2021 itu mencatatkan rata-rata pukulan .256, 34 home run, 90 RBI, dan 21 curian base.
Kemenangan atas Cubs turut menjaga peluang Cardinals dalam persaingan tiket wild-card National League. Cardinals memiliki rekor 61-61 dan tertinggal 3,5 pertandingan dari posisi kualifikasi.






